Setia Ku Menantimu

Setia Ku Menantimu
#CHAPTER 47


__ADS_3

6 Bulan kemudian.......


Hari dimana yang hyorin tunggu tunggu telah tiba. tepat hari ini wisuda kelulusan nya di laksanakan haru biru kebahagian terpancar dari wajah hyorin orang tua nya dan kak nadya hadir di acara wisudanya terasa spesial dan lengkap.


air mata menggenang di pelupuk mata saat mereka berfoto bersama menggunakan baju toga.


" ini foto kedua kita bebp..... " ucap mega.


yaaa... ini adalah kali kedua mereka merayakan kelulusan bersama dengan formasi yang masih utuh.


" gue berharap ada moment seperti ini lagi besok saat kita selesai kuliah... " sahut diaz


mazta hanya tersenyum kecut mendengar ucapan diaz. tersadar dengan posisi nya yang mungkin setelah ini tidak bisa kuliah bersama dengan sahabatnya lagi. setelah ini dia harus memulai kehidupan baru nya dengan pekerjaan di kantor dan jadwal kuliah yang berbeda.


melihat ekspresi wajah mazta yang tidak biasa membuat hyorin menggenggam tangan mazta.


" nggak usah sedih..... kita akan selalu ada buat kamu.." hyorin mencoba menghibur mazta.


mazta pun tersenyum dengan wajah cool nya.


" congratulations.. happy graduations sayang sayang kuhhhhh...." teriak kak nadya yang datang menghampiri hyorin bersama dengan andra.


6 bulan terakhir Andra sering berkunjung ke kantor papa hyorin cukup untuk membuat andra dan Nadya mencoba untuk memperbaiki hubungan mereka berdua sesuai rencana orang tua andra dan hingga akhirnya membuat Nadya dan Andra memutuskan untuk kembali menjalin hubungan malah kedua nya sedang mempersiapkan sebuah pernikahan.


hyorin pun memyambut pelukan hangat Nadya


" boleh donk traktir makan makan di restoran barunya... " celetuk pandhu


" Ahhhh iyaaaa.... kita kan kemaren nggak di undang pas acara launching nya... " sambar ametta


" oke.... nggak masalah... anggap saja ini pesta kelulusan buat kalian.... " jawab andra


mereka pun bersorak gembira saat Andra meng iyakan permintaan mereka.


tiba tiba milka datang dengan membawa sebuah bucket snack di tangan nya.


" kak... congrats yaaa... duhhhh gue jadi nggak ketemu lo lagi nih... " ucap milka sembari menyodorkan bucket di tangan nya.


mazta terdiam sejenak dan enggan menerima pemberian milka.


" ihhhh sampai kapan sii dia mau ngejar ngejar mazta rin... " bisik reina.


namun hyorin hanya mengkode reina agar diam.. reina pun menganggukkan kepalanya.


" buat gue aja... kebetulan mazta nggak suka makanan yang kayak ginian... " diaz langsung menyambar bucket yang sedari tadi di hadapan mazta.


Andra pun menahan tawa nya melihat tingkah diaz yang memang menyelamatkan mazta. andra tau betul tentang persabahabatan mereka yang memang sangat solid.


" heeehhhh jangan kurang ajar yaa jadi orang... itu buat kak mazta.. bukan buat Lo....!! " milka pun sedikit kesal di buat nya.


" udah lahhh... diaz bener.. dari pada sama gue nggak kemakan... buat diaz aja... mubadzir.. lo tau kan mubadzir... " mazta langsung berlalu meninggalkan milka dengan menggandeng hyorin yang berada di sampingnya.


mereka pun pergi meninggalkan acara wisuda setelah berpamitan dengan orang tua masing masing dan menuju restoran milik Andra.

__ADS_1


Restaurant......


mereka berhamburan memilih menu makanan sesuai selera mereka masing masing. hyorin masih duduk santai di soffa karena mereka di sediakan Privat room di restaurant Andra.


" dekkk....??? " tanya Nadya melihat hyorin termenung.


" hmmmmm... " suara hyorin begitu pelan


" kenapa..????? " Nadya pun mendekati hyorin


Andra yang baru datang pun ikut merapatkan dirinya ke arah hyorin dan Nadya.


" Lo nggak makan rin..??? " tanya andra


" Nanti aja bang... " jawab hyorin. melihat hyorin tertunduk lesu Andra pun menanyakan pada Nadya namun Nadya hanya menggelengkan kepalanya.


