Setia Ku Menantimu

Setia Ku Menantimu
#CHAPTER 42


__ADS_3

Mazta memasukkan koper Nadya ke dalam bagasi mobil. sejenak Nadya menatap mobil itu.


" Mobil andra... apa kabar dia sekarang...??? " gumam Nadya sembari menunjukkan senyum tipis di wajah nya.


" yangg... kamu duduk di depan kan yangg... " mazta membukakan pintu mobil untuk hyorin.


" yangg....???? " tanya Nadya kepada hyorin.


Namun hyorin dan Mazta hanya saling menatap kikuk.


" Kalian menjalin hubungan...??? dek... kenapa kamu nggak cerita sama kakak...??? " tanya Nadya kembali.


" udah ayo masuk dulu... kita ngobrol sambil pulang... " hyorin pun menuntun Nadya masuk ke dalam mobil.


merekapun akhirnya pulang di sepanjang jalan Nadya masih penasaran dengan hubungan adiknya dengan hyorin.


" Mau makan dulu nggak nihh..??? " tanya mazta memecahkan keheningan diantara mereka.


" nggak Usah... aku tadi udah minta mbok sumi buat masak.. kita makan di rumah aja.. kasihan mega nungguin.. " jawab hyorin.


" dek.. kamu belum jawab pertanyaan kakak lho dek... " Nadya tak bisa menahan rasa penasaran nya.


" kak Nadya kepo yaa...." mazta yang meledek nadya sembari memegang kendali stir mobilnya.


" gue serius mazta... coba lo jawab pertanyaan gue... " Nadya mencoba membujuk Mazta.


Mazta pun menceritakan semua kisah nya bersama hyorin pada Nadya hingga saat ini dengan status diantara mereka berdua.


" Dekkk... harus nya kamu ngomong sama kakak dek.. biar kakak bantu kamu menguji kesetiaan Devil ini dek... " imbuh Nadya setelah mendengar penjelasan mazta.


" tenang kak... ujian masih berlanjut...tidak semudah itu kok... " hyorin pun tertawa di ikuti dengan tawa Nadya.


" Kalian ini... sama sama pintar menguji kesetiaan laki laki... " mazta terus fokus dengan kemudinya.


" Ohhh yaaa... bagaimana kabar abang mu ta...??? " pertanyaan Nadya membuat mazta tersenyum.


" emang lo nggak pernah kontak kontakan gitu...??? " mazta malah balik tanya


" sejak kejadian Empat th lalu.. terakhir gue pulang ke indonesia gue nggak pernah berhubungan lagi sama dia.. gue takut aja dia lebih sakit hati... " jawab Nadya raut wajahnya seketika sedih mengingat hubungan nya dengan andra.


tak lama kemudian mereka sampai di rumah hyorin. mazta pun segera menurunkan koper dari bagasi mobilnya.


" Biar saya aja den yang bawa masuk... " ucap pak slamet.


" ohhhh nggak usah pak.. biar saya aja.. udah pak slamet lanjutin kerja aja.. " mazta menolaknya dengan sopan.


merekapun masuk kedalam rumah terlihat makanan sudah siap di meja makan.


" Kak nadya...???? " sapa mega yang baru keluar dari kamar hyorin.

__ADS_1


" hayy meg.. yaa ampun sekarang udah gadis yaaa... " Nadya melihat mega dari ujung kepala hingga ujung kaki.


" Kak nadya makin cantik aja... lama banget kita nggak ketemu... " ucap mega sembari memeluk Nadya.


hyorin pun memasukkan koper Nadya kedalam kamarnya setelah nya mereka makan malam bersama. suasana makan malam begitu ramai. mereka saling bertukar cerita selama mereka tidak bertemu. hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 22.15 mazta pun pamit pulang.


hyorin mengantarkan mazta sampai di depan rumah.


" aku pulang dulu ya yangg.. " pamit mazta.


" gihhh sana pulang... " ucap hyorin.


mazta pun langsung menoleh mendengar ucapan hyorin.


" ohhhh jadi sekarang ngusir nihhh... awas yaaa... " mazta mencoba menangkap hyorin namun dengan cepat hyorin memundurkan langkah nya.


" jadi nggak mau di peluk.. oke aku pulang... " mazta yang pura cemberut.


" aku tau kamu cuma pura pura... " sambar hyorin sembari tersenyum


mazta pun langsung berbalik tersenyum kembali menghampiri hyorin.


