
Malam telah Larut pesta resepsi telah usai. Mazta pun selesai membersihkan tubuh nya setelah seharian sibuk mengikuti rangkaian acara pernikahan Andra.
" ngapain nih malem - malem nggak ada kerjaan...Mari kita kacaukan acara malam pertama pak direktur... " Mazta pun tertawa dan langsung keluar dari kamarnya.
Sementara di kamar pengantin Nadya sedang membersihkan make up di wajah nya. Tubuhnya masih di balut dengan gaun pengantin.
" Apa....???? " tanya Nadya yang melihat Andra berdiri di belakangnya.
" Tau donk... Maksudnya... Kan kita udah sah sayang.. " jawab Andra sembari tangan nya membuka kancing gaun Nadya yang melekat di punggung nya.
Tok.. Tokk.. Tokkkkk
dan sial nya tiba - tiba suara ketukan pintu membuat Andra mengurungkan niatnya.
" siapa siii... Malem - malem ganggu orang aja... " Andra pun berjalan menuju pintu saat pintu terbuka tidak ada satu orang pun di luar.
Mazta yang sembunyi menahan tawa nya sembari mengintip Andra keluar dari kamar nya.
Andra pun kembali masuk ke kamarnya setelah yakin tidak ada satu orang pun di luar kamarnya.
" siapa yang..??? " tanya Nadya yang beranjak dari meja rias di kamarnya.
" nggak ada siapa - siapa..... " Andra yang langsung memeluk Nadya dari belakang dan mencium leher belakang Nadya.
Tok... Tokk.. Tokkk
Suara ketukan pintu kembali mengganggu aktivitas mereka.
" arrgghhhh... Siapa sii..." Andra pun kembali berjalan membukakan pintu dan lagi lagi tidak ada satu orang pun di depan pintu.
Andra pun langsung menutup pintu nya dengan keras.
" iseng banget sii... Nggak tau orang lagi mau mulai... " suara Andra mulai terdengar emosi.
" Mulai apa...??? " tanya Nadya yang mengalungkan tangan nya di leher Andra.
Jarak antara mereka berdua sangat dekat membuat jantung Nadya berdetak begitu cepat.
Tokkk... Tokkk.. Tokkk...
suara ketukan pintu kembali mengganggu aktivitas mereka.
Nadya pun geram mendengar suara ketukan pintu dan berjalan cepat keluar dengan hitungan persekian detik langsung membuka pintu membuat Mazta kaget yang ketahuan Nadya.
" Devillllll is devil....!!!! " Ucap Nadya dengan raut wajah nya yang merah padam.
" sooo... Sorry... " Mazta mengangkat kedua jari nya.
" Lo mau pergi sekarang.. Atau gue laporin Lo ke Hyorin..??? " Nadya mengancam Mazta.
" No... Okay okay... Gue nggak akan ganggu kalian lagi.. " Mazta langsung lari dari hadapan Nadya.
Nadya pun menutup pintu kembali masuk ke kamar nya.
Tak di sangka Andra menunggunya di balik pintu dan langsung mendekap Nadya.
" Tawanan.. is Tawanan... Sooo... Mari kita mulai Lembaran baru... " Andra tersenyum licik dan langsung menggendong Nadya membawa nya ke atas kasur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Piiiiiiipppppppppppp... Akitivitas pasutri di malam pertama... Silahkan bayangkan sendiri sesuai imajinasi kalian.. Mimin nggak bisa nih kalau harus nulis yang begituan.. Hihihi
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
*
Pagi hari nya sinar mentari sudah menampakkan aura hangat nya seperti nya hari ini cuaca akan cerah.
" selamat pagi..... " ucap Andra yang mencoba membangunkan Nadya yang masih tidur di pelukan nya.
" emmmmm... Nanti dulu dehhh... 5 menit lagi... " Nadya memeluk erat tubuh sang suami.
" Apa mau di ulangi lagi...???? " Andra menggoda Nadya.
" Apaan sii... Nggak gitu juga kali... tapi aku masih ngantuk... " ucap Nadya.
sementara Hyorin sudah berada di depan pintu kamar Mazta.
Mendengar ketukan pintu Mazta langsung membukakan pintu.
Betapa terkejutnya Hyorin saat Mazta membuka pintu hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya sontak membuat Hyorin menutup mata nya dengan kedua tangan nya.
" Kamu apa apaan sii...???" gerutu Hyorin.
" aku baru selesai mandi yangg.. " jawab Mazta dengan santai.
Namun Hyorin masih terdiam di ambang pintu.
Melihat Hyorin masih di ambang pintu Mazta pun langsung menarik tangan Hyorin masuk.
