
hyorin dan mazta sampai di sebuah danau buatan yang berada di pinggiran kota. sejenak menikmati waktu berdua menjauh dari keramaian kota. merekapun duduk di sebuah kursi panjang menghadap danau.
" maaf... maaf karena aku tidak peka.. tidak tau apa maksud dari jawaban mu.... " ucap mazta.
hyorin hanya tersenyum menatap mazta.
" kenapa kamu begitu yakin dengan niat ku melamar mu...??? " tanya mazta.
" kamu cowok pertama yang setia menanti ku mazta...aku tau aku banyak menyakiti mu.. tapi kamu selalu bertahan.. walaupun kamu sering menyerah tapi kamu selalu kembali lagi kepada ku... " mata hyorin kembali berkaca kaca.
" rinnnn... mungkin saat ini aku belum punya apa apa untuk melamar mu... dan mungkin nanti saat melamarmu pun aku masih bergantung dengan papa mama ku.. tapi.. aku pastikan suatu saat nanti tiba waktunya aku menikahi mu.. pasti aku sudah menjadi laki laki yang mapan.. " mazta mencoba meyakinkan hyorin
" terussss....???? " tanya hyorin
" papa memintaku untuk gabung di perusahaan sayang... " jawab mazta.
" terusss.. terussss...???? " hyorin begitu semangat.
" heiiii... kenapa kamu begitu semangat... " mazta tersenyum melirik hyorin.
" yaa nggak apa apa.. pengen tahu aja... " sebenernya hyorin sedari tadi ingin bertanya tentang hal itu namun mazta malah membuka obrolan tentang itu membuat hyorin semakin kepo.
" menurut kamu aku harus gimana...??? " mazta mencoba meminta pendapat hyorin.
" kalau menurut aku sii... terserah kamu aja... tapi biasanya orang tua lebih tau yang terbaik buat anaknya... " jawaban hyorin sedikit menjurus.
" bilang aja kamu nggak mau kalau aku kuliah di luar negeri... " mazta menggoda hyorin.
hyorin hanya tersenyum malu karena ketahuan apa yang ada di pikiran nya.
mereka berdua larut dalam kebersamaan yang telah lama mereka nanti nantikan.
" ohhh iya... aku lupa.. besok aku ikut fashion show launching butik temen nya mamah... " kata hyorin.
mazta pun seketika menoleh kepada hyorin.
" serius..???? " ucap mazta.
" yeahhh.. " jawab hyorin singkat.
" duhhhh... ngapain juga sii harus ikut fashion show.. mau pamer body nya yang bagus gitu..??? boleh nggak sii gue melarang dia... ahhh nanti dia kira gue terlalu posesive lagi... " batin mazta yang sebenarnya tak setuju dengan hyorin.
" hallo...??? kenapa bengong... " hyorin yang melambaikan tangan nya di wajah mazta.
" ehhh.. nggak apa apa kok... aku temenin yaa yangg... " mazta mencoba menawarkan dirinya.
__ADS_1
" hahhh...??? kamu yakin..??? nggak usah repot repot... aku bisa kok pergi bareng mega.. ametta dan reina... " hyorin menolak tawaran mazta.
" kenapa jadi dia yang nggak peka sii... gue itu cuma nggak rela aja dia jadi tatapan para fotografer disana...gitu aja nggak ngerti... " mazta menggerutu dalam hatinya.
" mazta.. kamu kenapa siii....??? " tanya hyorin.
" nggak apa apa.. jam berapa besok..???? " tanya mazta kembali.
" jam 7 malem sii... " jawab hyorin.
" oke... aku anterin kamu... " sahut mazta
hyorin pun akhirnya menyerah kalaupun menolak percuma saja mazta tetap kekeh mau menemani dirinya.
malampun mulai larut mereka berdua akhirnya memutuskan kembali ke rumah. maztapun mengantarkan hyorin pulang kerumahnya terlebih dahulu
*
*
*
*
" shiiitttttt... !!! bikin kaget aja ini orang.... " mazta melemparkan jaketnya kepada andra.
andrapun terbangun dari tidur nya.
" gue kira lo lupa jalan pulang... " ucap andra dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.
" nggak laaaahhhh.... " mazta membuka pintu balkon dan duduk sembari menghirup vape nya.