" ya udah aku pulang yaa sayangg.... " mazta yang gemas mengacak acak rambut hyorin.


" thankiss.... " ucap hyorin lirih


" nggak mau... udah sana pulang nanti kemaleman... " hyorin mendorong mazta sampai di depan pintu mobil nya.


mazta seketika membalikkan badan nya dengan cepat hingga akhirnya mereka saling berhadapan begitu dekat. mazta menarik pinggang hyorin hingga jatuh kepelukan nya. mazta memeluk hyorin dengan badan nya yang bersender di pintu mobilnya yang masih tertutup.


" hati hati di rumah.. jangan tidur terlalu malam.. tidak bagus untuk kesehatan kamu yangg.. " ucap mazta sembari mengecup puncak kepala hyorin.


" wangi sekali rambut nya... duhhh jangan sampai jadi candu di hidup gue nihhh.... " batin mazta yang masih memeluk hyorin.


hyorin pun perlahan melepaskan pelukan mazta.


" kalau kamu disini terus.. kapan aku tidurnya...??? " hyorin menjauhkan tubuh nya dari mazta.


" ya udah.. kali ini aku beneran pamit pulang.. sampai ketemu besok sayangg... " mazta melambaikan tangan nya dan langsung masuk kedalam mobilnya. hyorin masih menunggu sampai akhirnya mobil mazta jauh dari pandangan nya setelahnya hyorin masuk kedalam rumah.


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


sesampainya di rumah mazta langsung menuju kamarnya. masuk dan mengganti pakaian. terlihat pintu kamar balkon terbuka angin malam terasa dingin malam ini mazta mencoba menutup pintu balkon. namun terlihat andra dari balik gordyn kamar mazta. melihat Andra yang sedang berada di balkon mazta pun menghampirinya


" woyyy... lo nungguin gue...??? " tanya mazta yang menarik kursi di sebelah andra mencoba menemani abangnya.


" semenjak baikan sama hyorin lo jarang di rumah sekarang.. lo lupa haaahhh.. yang bikin lo sama hyorin baikan itu gue... " ucap andra yang sedang bersandar di kursi.


" yaelaaahhh sensitive banget lo bang.. kenapa...??? " tanya mazta karena merasa ada yang aneh dengan andra.


" gue putus sama intan... " jawab andra dengan singkat


" lo serius..??? kok bisa..??? " mazta yang mencoba meyakinkan kembali jawaban andra.


" ya bisa laaahhh... " sambar andra.


" coba deh lo cerita sama gue... " bujuk mazta.


andrapun menceritakan kejadian tadi siang saat dia memergoki intan dengan laki laki lain.terlihat raut wajah kecewa.. emosi dan sedih semua campur aduk rasanya. melihat abangnya seperti itu mazta pun mencoba menenangkan abangnya. mazta ikut merasa sakit hati saat mendengar intan dengan mudah nya menduakan abangnya.


tiba tiba mazta teringat dengan Nadya.


" Banggg... lo emang udah nggak pernah kontak kontakan lagi sama kak Nadya...??? " tanya mazta


" Nadya...???? " andra balik tanya.


" iyaaa Kak Nadya.... " jawab mazta.


" kenapa lo tiba tiba tanya Nadya ke gue.. ada apa dengan dia...??? " andra merasa ada yang aneh dengan pertanyaan mazta.


sejenak mazta terdiam berpikir kembali apa kah ini waktu yang tepat untuk memberitahu abang nya tentang kepulangan Nadya.


" mazta...! kenapa diam aja lo... " suara andra membuyarkan lamunan mazta.


" aahhh nggakk.. nggak kenapa kenapa kok.. cuma udah lama aja gue nggak dengar kabar dari kak nadya... " jawab mazta yang sedikit terbata bata.


" mungkin nggak usah gue kasih tau dulu kali yaa kalau kak nadya pulang ke indonesia.. gue takut malah jadi nambahin luka di hati bang andra... " batin mazta saat melihat abangnya bersandar di kursi sembari memejamkan matanya.


" kenapa mazta tiba tiba bicara soal Nadya.. ada apa dengan Nadya... apa mazta tau sesuatu tentang Nadya...sepertinya ada yang aneh ... " batin andra yang masih memejamkan matanya. andra memang tau seperti apa adiknya. saat mazta berkata jujur atau berbohong andra sangat mengetahui itu tapi andra kali ini sedang tidak ingin beradu argument dengan adiknya. hati nya masih sakit rasanya mengingat kejadian tadi siang.


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2