
Mazta melajukan motornya dengan kecepatan tinggi berharap agar cepat sampai di rumahnya.namun tiba tiba dia melirik kearah arloji yang menempel di lengan nya dan langsung menepi di pinggir jalan.
" baru jam 13.00 kalau gue pulang nggak mungkin ketemu abang.. abang pasti masih di kantor... yaudah deh gue samperin abang ke kantor aja lah.. " gumam mazta dan langsung puter balik ke arah kantor papa nya.
butuh waktu sekitar 35 menit untuk mazta sampai di kantor papa nya. ADI WIJAYA GROUP merupakan salah satu perusahaan yang cukup besar di indonesia yang bergerak di bidang furniture yang sudah sering kali ekspor produk ke luar negeri.
sesampainya di kantor mazta langsung di sambut security yang sedang berjaga di depan kantor.
" selamat siang mas Dimaz... " sapa pak bambang salah satu security yang sedang bertugas. kebanyakan karyawan papa nya memanggil mazta dengan sebutan Dimaz membuat mazta sudah terbiasa mendengar nya.
" abang hari ini ada kan ya pak..??? " tanya mazta.
" ohhh ada mas Dimaz.. setahu saya baru kembali... silahkan masuk mas Dimaz... " ucap pak bambang dengan sedikit membungkukkan badan nya mencoba menghormati anak dari pimpinan nya.
" kalau papa...??? ada juga..??? " mazta kembali bertanya
" kalau pak direktur.. maaf saya kurang tahu mas Dimaz.. kebetulan saya baru berangkat siang ini.. " jawab pak bambang.
Mazta pun segera masuk dan berjalan menuju lift khusus pimpinan.
" selamat siang mas Dimaz... " ucap karyawan yang bertemu dengan mazta. mazta hanya tersenyum menanggapi semua orang yang menyapa dirinya.
" Adiknya pak wakil direktur oke juga tuhhh... nggak kalah ganteng sama pak wakil... " para karyawan perempuan mulai bergosip saat melihat kedatangan mazta.
saat pintu lift terbuka mazta langsung masuk dan langsung memencet tombol 9 untuk menuju lantai 9 tempat dimana ruangan abangnya berada.
beberapa detik kemudian pintu lift terbuka mazta langsung berjalan menuju ruangan abang nya.
" Siang mas Dimaz... "
"Selamat Siang mas Dimaz.. "
" siang mas Dimaz... "
beberapa orang menyapa mazta saat mazta melewati kubikel para karyawan yang berada di divisi masing masing. mazta masih sama hanya menyunggingkan sedikit senyumnya menanggapi semua orang yang menyapa nya.
__ADS_1
mazta mempercepat langkahnya menuju ruangan yang bertuliskan Wakil direktur di pintunya. hingga akhirnya mazta sampai di ruangan abang andra. mazta pun membuka pintu dan masuk kedalam ruangan tersebut.
dilihatnya sosok abangnya yang sedang menghadap kearah gedung gedung di luar kantornya dengan sesekali melihat sebuah map yang ada di tangan kirinya dan tangan kanan nya menggenggam sebuah ponsel, nampaknya sedang berbicara dengan seseorang di telefon membuat abang andra tak menyadari kedatangan mazta.
mazta pun duduk di sofa di ruangan abangnya dan menunggu abang andra menyelesaikan urusan nya. cukup lama mazta menunggu abangnya membuat dia mulai jenuh.berbagai posisi duduk dia coba untuk mencari kenyamanan bergeser kesana kemari sesekali memainkan ponselnya namun abangnya masih dengan posisi yang sama tak menoleh sedikit pun.
15 menit kemudian mazta mendengar abangnya mengakhiri obrolan nya. andra pun berbalik badan seketika kaget melihat mazta yang sudah ada di ruangan nya.
" Shiittttt...!!!! Lo bisa nggak sii masuk ketuk pintu dulu.. tau tau udah duduk aja disitu..!! " ucap andra sembari melemparkan sebuah dokumen yang ada di tangan nya.
mazta pun hanya tersenyum dan mengambil sebuah dokumen yang di lempar abangnya tepat di tubuhnya.
" ngapain Lo kesini tumben banget...??? " tanya andra kepada adik satu satunya melihat kedatangan mazta yang masih memakai seragam lengkap dan tas punggung nya membuat andra menebak nebak tentang adiknya yang sedang ada masalah.
