
Mereka akhirnya berangkat kesekolah. sesampainya di sekolah mereka langsung masuk dan tiba - tiba terdengar suara cowok yang berlari menghampiri hyorin.
" haiii rin.. " ternyata cowok tersebut adalah bima
" ngapain sii... pagi - pagi gue harus lihat yang ginian.. " mazta berbicara dalam hatinya
" kenapa bim..??? " tanya hyorin
" nanti malem ada acara nggak..??? " pertanyaan bima cukup mengejutkan mereka semua
" tahannn... " bisik rendi saat melihat mazta yang mulai memanas
ametta dan reina hanya beradu pandangan saat melihat bima mendekati hyorin
" gue..??? enggak juga sii... " jawab hyorin sedikt terbata - bata
" kita keluar yuks.. malem mingguan gitu.. " bima yang mencoba mengajak hyorin
melihatnya mazta melipatkan kedua tangan nya di dada nya namun diaz mencoba menarik seragam mazta dari belakang seolah - olah meng kode untuk tetap santai. mazta melihat mega yang sedikit menggelengkan kepalanya.
" sorry yaa bim.. kayaknya gue nggak bisa deh..gue ada sesuatu yang nggak bisa di tinggalin.. " hyorin mencoba menolaknya secara halus. melihat penolakan hyorin ada perasaan lega di hati teman - teman nya apa lagi mazta rasanya ingin besorak horaayyy dengan sekenceng - kencengnya.
bima pun mencoba menerima nya dan pergi meninggalkan mereka.
" kenapa lo..??? bahagia banget lihat anak orang di tolak.. " rendi mencoba meledek mazta
" pasto donk... " sahut mazta
" yaudah.. kita masuk kelas dulu yaa.. " pamit hyorin.
mega.. reina.. dan ametta pun mengikuti hyorin.
" ehhh.. emangnya apa yang nggak bisa lo tinggalin..??? " ametta merasa ada yang di sembunyikan hyorin dari dirinya
" nggak ada... " jawab hyorin dengan santai
" yeehhhh ini anak pinter juga cari alesan.. " sahut reina
" biarin.. lagian gue males..." hyorin sambil membenarkan dasinya.
gurupun membagikan kartu ujian di masing - masing kelas.
" oke anak - anak... saya berharap kalian belajar di rumah.. siapkan diri kalian untuk hari senin besok.. jangan keluyuran.. dan jaga kesehatan... " pesan ibu guru dan setelahnya meninggalkan kelas
DRrttttt... Drrrtttt.. Drtttttt...
ponsel hyorin bergetar di saku nya
📩 Dimazta
yangg.. gue tunggu di ruang music sekarang.. only you please... 🙏
begitu hyorin membaca pesan dari mazta , hyorin keluar kelas dan menuju ruang music.
Kleeekkkkk
hyorin membuka pintu ruang music di lihatnya hanya ada mazta yang duduk sendiri yang sedang memainkan gitar akustik disana.
" yang lain mana..??? " tanya hyorin yang mencari teman - teman mazta
" apa sii yangg... disini cuma ada gue kali... " jawab mazta dan menarik hyorin duduk di kursi sebelah nya
__ADS_1
hyorin melirikkan mata nya tajam menelisik apa sebenarnya maksud mazta memintanya ke ruang music.
" apa..??? " tanya mazta dengan suara lembutnya
" trus kita ngapain disini... nanti ada guru yang lihat gimana..??? " hyorin yang mulai panik.
" santai aja... lagian pintunya juga di buka kok... orang - orang bisa lihat kita disini nggak ngapa - ngapain yangg.. " mazta mencoba menghilangkan kepanikan hyorin.
hyorin hanya memutar bola matanya males.
" jangan gitu donk... gue punya satu lagu buat lo.. ini tentang hati gue selama ini... " mazta menarik tangan hyorin saat hyorin mencoba beranjak dari kursinya. hyorinpun duduk kembali saat mazta mulai memainkan gitarnya. ditatap mata hyorin dengan penuh makna saat mazta mulai menyayikan lagu untuknya.
Immortal love song - by Mahadewa
Tak pernah ku sangka
Aku bisa merasakan cinta sejati
Dan tak pernah benar-benar mencintai
Manusia di bumi ini
Untuk kamu, kamu, kamu
Dan tak pernah aku meminta
Balasan semua, semua, semua
Tuhan pun tahu jikalau aku
Mencintai dirimu tak musnah oleh waktu
Hingga maut datang menjemputku
Ku tetap menunggu kamu di lain waktu
Untuk kamu, kamu, kamu
..