" gimana...???? " tanya andra yang menghampiri mazta.
mazta pun tau apa maksud pertanyaan abangnya.
" masih banyak syarat bang... kalau pun gue ngelamar hyorin.. nikahnya juga masih lama.. nunggu dia lulus kuliah... " jawab mazta.
" hahahahahahha... " andra menertawakan adiknya.
mazta pun menoleh ke arah andra.
" sorry.. sorry.. nggak ada maksud apa apa kok.. cuma lucu aja...demi seorang hyorin.. lo rela menunggu untuk waktu yang lama.. " ucap andra.
" iya lahhh... kalau gue nggak berjuang buat dia..gue bakal kehilangan dia bang.. dia banyak yang suka.. termasuk lo..!! " mazta melirikkan mata nya tajam.
__ADS_1
" nggak lhaaaa... gue cuma nganggep dia adik gue ta.. sama kayak lo... " andra terdiam sejenak.
" ehhhh... jangan lupa... gue belum minta imbalan sama lo.. " sambung andra.
" ya udah ngomong aja.. minta imbalan apa..??? " tanya mazta.
" gue mau lo... bantuin gue di perusahan.. plisss joint di adi wijaya grup... jadi partner gue... " jawab andra.
seketika mazta meletakkan vape nya di meja dan sedikit memijat pelipisnya.
mazta menghela nafasnya perlahan.
" kenapa permintaan lo sama kayak permintaan papa sii bang... " mazta tertunduk memikirkan permintaan abangnya.
" ta... kalau bukan lo.. siapa lagi.. papa udah pengen istirahat dari perusahaan ta...apa salah nya.. lo coba joint dan jadi partner gue.. lagian ini perusahaan papa ta.. bukan perusahaan orang lain... " ucap andra.
" tapi bang.. gue nggak bisa.. lo tau kan.. cita cita gue kuliah di luar negeri.. " mazta kembali menolak
" gue yakin itu bukan cita cita.. tapi itu sebatas ambisi lo aja ta.. " andra kembali melontarkan kata kata menohok untuk mazta.
mazta terdiam memikirkan omongan abangnya. fikiran nya kemana mana antara papa nya dan keinginan nya.
" lo dengerin gue baik baik... lo mau pergi keluar negeri ninggalin keluarga sama hyorin.. lo yakin..???? percuma lo perjuangin hyorin tapi akhirnya lo pergi jauh dari dia... yang kedua... apa lo lebih rela yang jadi partner gue adalah orang lain.. bukan anak kandung adi wijaya...perusahaan yang papa bangun dari nol... untuk masa depan anak anak nya... tapi lo sendiri yang jadi anak kandungnya... malah nggak peduli... " ucap andra.
" bang.. siapa sii yang nggak peduli... " mazta memotong pembicaraan andra.
" gue peduli bang... cuma ini belum waktunya.. gue butuh ilmu yang cukup untuk berada di perusahaan papa dan jadi partner lo.. " mazta mencoba menjelaskan alasan nya.
" mazta... apa lo tau perjuangan gue...??? gue pun masuk perusahaan seumuran lo.. gue lulus sekolah.. gue masuk perusahaan... gue di bimbing sama papa.. gue juga masih bisa kuliah... gue bahkan melewatkan waktu gue bermain dengan temen temen gue.. itu semua gue lakuin demi siapa ta..??? demi papa.. mama.. dan lo...!!! karena tekad gue dulu... gue harus bisa buat perusahaan papa menjadi perusahaan besar.. sebelum lo dewasa.. dan sekarang...lo bisa pake semua fasilitas ini...tanpa lo tau perjuangan gue dan papa... lo itu lebih beruntung dari gue ta... lo sekarang bisa masuk di perusahaan.. tanpa lo tau betapa susah payahnya gue dan papa berjuang dari nol... " andra meluapkan semua isi hatinya berharap mazta mengerti dengan keinginan nya.
mazta pun semakin bingung di buatnya banyak hal yang dia harus pertimbangkan setelah mendengar keluh kesah abangnya.
" gue mohon.. lo pikirkan lagi permintaan gue ta.. " andra menepuk pundak mazta dan pergi meninggalkan mazta yang masih termenung di balkon kamarnya.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1