
hyorin masuk kedalam kamarnya dan bersiap - siap dan mazta menunggunya di ruang tengah.
" mau kemana si lo..??? " tanya ametta
" keppoooo.... " jawab mazta singkat
" ihhhh mazta.. asli lo nyebelin banget untung lo cakep... kalau nggak udah gue siram air comberan... " ametta mulai kesal dengan mazta
" gue kayak gini aja lo masih ngefans sama gue... apa lagi kalau gue manis sama lo...bisa - bisa lo jadi gila... " ucap mazta dengan percaya diri
" iyaaaa... kayak lo yang tergila - gila sama hyorin... " ametta meledek mazta
" sialan lo...!! berani lo ya ngkedekin gue.. " mazta melempar sebuah bantal sofa dan mendarat sempurna di wajah ametta
" sudah.. sudah... ngapain siiiiiiii... lo berdua suka banget berantem... " mega yang mencoba menengahi mereka berdua.
hyorin pun keluar dari kamarnya dengan memakai sling bag warna silver dengan menggunakan celana jeans panjang dan atasan silver dan rambut panjang di gerai.
" perfect....!!! " kalimat itu terucap dari mulut mazta melihat penampilan hyorin.
" biasa aja kali ta ngelihatin nya gitu banget.... " ucap reina melewati mazta.
hyorinpun menghampiri mazta sejenak mereka beradu pandangan dua pasang mata bertemu ada rasa jantungnya berdetak kencang saat mazta menatap hyorin dengan penuh makna.
" halllooowwww... masih ada orang di sini bebp.. berasa dunia milik berdua banget sii.... " suara ametta membuyarkan pandangan mereka.
" lo mahhhh gitu banget sama gue... nggak tahu orang lagi jatuh cinta yaa... " jawab mazta
" hahahaha.. mazta.. mazta.. lo emang tiap hari jatuh cinta sama hyorin tapi..... " ucapan ametta terhenti saat mazta menatapnya dengan tatapan tajam.
" jadi pergi nggak nihh..??? sebelum gue berubah pikiran... " hyorin yang masih berdiri di hadapan mazta.
merekapun pergi berpamitan menemui papa dan mama hyorin. seperti biasa mereka hanya berpesan jangan pulang terlalu malam dan meminta mazta menjaga hyorin saat berada di dekatnya.
mazta dan hyorin pergi meninggalkan rumah. motor mazta melaju dengan cepat hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah caffe tak jauh dari pusat kota.
" ngapain kesini...??? " tanya hyorin saat turun dari motor mazta
" gue cuma butuh waktu ngobrol berdua sama lo... gue nggak yakin kalau harus ngobrol di rumah lo.. sementara di rumah lo ada cewek - cewek ghibah itu... " mazta yang sembari melepaskan helm di kepala hyorin
mazta pun masuk ke caffe tersebut dengan menggandeng tangan hyorin. hyorin pun mengikuti langkah mazta.
" not bad sii tempatnya... ky nya seru juga dengan nuansa romantis - romantis gini... " batin hyorin
hingga akhirnya mereka duduk di sebuah sudut caffe tersebut.
" kenapa sii... selalu milih tempat yang pojok - pojok... " hyorin yang mulai duduk dan melepaskan sling bag.
" eeehhhh... jangan duduk di sebelah gue... " sambar hyorin saat mazta mencoba duduk di sebelahnya
" kenapa sii yangg.. biasanya juga gue duduk di sebelah lo... " mazta sedikit bingung dengan hyorin
__ADS_1
" yaa.. itu kan kalau di kantin sekolah ta... ini kan tempat umum.. nggak enak ahh di lihat orang - orang... " jawab hyorin sembari merapikan rambutnya.
" oke.. oke...nggak masalah... " mazta beralih ke kursi yang ada di hadapan hyorin.
mereka pun memesan makanan dan minuman untuk sekedar menemani mereka ngobrol.
" besok udah ujian awal semester yangg... 6 bulan lagi kita lulus... " mazta mencoba membuka obrolan diantara mereka berdua.
" terussss....???? " tanya hyorin yang sedang memainkan ponselnya
" lo yakin hubungan kita mau seperti ini terus...??? " mazta meraih tangan hyorin dan mencoba mengalihkan pandangan hyorin dari ponselnya
" gue serius yangg.... " sambung mazta
" yaaa terus mau lo gimana...??? " hyorin mencoba serius menanggapi mazta
" yaaaa.... maksud gue ayo lahhhh kita coba pacaran dulu yangg... " jawaban mazta mengagetkan hyorin
sejenak mereka terdiam saat pelayan caffe mengantarkan pesanan mereka berdua.
