
Melihat hyorin mazta langsung mendekatinya dan mencoba mengajaknya pergi dari kantin. mazta berjalan menggandeng tangan hyorin menyusuri koridor di sekolah entah hyorin pun tak tau mazta akan membawanya kemana. hyorin hanya mengikuti langkah kaki mazta dan tangan nya terus menggandeng hyorin.
sesampainya di rooftop yang ada di sekolah.hyorin tertunduk tak tau apa yang sedang dia rasakan dalam hatinya emosi berkecamuk mengingat perdebatan nya dengan milka.
mazta mencoba mengangkat kepala hyorin dengan membingkaikan kedua telapak tangan nya di pipi hyorin dan menatap wajah hyorin yang terlihat teduh.
" heiii... kenapa...???? " tanya mazta begitu lembut.
setika hyorin langsung memeluk mazta dengan erat sembari sesenggukan sontak membuat mazta kaget dan mencoba menenangkan nya.
di elus elus kepala hyorin yang tepat berada di bawah wajah nya. sesekali mazta menciumi puncak kepala hyorin.
" apa aku jahat...???? " tanya hyorin yang masih sesenggukan dalam tangisan nya.
mazta hanya diam tetap memeluk hyorin semakin erat.
" apa aku jahat... karena aku merebut mu dari cewek cewek yang mengagumi mu.. termasuk milka dan ametta... " ucap hyorin kembali bertanya pada mazta.
mazta mencoba mendorong tubuh hyorin pelan pelan dan di tatapnya wajah hyorin yang sudah basah karena air mata yang mengalir lolos dari matanya.
tangan mazta mengusap air mata yang ada di pipi hyorin dengan lembut dan merapikan rambutnya yang menempel di wajah hyorin.
" sayangg.. dengerin aku...setiap orang berhak mengangumi dan mencintai siapa pun.. ada milka.. ametta.. dan bahkan mungkin cewek lain yang ada di luaran sana...yang aku tak tau mereka mengagumi ku atau diam diam mencintai ku..tapi mereka tidak berhak untuk memaksa aku untuk membalas cinta nya... " mazta sejenak menghela nafasnya.
" hati ku hanya terikat kepada mu sayangg...jadi tidak ada alasan lain buat aku menerima mereka yang mencintai ku.. seperti bima yang mengagumi mu bahkan dia mencintai mu... " ucapan mazta seketika membuat hyorin kaget. dari mana mazta tau kalau bima mencintai hyorin.
" apa kamu mempunyai alasan untuk menerima cintanya.. kalau hati mu sebenarnya mencintai ku...??? " mazta terus menatap manik mata hyorin.
hyorin hanya menggelengkan kepala pelan.
" ada bima dan ametta yang bisa menerima dengan lapang dada kalau memang mencintai tidak harus memiliki... tapi tidak dengan milka...kamu nggak usah mikirin omongan dia... dia hanya belum paham tentang semua ini sayangg...jadi aku minta hilangkan semua pikiran buruk tentang dirimu sendiri.... " mazta mencoba meyakin kan hyorin.
hyorin pun menganggukkan kepalanya. mazta kembali memeluk hyorin dan tiba tiba Cuuupppp
sebuah ciuman hangat mendarat di pipi hyorin.
membuat hyorin reflek mencubit punggung mazta.
" Akkhhhhhhhh..... " mazta meringis kesakitan.
" jangan cari kesempatan yaaa... " ketus hyorin.
mazta tersenyum melihat hyorin yang sedikit cemberut saat dia mencium pipi hyorin.
" ada yang aku mau omongin sama kamu... " ucap hyorin yang suasana hati nya sudah kembali normal.
" apa aku boleh mengajak kak Nadya ke acara bang andra nanti malam...??? " tanya hyorin.
" sebenarnya aku udah bicara hal ini tadi pagi.. tapi kak Nadya menolaknya.. aku mohon sama kamu.. bantu aku mempertemukan kak Nadya dan bang Andra... " jawab mazta.
__ADS_1
hyorin membelalakkan matanya mendengar permintaan mazta.
" Apa maksudnya... apa ini tidak akan berpengaruh dengan hubungan bang andra dengan mbak intan...??? " hyorin terus bertanya pada mazta.
" hubungan mereka sudah berakhir.... " jawab mazta singkat
" berakhir..???? kamu serius..??? kenapa..??? " hyorin terus menembak mazta dengan pertanyaan pertanyaan nya.