Dan tak pernah aku meminta
Balasan semua, semua, semua
Tuhan pun tahu jikalau aku
Mencintai dirimu tak musnah oleh waktu
Hingga maut datang menjemputku
Ku tetap menunggu kamu di lain waktu
Tuhan pun tahu jikalau aku
Mencintai dirimu tak musnah oleh waktu
Hingga maut datang menjemputku
Ku tetap menunggu kamu di lain waktu
hyorin sedikit terenyuh hatinya saat mendengarkan mazta menyanyikan lagu itu untuknya. dalam hati nya tersimpan beribu - ribu kata maaf masih belum bisa membalas rasa cinta mazta untuknya. namun hyorin yakin seyakin - yakin nya kalau suatu saat mazta menyadari akan suatu hal mengapa hyorin tidak mau dalam ikatan pacaran dengannya hanya perlu waktu saja untuk mengungkap itu semua.
__ADS_1
tanpa mereka berdua sadari sedari tadi milka mengintip mereka dari balik pintu ruang music. melihat mereka membuat milka muak dengan hyorin apa lagi kata - kata hyorin terus terngiang - ngiang di telinga milka membuat milka rasanya ingin membuat perhitungan dengan hyorin. semakin nyesek rasanya kalau milka harus berlama - lama melihat mereka berduan dan milka memutuskan untuk pergi meninggalkan ruang music.
ponsel mazta berdering memecahkan kesunyian diantara mereka berdua. pesan masuk dari diaz
📩Diaz
Dimana lo..??? kita tunggu di kantin...
📨Dimazta
oke gue kesana...
hyorin dan mazta pun keluar dari ruang music. sudah bukan rahasia lagi melihat hyorin dekat dengan mazta semua siswa berargument sendiri melihat mereka jalan berdua.
" dari mana sii... sekarang udah mulai berduan nihhh.. " kata mega yang melihat hyorin dengan mazta sampai di kantin.
" kepooo.... " jawaban mazta membuat ametta tertawa.
" hehhhhh... jangan lebar - lebar ketawa nya... lalat masuk baru tau rasa lo... " sahut diaz
" apa sii... lo emang yaa.. sama - sama nyebelin kayak mazta.. " ametta memalingkan wajahnya.
" enak aja gue di sama - samain sama diaz.. gantengan gue lahh... " ucap mazta dengan Percaya diri.
" udah - udah... nggak usah debat kayak anak kecil.. " ucap reina
" ehhhh sat night kita keluar yuk... mumpung belum ujian gitu... " ajak mega. membuat mereka cowok - cowok sejenak terdiam.
" kenapa pada diam gitu.. kalian nggak mau nihh..??? " tanya mega
namun mereka masih diam dan hanya beradu pandangan
" yangg.. kenapa sii.. nyebelin banget deh...! " mega yang mulai emosi
" emmmm.... gimana yaa... " jawab rendi sedikit bingung
" hayoo lhooo kalian ada acara yaa... " ucapan ametta membuat mereka kaget.
" tau dari mana ni anak songong.. " gumam pandhu
" kenapa ndu..??? " tanya reina yang sangat penasaran.
hyorin yang sedang duduk hanya diam menatap mazta yang duduk di sampingnya berharap ada penjelasan dari mazta.
" apa sii... " mazta yang meletakkan tangan nya di balik punggung hyorin
" oke.. kalau kalian nggak mau cerita nggak apa - apa.. kita pergi aja yuk girls.. " mega yang tiba - tiba berdiri dari duduk nya.
" ehhh jangan.. jangan.. oke.. oke.. gue jelasin dulu.. " rendi yang menarik mega untuk duduk kembali.
namun mereka hanya terdiam kembali
" udah ngomong.. lama banget sii... tinggal ngomong aja kenapa sii.. " mega yang sewot melihat rendi hanya diam
" oke.. jadi malam ini kita ada undangan pembukaan usaha temen kita... " rendi mencoba menjelaskannya
" usaha apa... " sahut mega
" club.. " sambar diaz
melihat diaz membuat mazta memejamkan matanya sekejap. " mati gue...siap - siap nih hyorin ngomel.. " ucapnya dalam hati.
__ADS_1