Setia Ku Menantimu

Setia Ku Menantimu
#CHAPTER 54


__ADS_3

Setelah hampir 3 jam akhirnya acara selesai.hyorin pun keluar dengan mazta dan langsung menuju mobil mazta.


Dari kejauhan eky melihat mazta membukakan pintu mobilnya untuk hyorin.


" sebenarnya siapa dia.. Kenapa setiap dia datang selalu di kawal cowok itu... Apa mungkin dia pacarnya... " gumam eky yang semakin penasaran dengan hyorin.


Malam mulai sunyi jalanan terlihat sedikit sepi aktivitas sudah mulai berkurang saat malam semakin larut.


Hyorin di dalam mobil sedang sibuk membersihkan sisa make up di wajah nya.


" besok jam berapa...??? " tanya hyorin pada mazta yang sedang fokus menyetir


" apanya...??? " dengan santai nya mazta menjawab pertanyaan hyorin


mendengar jawaban mazta membuat hyorin seketika berhenti membersihkan wajah nya dan menengok ke arah mazta.


mazta pun langsung sadar apa maksud pertanyaan hyorin.


" ohhh iya iya.. Maaf... sekitar jam 4 sore yangg... Nunggu bang andra pulang ngantor... " jawab mazta tersenyum.


" Setelah acara wedding bang Andra ada gala dinner sebagai perpisahan sekaligus penyerahan alih perusahaan.... " belum selesai mazta berbicara hyorin langsung memotongnya.


" Maksudnya...???? kamu langsung ngantor gitu..??? Iya kan..??? " hyorin langsung tau apa maksud pembicaraan Mazta.


" iii... Iyyyyaaaa gitu maksudnya... " mazta terbata bata


Sejenak hyorin termenung dan menghela nafasnya dengan kasar.


Otak nya langsung berfikir bagaimana cara mengatur schedule nya yang sekarang mulai padat dan bagaimana jadwal kuliah nya dan bagaimana dengan pekerjaan Mazta. Semua nya berputar putar di kepala nya membuat nya sedikit pusing.


" kenapa..??? Kok diam..??? Kalau kamu nggak mau aku bisa kok cancel semua nya... " ucap Mazta menggenggam lembut tangan hyorin.


" nggak gitu...kamu pasti akan terjun kedunia itu... Itu sudah di takdirkan untuk mu.. Mau cepat atau lambat.. Itu sudah pasti..kamu akan jadi orang sibuk... Dan kita jarang ketemu dannn... " ucapan hyorin terhenti.


" heeiii... Stopp...sesibuk apa pun aku nanti.. Aku akan usahakan waktu ku untuk kamu... Aku hanya mohon sama kamu.. Kita harus saling percaya.. Apapun yang terjadi nanti.. Kita harus saling percaya.. " mazta tersenyum sembari meyakinkan hyorin.


Hyorin sedikit lega mendengar ucapan mazta membuatnya semakin percaya kalau mazta memang pilihan terbaik untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.


Hingga akhirnya mereka sampai di rumah hyorin mazta dan hyorin langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


" mau minum apa..??? " tanya hyorin


" nanti aku bikin minum sendiri... kamu bersih bersih dulu gih.. Biar kelihatan fresh.... " mazta memang melihat hyorin yang cukup kecapean malam ini.


Hyorin pun berjalan menuju kamar nya.


Sementara mazta beralih menuju dapur di rumah hyorin.


Mazta membuat segelas minuman dingin dan susu hangat.


Tak lama kemudian hyorin menyusul mazta ke dapur.


" taaa....???? " hyorin melihat mazta sedang menyiapkan minumannya.


Mazta pun segera menghampiri hyorin dan menariknya ke dalam pelukan nya. Mengangkat hyorin dan menaruhnya di atas meja kitchen.

__ADS_1


" mazta apaan sii.. "


" sttttttt..... " mazta langsung menempelkan jari telunjuk nya di bibir hyorin.


Hyorin pun langsung terdiam mematung.


Suasana malam yang hening dengan posisi mazta begitu dekat di hadapan hyorin membuat jantung hyorin berdetak kencang di tambah mazta yang semakin mengikis jarak wajah di antara mereka membuat hyorin tambah panik.


" Ehemmmm... " seketika suara tersebut mengagetkan mazta dan hyorin dan langsung menoleh ke sumber suara.


" paaa... Papahhh... " hyorin pun langsung turun karena terkejut.


