Setia Ku Menantimu

Setia Ku Menantimu
#CHAPTER 57


__ADS_3

Beberapa hari setelah acara pertunangan mazta dan hyorin semua nya kembali sibuk mempersiapkan wedding Nadya dan Andra.


Walaupun sudah ada Wedding organizer namun mereka tetap saja ikut sibuk dalam mempersiapkan acara tersebut.


Besok adalah hari yang paling bersejarah untuk bang Andra dan Kak Nadya. Hari ini hyorin memutuskan untuk tinggal di rumah menikmati waktu bersama Kak Nadya di rumahnya.


" Kak... Janji yaaaa.. Kalau udah nikah.. Lo nggak boleh ninggalin gue sendirian... " ucap hyorin dengan wajah sendu nya.


" iyaa... Aku pasti nggak akan kemana - kemana..." jawab Kak Nadya sembari mengusap puncak kepala hyorin.


" janji...???? " hyorin kembali mengangkat jari kelingkingnya.


" Pasti.... " Kak Nadya pun menautkan jari kelingkingnya.


*


*


*


*


*


Malam hari nya keluarga Mazta sudah mulai berdatangan di hotel yang sudah mereka booking untuk acara wedding Bang Andra.


selesai memasukan koper koper ke Kamarnya Mazta keluar menuju smooking room.


" acara cuma dua hari ribet banget bawa bawa koper segala... " mazta menggerutu kesal.


" Kamu ini.... Abang mu sibuk mondar mandir kamu malah santai disini... " suara tersebut terdengar dari belakang mazta.


" paaahhh... Papa ngapain disini pa... Nggak sehat disini paaahh... Banyak asap rokok... " Mazta yang berdiri menghampiri papa nya.


" sudah tau nggak sehat.. Tapi kamu masih saja merokok.. " sambar papa Mazta.


Mazta hanya tersenyum dan keluar dari smooking room bersama Papa nya.


" Mazta.... Banyak banyak belajar dari Abang mu...dari segala Hal yang Dia lakukan untuk keluarga kita... Papa yakin suatu saat Nanti kamu bisa jadi orang hebat melebihi Papa dan Abang mu... " perlahan lahan Papa mazta menasehati anak nya karena dia sedang mempersiapkan anak bungsu nya untuk Meneruskan Usaha nya.


" iyaaa iyaaa... Papa tenang saja.. Mazta pasti akan berusaha demi.... " ucapan Mazta terhenti.


" hyorin..??? " Sambar Papa


" salah satu nya itu.... " Mazta tersenyum Malu


" Bagus kalau kamu sudah punya tujuan di masa depan mu...kamu mencintai wanita yang tepat... " ucap Papa Mazta.


Saat mereka berdua sedang ngobrol tiba tiba ada seorang lelaki dengan seorang anak perempuan yang menghampiri mereka.lelaki tersebut usia nya kurang lebih di bawah usia Papa Mazta.


" Pak Ady..... Selamat malam... lama tidak berjumpa... " sapa nya sembari mengulurkan tangan nya.

__ADS_1


" selamat malam... Pak Lukas... " Papa Mazta pun menyambut uluran tangan nya.


Dia adalah Lukas Himawan seorang pengusaha restaurant Classic di jakarta.


Ter sadar sedari tadi Mazta melihat anak perempuan yang di gandeng Pak Lukas ternyata dia Milka.setelah beberapa bulan Lulus Sekolah SMA Mazta harus bertemu kembali dengan Milka.


" Hai kak Mazta..??? " sapa Milka dengan senyum sumringahnya.


Namun Mazta hanya diam saja tanpa ekspresi apapun.


" Kalian saling kenal..??? " tanya Pak Lukas


" Kak Mazta ini kakak kelas aku daddy... " jawab Milka dengan Manja.


Papa Mazta sedikit heran melihat ekpresi wajah Mazta saat bertemu dengan Milka.


" Sedang apa disini Pak Ady..??? " tanya Pak Lukas yang sedikit Sok akrab karena siapa yang tak ingin berteman Akrab dengan Ady wijaya dengan semua bisnisnya dan kekuasaan nya semua orang ingin merebut perhatian nya.


" Ohhh.. Kebetulan sedang ada acara keluarga.. Cuma itu aja kok... " Jawab Papa Mazta.


" Maaf Om.. Kita kembali ke kamar dulu yaa.. Permisi... " pamit Mazta tanpa meminta persetujuan Papa nya. Karena bosan sekali rasanya harus bertemu dengan Milka.