" terus gimana...??? " mazta kembali bertanya
" gue nggak mau pacaran ta... gue takut... " ucap hyorin lirih
" apa sii yang membuat lo takut... kita coba dulu apa salahnya sayangg... kita udah lama banget dalam hubungan seperti ini... entah hubungan apa yang sedang kita jalani.. gue pun nggak tahu.. di bilang pacaran enggak... dibilang teman kita lebih dari teman.. " mazta mecoba menjelaskan kepada hyorin.
hyorin kembali terdiam mendengar ucapan mazta. ditatap nya mazta yang tepat di hadapan nya melihat dari manik mata mazta hyorin melihat keseriusan disana namun hyorin masih bimbang dengan hati nya.
" maztaaa... bukan itu maksud gue... " jawab hyorin perlahan
" terus gue harus gimana..??? coba lo jelasin ke gue.. gue harus seperti apa...??? " mazta sudah mulai menyerah di hadapan hyorin.
" hyorinnn...!!!! " terdengar suara memanggil hyorin.
ternyata bima dari arah pintu masuk.
" shiiiittttt...!!! kenapa ada dia sii disini... " gumam mazta yang mendongakkaan kepalanya dan mengusap wajahnya kasar.
bimapun menghampiri hyorin dan mazta.
" kalian ngapain disini...??? " tanya bima
" bukan urusan lo... lagian lo ngapain sii gangguin kita aja... "mazta setengah emosi melihat kedatangan bima.
" mazta... udah ahhh... " hyorin mencoba meredam emosi mazta.
" yaaa lagian dia ngapain sii harus muncul disini sekarang... " mazta menatap bima dengan kesal
" kenapa..??? lagian kita teman satu sekolah juga kan.. nggak ada larangan juga kan buat gue ketemu hyorin... " jawaban bima membuat mazta tambah emosi
" lo bisa diem nggak...!!! " mazta sedikit berteriak merasa muak dengan bima.
__ADS_1
" lo kenapa sii ta.. nggak suka banget kalau gue deketin hyorin... dia single kan...??? jadi bebas donk.. siapa aja boleh deketin hyorin.. " jawaban bima semakin menantang
" ehhh... jaga ya ucapan lo... dia milik gue... " mazta semakin emosi melihat bima yang duduk di dekat hyorin
" semua orang di sekolah tau ta.. lo itu bukan pacar hyorin...jadi nggak usah sok - sok an ngelarang gue buat deketin hyorin.
mazta bangkit dari duduk nya dan tiba - tiba Buuuugggggggg sebuah pukulan mendarat di pipi bima
" maztaaa....!!!! lo apa - apa an sii...!!! " hyorin kaget dengan perlakuan mazta terhadap bima.
terlihat bima bangkit setelah tersungkur ke lantai meringis kesakitan memegangi pipi nya.
" gue nggak suka sama dia rin....!!! " teriak mazta
" mazta...!!! lo kenapa sii jadi kasar begini...!! " hyorin sangat kaget melihat mazta kembali seperti ini mengingatkan kejadian satu tahun yang lalu saat ada seorang cowok mendekati hyorin.
" kenapa...??? kenapa lo belain dia...???? lo suka sama dia rin..???? " pertanyaan itu menyerbu hyorin.
bima hanya terdiam melihat hyorin dan mazta bertengkar di hadapan nya.
" mazta.. !!! gue nggak suka kalau lo masih seperti ini mazta..!!! " ucap hyorin penuh kekecewaan dan menyimpan air mata di pelupuk matanya.
" apa ini alasan lo terus menerus menolak gue... ?? " tanya mazta lirih.
" stopp mazta stop...!!! kenapa lo jadi menduga - duga seperti ini sii..!!! " hyorin masih dalam suasana hati tak karuan melihat mazta bersikap seperti ini terhadapnya.
" oke.. gue akan stop langkah gue disini rin...saat ini..detik ini juga gue putuskan untuk stop mengejar cinta lo... " mazta yang memundurkan langkahnya.
" nggak gitu maksud gue mazta.. plissss.... " hyorin menangkupkan kedua tangan nya memohon di hadapan mazta.
" dan inget... urusan ini belum selesai.. kalaupun gue nggak bisa milikin hyorin... lo juga nggak akan bisa milikin dia... lo inget baik - baik ucapan gue...!!! " ucap mazta yang menunjukkan jari nya kepada bima.
mazta bergegas menjauh dari hyorin " maztaaaa....?!!! " teriak hyorin namun mazta tidak menghiraukan hyorin dan bergegas meninggalkan hyorin dengan bima.
bima hanya bisa mengusap kedua pundak hyorin
" sorry ya rin.. gue nggak bermaksud apa - apa... " ucap bima mencoba basa basi karena di lihatnya air mata yang lolos dari pelupuk mata hyorin yang sedari tadi mencoba hyorin tahan seketika lolos bersama dengan menjauhnya mazta dari hadapan hyorin.
*
*
*
*
*
*
maaf lama banget baru up... semoga selalu menikmati alur ceritanya yaa... jangan lupa tinggalkan like nya.. supaya tambah semangat lagi untuk up episode selanjutnya
__ADS_1