" Omm.. Eeeee... Maaf.... Mengganggu malam malam... " mazta rasanya ingin mengutuk dirinya karena kebodohan nya.


" belum sah.. Belum boleh macam macam... Ingat itu.. " ucap papa hyorin yang sedikit menahan senyum nya.


" emang kita ngapain... Kita kan nggak ngapa ngapain... Papa ngapain malam malam ke dapur... " hyorin mencoba mengalihkan pembicaraan.


" papa haus.. Mau ambil minum.. Malah ketemu kalian disini.." papa hyorin berjalan santai melewati mazta dan hyorin.


Mazta mencoba menetralkan dirinya dari rasa canggung yang belum juga hilang.


Selesai mengambil minum papa hyorin pun keluar dari dapur dan di ikuti mazta dengan hyorin.


Mereka duduk bertiga di ruang tengah.


" Sudah nggak Usah canggung... Papa kan juga pernah muda.. Yang penting tahu batasan nya orang pacaran... " ucap papa hyorin memecahkan keheningan di antara mereka.


mazta serasa mendapatkan oksigen kembali setelah tadi rasanya susah sekali bernafas karena kepergok oleh calon mertuanya.


" Mazta janji om.. Nggak akan terulang lagi... " mazta mencoba meyakinkan papa hyorin agar tidak berfikir negative tentang dirinya.


" jaga kepercayaan om ini mazta... " papa hyorin kembali mengingatkan Mazta.


" iya om.. Pasti.. " jawab mazta dengan bersungguh sungguh


" ya sudah... Sudah malam.. Om mau lanjut istirahat dulu... " pamit papa hyorin.


" ohh iya om.. Sekalian mazta juga mau pamit pulang.. " Mazta pun beranjak dari duduk nya.


Hyorin pun mengantarkan mazta keluar.


" hati hati di jalan.. Langsung pulang.. Ini sudah malam.. " pesan hyorin saat mengantar mazta keluar.


" Pasti... Nanti aku kabarin kamu kalau aku sudah sampai rumah..." mazta pun masuk kedalam mobilnya dan bergegas pergi dari rumah hyorin.


Sepanjang jalan mazta memikirkan hal yang terjadi tadi.


" bodoh banget sii gue... Kalau om ardi mikir gue yang nggak nggak gimana nih..." mazta terus menggumam sendiri.


*


*


*

__ADS_1


*


*


*


*


*


Setelah sampai di rumahnya.. Mazta melihat bang andra masih berada di depan rumah dengan segelas kopi dan laptop di meja.


" ngapain lo jam segini masih di luar...??? " tanya mazta melihat bang andra sibuk dengan laptop nya dan beberapa lembar kertas di tangan nya.


" dateng dateng berisik... " jawab bang andra ketus.


" wihhh sadis banget nihhh... " mazta pun kemudian duduk di kursi sebelah bang andra.


" ada beberapa berkas yang harus gue tandangani sebelum gue nikah.. Jadi semua nya harus gue teliti dulu.. " ucap bang andra.


" yaelah bang... Kan ana asisten lo.. Lo tinggal tanda tangan aja apa susah nya... " sanggah mazta.


" ta.. Lo inget ya kata kata gue.. semua berkas yang lo tanda tangani nanti.. Lo mau tidak mau harus cek ulang... " pesan bang andra.


" kalau gitu sama aja lo nggak percaya donk sama asisten lo.. " mazta kembali menyanggah nya.


" bukan masalah percaya atau tidak mazta... ini berkas penting..." jawab bang andra.


" iya iya.. Gue tau.. Gue bakal inget inget pesan dari lo... " kali ini mazta menyetujui pesan dari abang nya.


" lo baru pulang dari rumah hyorin...??? " tanya bang andra


" iyaaaa.. Dan apes nya.. Gue kepergok mau nyium hyorin... " jawab mazta cuek.


" hahahahahahaha... " jawaban mazta seketika langsung membuat bang andra tertawa menggelegar.


" berisik...!! lo seneng banget kalau gue apes..." mazta begitu kesal melihat bang andra menertawai nya.


" lagian lo bodoh banget jadi orang... " sambar bang andra.


" iya tau gue bodoh... " mazta beranjak dari duduk nya dan langsung masuk ke kamar nya.


" akhirnya dia mengakui dirinya memang bodoh... " gumam bang andra yang masih senyam senyum melihat tingkah adiknya yang tak bisa dia bayangkan.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2