
" Aku suka lihat kamu manja kayak tadi....." ucap mazta yang sedang fokus mengemudi.
" apaan sii... " hyorin tersipu malu mendengar ucapan mazta membuat pipinya merah merona.
" kenapa....??? jujur aku suka kamu yang manja.. maksud aku manja dalam artian minta di perhatiin... " pandangan mazta masih lurus kedepan melihat kendaraan yang berada di depannya.
hyorin hanya diam saja bingung apa yang harus dia katakan akhir akhir ini hyorin merasa tingkah mazta lebih manis.. lebih perhatian.. lebih membuat dirinya merasa di cintai dengan sepenuh hati.
" kamu yakin yangg.. kalau aku jadi orang kantoran aku belum tau bisa lebih perhatian sama kamu atau nggak nya lho..yang namanya orang kantor pasti sibuk dengan kerjaan nya yangg... " mazta mencoba meyakin kan kembali permintaan hyorin.
" nggak masalah mazta... dari pada setiap hari di perhatiin tapi cuma lewat ponsel nggak ketemu orang nya... yang aku butuhin itu ada kamu disini.. walaupun nggak setiap saat kamu ada di samping aku... " jawaban hyorin kali ini cukup serius membuat mazta mantap menghilangkan niatan nya untuk kuliah di luar negri.
" yaudah kita langsung nikah aja setelah lulus.. jadi aku bisa setiap saat di samping kamu... " sambar mazta dengan menaik turun kan alisnya.
hyorin pun menghela nafasnya sejenak
" nggak sabaran banget.... !! " ketus hyorin
" iya lah.. siapa yang bisa sabar coba kalau cewek yang di nikahin secantik kamu.. " ucap mazta lirih
" ngomong apa tadi... ??? " sambar hyorin
" nggak sayang.. bukan apa apa kok.. '" mazta mencoba berkilah.
sesampainya di sekolah mereka menghampiri teman teman nya. " morning bebebp kuhhh... " sapa ametta yang begitu semangat hari ini. hari ini mereka masih dalam kegiatan class meeting.
" kenapa nggak masuk....??? " tanya hyorin.
" kan gue nungguin Lo... " sambar ametta
" nungguin hyorin apa nunggui gue..... " mazta mengedipkan satu matanya.
" ihhhhh bebp... tuhhhh calon suami lo nyebelin banget.... " ametta memanyunkan bibirnya.
" kalau menurut gue... lo move on dari gue deh ametta... " ucap mazta. semuanya menertawakan nasib ametta yang jadi bahan ledekan.
mereka semua masuk ke sekolah dan langsung menuju kantin. entah kenapa tidak ada satu pun dari mereka yang tertarik dengan kegiatan classmeeting mereka malah asyik bercanda ngumpul di pojokan kantin yang menjadi tempat favorit mereka.
kali ini mazta mengambil kursi dan menempatkan nya persis di dekat hyorin bahkan berhimpitan begitu dekat membuat mega tersenyum melihat tingkah mazta.
" yaelah men.. nggak segitunya kali... kenapa lo itu akhir akhir ini seneng banget sii yang mepet mepet... " ucap pandhu.
__ADS_1
namun mazta tak menghiraukan ucapan pandhu dan anteng aja duduk di sebelah hyorin tangan nya berada di balik punggung hyorin tepat nya di sandaran kursi.
" gila.. bucin banget lo ya sekarang... " sambar Diaz
" asli.. bener banget omongan lo yaz.. tadi pagi aja dia ketemu hyorin langsung nyosor men.. " imbuh rendi.
" hahahahaha.... " tawa ametta menggelegar di antara mereka merasa puas karena mazta menjadi topik pembahasan di antara mereka.
" hehhhh bisa diem nggak lo...! " sekali sentakan dari mazta ametta langsung menutup mulut nya.
Plaaaaakkkkkkkk hyorin menabok lengan mazta cukup keras membuat mazta sedikit meringis kesakitan.
mazta pun langsung bersembunyi di balik punggung hyorin dan hidung nya mengendus endus rambut hyorin yang di gerai membuat teman teman nya saling menggelengkan kepala mereka masing masing.
hyorin pun beranjak dari dari kursinya karena risih melihat tingkah mazta yang membuat dirinya sedikit kikuk.