" yangg ihhh aku nggak mau yaa... " Hyorin terus berusaha melepaskan tangan Mazta.
" terus kamu mau nungguin aku di luar sampai aku selesai pakai baju gitu..??? " tanya Mazta.
" yaa udah gih sana pakai baju... " sahut Hyorin panik.
" iya iya ini mau pakai baju di kamar mandi.... " jawab Mazta santai sambil membawa baju nya ke kamar mandi.
" gila juga dia... Tapi ganteng banget dia... Ahhhh gue melting di buat nya... Baru kali ini gue melihat dia telanj*ng dada... Ihhh Hyorin... Lo apa apaan sii nggak boleh ngeres otak Lo Hyorin... " hyorin bergumam di dalam hatinya sendiri sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
" engg.. Enggak.... " Hyorin terispu malu.
" Langsung pulang kan kita yangg...??? " tanya Mazta sambil merapikan rambutnya.
" iyaaaaa..... " hyorin melirik Mazta di pantulan cermin.
Tersadar dengan lirikan Hyorin , Mazta langsung berhenti dari aktivitas nya dan langsung menghampiri Hyorin.
Mazta duduk di sebelah Hyorin.
" Kamu kenapa sii... Hari ini aneh banget... " Mazta menatap Hyorin.
Tatapan itu malah membuat Hyorin semakin salting.
" Apa...??? " tanya Mazta.
" Apa...??? " Hyorin balik tanya.
" yaa apa..??? " sahut Mazta.
" Apanya...??? " Hyorin semakin salting.
Cupppppp
Tiba tiba kecupan itu mendarat di pipi kanan Hyorin.
" ihhhhhh... " Hyorin mencupit lengan Mazta.
" tapi suka kan....???? " Ucapan Mazta membuat Hyorin tersenyum malu.
" Udah ahhh... Beresin semua buruan.. Lama banget... " Hyorin mulai memasukkan baju baju Mazta yang di pakai semalam.
" berantakan banget... " sambung Hyorin.
__ADS_1
" apa sii calon istri... Ngedumel terus .. " Mazta pun membantu membereskan baju baju nya.
" bisa nggak sii jangan buat aku melting terus... " kali ini Hyorin lepas kontrol dengan ucapan nya.
" Ohhhh jadi dari tadi ada yang melting..." sahut Mazta.
Hyorin pun memejamkan matanya sembari menghela nafasnya perlahan dan senyuman nampak di sudut bibir Hyorin.
Hyorin perlahan membuka matanya dan tiba tiba Mazta sudah ada di hadapan nya
Cuppppppp...
Kecupan itu kembali mendarat kali ini tepat di bibir Hyorin.
Hyorin pun langsung kaget mata nya melolot tanpa aba aba dan Mazta langsung beranjak dari hadapan Hyorin.
Tiba tiba Buuugggggggg.... Sebuah bantal di lempar ke arah Mazta.
Mazta pun menoleh ke arah Hyorin dan tersenyum dengan senyuman andalan nya.
Hyorin pun membalas senyuman Mazta.
Mazta kembali berjalan ke arah Hyorin dan berlutut di hadapan Hyorin yang sedang duduk di sofa hotel.
" nggak ada maksud kurang aj*ar...sulit banget untuk di tahan.. Maaf... " ucap Mazta lembut sembari memegang telapak tangan Hyorin.
Tak ada reaksi apapun dari Hyorin selain senyuman kecil di bibir Hyorin. Baru kali ini bibir Hyorin tersentuh oleh lawan jenis Mazta lah yang pertama kali mengecup bibir nya.
Dan beberapa menit kemudian Hyorin dan Mazta keluar dari kamar Mazta untuk breakfast sebelum mereka meninggalkan hotel.
Mereka pun duduk berdua menikmati breakfast.
" Mau minum apa..??? " tanya Hyorin.
" Air putih aja... Lebih sehat kayak nya... " jawab Mazta.
" gaya banget sii... " sahut Hyorin.
Hyorin pun berlalu meninggalkan Mazta.
Mazta mengedarkan pandangan nya kesegala arah namun dia tak menemukan apa yang dia cari.
" cari siapa...??? " tanya Hyorin yang datang membawakan segelas air putih di tangan nya.
" Bang Andra nggak kelihatan.. Dia nggak sarapan... " ucap Mazta.
" belum keluar kali.... " sambar Hyorin.
" yaudah nanti kita ke kamar bang Andra dulu yaa... " Mazta yang sudah selesai dengan sarapan nya.
" nggak ahh... Ngapain... Kita habis ini langsung pulang.. Aku capek... " tolak Hyorin.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1