Andra pun meraih telefon di meja kerja nya mencoba menghubungi bagian pantry untuk membuat kan adiknya minuman.
Andra : " Buat kan lemon water no sugar buat mas Dimaz.. antarkan ke ruangan saya segera... "
pantry : siap pak... mohon menunggu sebentar
" kenapa...???? " tanya andra yang melihat mazta terlihat murung.
" Hyorin.... " jawabnya pelan
" felling gue emang nggak pernah meleset... siapa lagi yang bisa buat lo begini kalau bukan hyorin... " ucap andra yang menyenderkan tubuh nya di sofa.
sesaat obrolan mereka terhenti ketika seorang OB mengetuk pintu dan masuk meletakkan lemon water di meja dan bergegas keluar dari ruangan andra.
mazta pun menceritakan semua yang terjadi hari ini antara dirinya dan hyorin. andra semakin nggak tega melihat mazta dengan kondisinya yang galau melebihi dirinya saat intan sedang ngambek padanya. andra sebenarnya tidak menyangka bahwa mazta bisa begitu dalam mencintai hyorin sedangkan menurutnya untuk anak se usia mazta sangat langka untuk sebuah kisah cinta se serius itu.
" terus mau Lo gue harus gimana...??? " tanya andra tanpa basa basi karena tau maksud dari kedatangan mazta.
" plisss bantu gue buat ngobrol sama hyorin bang... " jawab mazta dengan raut wajah sendu nya
" yaa Lo tinggal temuin dia aja kerumahnya.. lagian lo juga udah sering kan mondar mandir di rumah hyorin...kenapa harus minta bantuan gue.. nyali lo udah ciut nih ceritanya.. " andra yang mencoba meledek adiknya
__ADS_1
" Enggak gitu bang... mau gue Lo coba cari tau dulu gimana perasaan hyorin ke gue... kalau misalnya respon dia positive gue bakal maju lagi.. tapi kalau sebaliknya gue nggak tau mau gimana bang... " mazta mencoba menjelaskan apa yang menjadi keinginannya
" jadi cari aman nih.... " andra kembali meledek mazta.
mazta hanya melirikkan mata nya tajam terhadap andra yang duduk di sebelahnya.
" iyaaa.. iya... gue tau.. nanti gue coba bicara sama hyorin... " jawaban andra membuat mazta sedikit tersenyum lega.
" gue heran sama lo.. kenapa sii harus hyorin...??? " tanya andra
" yaa lo tau sendiri kan bang jawaban nya... " mazta sembari menghisap vape nya
" maksud gue... kalau lo nggak naksir hyorin.. biar gue nikahin aja dia... " mendengar jawaban andra membuat mazta kaget
" brengs*kkkkk....!!!enak aja lo.. !! lo diem diem gitu ya bang sama gue... " mazta yang sedikit menahan emosi mendengar jawaban andra.
" yaa siapa sii yang nggak naksir hyorin.. Dia dari keluarga terpandang.. anaknya nggak aneh aneh...bukan bad girl juga.. cantik.. body goal juga... " andra terkekeh saat menceritakan sosok hyorin
" udah udah ahhh... Lo udah punya pacar.. nggak usah ngomong kayak gitu tentang hyorin... " mazta semakin kesal mendengar andra memuja hyorin.
" yaudah pulang gihhh... gue masih banyak kerjaan... waktu gue habis sia sia kalau cuma buat nemenin lo curhat... " andra bangkit dari duduknya
" yaelah.. nyebelin banget.. jarang jarang gue main ke kantor Lo tau bang... " jawab mazta
" justru itu...satu jam gue nemenin lo curhat sama saja gue melewatkan uang ratusan juta rupiah..!! belum karyawan perempuan gue yang emang selalu nunggu nunggu kedatangan Lo... mereka asiik bergosip tentang Lo sampai lupa dengan kerjaan mereka.. udah sana pulang pulang...!! "
andra mendorong mazta untuk keluar dari ruangan nya.
mazta pun keluar dari ruangan andra sepanjang mazta melangkahkan kaki nya masih sama seperti saat dia melangkahkan kakinya masuk ke kantor papa nya. semua mata tertuju kepadanya dan banyak karyawan yang tersenyum dan menyapa nya. melihat situasi kantor yang cukup ramai membuat mazta dengan cepat melangkahkan kaki nya menuju motornya.
hingga akhirnya mazta pun keluar dan pulang menuju rumahnya.
*
*
__ADS_1
*