" mau kemana...???? " tanya mazta.
namun hyorin hanya diam saja dan berjalan memesan minuman.
" apa lo lihat lihat haa... lo diem diem merhatiin gue yaaa. .. " mazta memergoki ametta diem diem sedang memperhatikan dirinya.
" karena gue suka ngledekin lo.. hahaha.. " mazta tertawa melihat wajah ametta yang blushing
" udah metta... kayak baru kenal mazta aja.. dari dulu SMP juga udah kayak gitu... " imbuh reina.
" hehhhh nggak usah ketawa terus... lihat tuh yang di sebelah hyorin siapa..???? " mega sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah hyorin yang sedang mengantri membeli minuman.
mazta langsung menoleh mengikuti arah jari mega. dilihatnya bima yang sedang ngobrol dengan hyorin namun mazta tak menghiraukan nya karena mazta sepenuh nya percaya hyorin tidak ada hubungan apa apa dengan bima.
" tumben anteng lihat yang begituan... " ucap rendi
" terus gue harus marah gitu..??? udah nggak jaman men... " jawab mazta dengan santai.
" ya bagus dehhh kalau lo udah sepenuhnya percaya sama hyorin... " celetuk reina.
" kalau sama yang onohhh gimana tuh....??? " sambar diaz yang melihat milka berjalan kearah mereka.
mazta pun menarik nafasnya melihat milka yang berjalan ke arah nya.
" buat lo aja yaz.... " ucap mazta raut wajah nya langsung kecut melihat milka.
__ADS_1
" haiii kak mazta... " sapa milka yang yang menarik kursi di dekat mazta. namun ametta langsung berlari dan duduk di kursi yang di tarik milka.
ametta menoleh ke arah mazta dan menaik turunkan alisnya. mazta pun seketika tersenyum melihat tingkah ametta yang mencoba menghalangi milka yang hendak duduk di dekat mazta.
" good job ametta.... " gumam mega
milka sejenak terdiam wajah nya merah padam menahan emosi melihat tingkah ametta.
" Lo apaan sii kak... kenapa lo nyerobot tempat gue haaahh.... " milka melotot melihat ametta yang ada di depan nya.
namun ametta hanya diam tak peduli dengan ocehan milka.
" lo kenapa sii... selalu cari masalah sama gue.. " saat milka emosi dan ingin menarik rambut ametta tiba tiba tangan nya tertahan oleh tangan hyorin.
" jangan pernah Lo sentuh temen gue.. seujung kuku pun..!! " ucap hyorin penuh dengan penekanan dan sorot mata yang tajam membuat mazta sedikit kaget.
" ohhhhh jadi cabe cabean ini temen lo... lo bilangin ke temen lo ini.. bisa nggak... nggak usah ikut campur urusan gue... " ucap milka.
namun hyorin hanya membuang muka nya melihat milka yang mencoba berbicara padanya.
" hehhh... gue itu ngomong sama lo kak... kalau orang ngomong itu di lihat muka nya... " milka semakin emosi.
ada rasa khawatir di hati mazta melihat hyorin yang beradu mulut dengan milka namun mazta akan coba melihat sejauh mana mereka beradu mulut asalkan jangan sampai beradu fisik.
" sorry... mata gue terlalu mahal kalau harus menatap wajah orang seperti Lo... " jleebbbb kata kata yang keluar dari mulut hyorin membuat teman teman nya seketika terperangah.
" kenapa sii lo selalu menang semua nya di atas gue hahh..!!gue benci banget sama lo kak..!! benci..!!gue akan rebut semua yang lo ambil dari angan angan gue...!!! " milka yang teriak teriak dan kemudian pergi meninggalkan hyorin.
hyorin pun duduk di kursi yang kosong dan memejamkan matanya cukup lama mencoba mengembalikan suasana hatinya. perlahan hyorin membuka matanya setelah dirasa suasana hatinya mulai membaik.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1