" bang andra memergoki mbak intan jalan dengan cowok lain... "jawaban mazta membuat hyorin tertegun.
" kenapa... awas ya kalau kamu nanti kayak gitu sama aku... " ucap mazta dengan serius.
" heeeiiii seharusnya aku yang mengkhawatirkan kamu... apa lagi nanti kalau kamu udah kerja kantoran dan menjabat wakil CEO... apa lagi usia mu masih sangat muda.. bukan kah godaan laki laki adalah Harta.. tahta dan wanita...??? " hyorin melirikkan mata nya dengan sebuah simpul senyuman menyindir di bibirnya.
" yaaa kamu benar sayangg...bagi ku godaan terberat di hidup ku adalah Harta.. tahta.. dan hyorin johwa.. " mazta membuat hyorin semakin tersipu malu.
" apaan sii... " hyorin langsung pergi meninggalkan mazta.
mazta mengikuti hyorin yang berjalan meninggalkan dirinya.
sepanjang jalan menuju kembali kekantin semua mata tertuju pada hyorin dan mazta yang berjalan tak berbarengan membuat mazta harus berlari kecil menyusul hyorin yang berada di depan nya.
sesampainya di kantin mereka masih menunggu mazta dan hyorin kembali.
" lama banget dari mana aja sii... ??? " tanya mega melihat kedatangan hyorin dan mazta.
" ametta lo kebiasaan yaa.. nggak tau tempat banget.. ini sekolah bebp...udah kalau ngomong suaranya nggak bisa di kecilin lagi... " bisik reina.
" iya sorry.. habisnya lihat muka nya hyorin sumringah banget... bebp lo habis di apain sama mazta bebp... " belum selesai ametta berbicara mega menyambarnya dengan teriakan cukup keras.
" ametta....!!!!!! " langsug membuat ametta diam mendengar teriakan mega.
" gue heran yaa sama kalian... dari dulu masih aja kayak gini.. tapi kenapa persahabatan kalian masih utuh sampai sekarang... " ucap diaz yang heran melihat cewek cewek ghibah itu.
" eehhh yaz... apa bedanya sama kalian hahhh... disini yang paling slengean lo kannn... " sambar reina
" hahahaha.. yazzzz jangan jangan lo sama ametta berjodoh yazzz... " imbuh pandhu menertawakan diaz
" ihhh amit amit amit... kalau pun gue nggak bisa dapetin mazta... minimal gue jangan deh dapet jodoh kayak diaz... " ucap ametta sambil mengetuk tangan nya ke meja dan kepalanya bergantian.
" ehhhh ametta.. jodoh nggak ada yang tau... " sahut rendi.
mereka masih asyik tertawa bercanda tanpa meghiraukan orang di sekitar mereka.
hingga akhirnya beberapa menit kemudian mereka menutuskan untuk pulang setelah kegiatan classmeeting hari ini selesai.
*
*
__ADS_1
*
*
*
malam harinya hyorin bersiap siap untuk menghadiri acara nya andra. setelah melalui perdebatan panjang demi membujuk kak Nadya ikut dengan nya malam ini hyorin menghampiri papa mama nya.
" paaaahh.... Kak Nadya mau ikut... " ucap hyorin menghampiri papa nya yang sedang memakai dasinya.
" cantik banget anak mama... ehhhh ada yang baru dapet honor lho pah.... " mama hyorin meledek anaknya.
" selamat sayangg... papa dukung semua yang menjadi pilihan kamu nak... " papa hyorin menatap anak nya yang kian tumbuh dewasa.
" ommm....???? " terlihat Nadya yang berada di ambang pintu.
" ohhh so beautyful gadis gadis mama malam ini... " mira menghampiri Nadya.
" tante bisa banget kalau soal memuji... " jawab Nadya.
mereka akhirnya berangkat bersama sama menuju resto andra.
*
*
*
*
Di Resto
" gue punya kejutan buat lo malam ini bang... " mazta yang meghampiri andra sedang bersalaman dengan para tamu yang berdatangan.
" kejutan apa hahhh... nggak usah usil deh.. awas yaa kalau lo aneh aneh... " bisik andra karena takut para tamu mendengarnya.
" udah tunggu aja... nanti juga lo tau sendiri...." jawab mazta dan berlalu meninggalkan Andra.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1