Melihat Mazta dan Papa nya pergi begitu saja membuat Milka geram.


" Dad... Bantu Milka untuk dapetin dia.." ucap Milka.


" apa..???!! Siapa yang Kamu Maksud..?? " Pak Lukas terkejut dengan permintaan putri nya.


" yaaa.. Dia.. Kak Mazta... " sambar Milka sembari menunjuk kearah Mazta yang belum jauh dari pandangan nya.


" Plisss dad.. Plissssss.... Milka suka banget sama Kak Mazta dari dulu.... " Milka terus memohon kepada daddy nya.


" Nanti Daddy pikirkan bagaimana caranya mendapatkan dia untuk Kamu... " Pak Lukas mencoba menenangkan Milka.


Milka pun bahagia dengan jawaban Daddy nya.


*


*


*


*


Sementara Mazta berjalan Mengantarkan Papa nya kembali ke kamarnya.


" Pahh.. Siapa tadi...?? " tanya Mazta.


" ohhh.. Dia pak Lukas... Pemilik restaurant House of classic " jawab Papa Mazta.


" Ohhh jadi house of classic punya dia... " gumam Mazta.

__ADS_1


" Iyaaa.. Dia pemiliknya... " sambar Papa Mazta.


" Kok dia tanya kita ngapain disini pah... Memangnya dia tidak di undang...?? " Mazta terus bertanya kepada Papa nya.


" Tidak.... " jawab nya singkat.


" Ohhhh bagus deh kalau begitu... " Mazta lega mendengar jawaban Papanya.


hingga akhirnya mereka sampai di depan kamar orang tua Mazta.


" Papa Masuk dulu.. Mungkin Mama mu sudah tidur... Kasihan Pasti nungguin Papa dari tadi... " papa Mazta langsung masuk ke kamar nya.


Begitu juga dengan Mazta yang langsung kembali menuju kamarnya. Didalam kamarnya Mazta masih sedikit kesal tentang pertemuan nya dengan Milka malam ini.


" Gue kira.. Gue lulus SMA bisa lepas dari dia... Ehhh nggak tau nya ketemu lagi... dunia terasa sempit sekali... " gumam Mazta.


" Orang orang kayak Lo yang membuat dunia jadi sempit... " suara Bang Andra yang keluar dari bathroom


" woy... Ngapain Lo disini...perasaan gue nggak salah masuk kamar... " Mazta yang melihat lihat sekeliling nya.


" gue nggak bisa tidur... Makanya gue kesini.. " jawab bang Andra.


" aaahhhh Lo gelisah yaaa.. aaahh payah Lo.. Dasar CEO payah.... " Mazta melempar sebuah bantal ke wajah bang Andra.


Mereka pun berbincang bincang hingga larut malam menikmati kebersamaan mereka sebelum Bang Andra melepas Masa lajang nya.


Moment moment seperti ini kelak akan mereka rindukan. Karena setelah menikah pasti waktu mereka akan terbagi dengan pasangan mereka masing masing.


Perjalanan yang sangat panjang bagi Bang Andra untuk sampai di titik ini yang sempat terpisahkan oleh jarak dan waktu hingga akhirnya di pertemukan lagi dan di satukan kembali oleh tuhan.


" Bang.... Memang benar kata papa... Gue harus banyak belajar dari lo... " ucap Mazta di sela sela obrolan mereka.


" ta... Gue mungkin bukan orang yang sempurna ta... Gue juga pernah berbuat salah...tapi semua yang gue lakuin... Itu semua demi kalian.. Demi Papa.. Mama.. Dan Lo... Dan besok tanggung jawab gue tambah satu lagi ta.. Yaitu istri gue.. Gue berharap lo ngertiin gue dan lo mau nemenin gue berjuang mempertahan kan apa yang selama ini papa bangun buat kita.. Gue cuma minta itu ta dari lo.. " mata bang andra sedikit berlinang dan menyimpan setetes air di pelupuk matanya.


" gue akan berusaha bang... Sekarang gue tahu betapa sulitnya jadi lo... " ucap Mazta.


" Lo nggak harus jadi seperti gue ta... Jadi diri lo sendiri.. Lo itu lebih hebat dari gue.. Gue yakin Lo pasti bisa jadi lebih hebat dari gue.. " Andra kembali menasehati Mazta.


" Bantu gue untuk bisa lebih hebat dari lo... " mazta tersenyum penuh keyakinan.


" Pasti...!!!!" jawab bang andra singkat.


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2