" bebp...??? Lo nggak makan..??? " tanya mega yang duduk di sebelah hyorin di susul dengan yang lain.


" aduhhh bebp.... Lo diet..??? badan Lo udah bagus bebp... nggak usah diet.... " seru ametta.


mazta pun mengamati ekspressi wajah hyorin yang sedikit muram.


" kenapa dia.. tadi fine fine aja... mungkin ada yang sedang dia fikirkan.. " gumam mazta yang menduga duga


mazta meghampiri hyorin dan mengajaknya keluar berharap dugaan nya benar.


mazta membawa hyorin ke ruangan owner di restaurant tersebut.


tak di sangka sangka mazta mengangkat tubuh hyorin dan mendudukkan nya di sebuah meja kerja. sontak membuat hyori terkejut dan jantung nya berdebar kencang. darahnya seperti mengalir lebih cepat dari biasanya.


" ngapain nihhh... kenapa dia bisa gini sii.. " gumam hyorin menatap manik mata mazta yang berada tepat di hadapan nya.


" kenapa..???? " mazta meletakkan kedua tangan nya di meja membuat hyorin terkunci tidak bisa lepas dari hadapan nya.


" aaa.. aapaaanya..??? " tanya hyorin yang kikuk.


mazta tersenyum melihat tingkah hyorin.


" emang yahhh cewek kalau belum pernah pacaran itu asyikkk... " batin mazta


" kamu lahhh.. apa yang sedang di pikirkan hah..??? Mazta kembali bertanya.


" engggg... nggak usah sok tau dehh... " hyorin masih saja kikuk


" heiiii... apa siii yang nggak aku tau tentang kamu... " Mazta membelai rambut panjang hyorin


" ada...!!jadwal menstruasi aku.. kamu nggak pernah tau itu...! " sambar hyorin.


Mazta pun seketika membelalakkan matanya saat mendengar jawaban hyorin rasa nya baru kali ini hyorin sedikit menantang dirinya.


" bisa gila juga nihhh cewek... " Mazta kembali bergumam di hati nya.


" kenapa diem...??? " tanya hyorin

__ADS_1


" yaudah cerita aja... aku tau ada yang kamu sembunyikan dari aku.. " jawab mazta.


" oke.. aku akan cerita.. tapi kamu mundur dulu... " ucap hyorin memegang kedua pundak mazta. melihat Mazta dengan jarak yang begitu dekat membuat hyorin semakin deg deg an alih alih jadi salah tingkah di buat nya.


" nggak... nanti kamu kabur lagi... " Mazta masih ingat saat hyorin lepas dari kurungan nya saat mereka berada di hotel.


hyorin hanya menghela nafasnya dalam dalam melihat tingkah Mazta


" akhir akhir ini tante agness sering chat aku... dia ngajakin aku buat collabs lagi... bahkan dia ingin aku jadi model tetap di butiknya... " ucapan hyori terpotong.


" Terussss...???? " sambar Mazta.


" ihhhhh... semangat banget dengerin nya... " sahut hyorin


" yaaa.. aku cuma mau tau apa keputusan kamu sayangg... cuma itu aja... " jawab mazta menahan geregetnya saking ingin tau nya keputusan hyorin.


" yaaa.. aku terserah kamu.. kalau kamu setuju aku akan menerima tawaran tante agness... " jawabam hyorin membuat Mazta bingung


"mama papa kamu setuju..??? " tanya mazta sebagai bahan pertimbangan.


" kalau mama sama papa sii selalu mendukung... asalkan aku tahu batasan batasan nya aja.. " Mazta terdiam sejenak membuat dia harus berfikir lagi.


" orang tua nya aja setuju.. terus alasan apa buat gue nggak setuju.. tapi gue sebenarnya nggak rela dia jadi model.. tapi gue juga nggak mau melarang dia.. gue nggak mau dia merasa di kekang kehidupan nya.... " Mazta diam memikirkan apa yang harus dia lakukan.


" Mazta...!!!! "seru hyorin mengagetkan lamunan mazta.


" oke... aku setuju.. gimanapun kamu aku setuju.. asalkan aku bisa nemenin kamu.. gimanapun nanti kesibukan aku.. aku pasti akan sempatkan waktu ku buat nemenin kamu... " jawab mazta


" ecieee... sok dewasa banget sii... " senyum merekah terpancar dari wajah hyorin.


" apa pun akan aku lakukan asalkan bisa membuat kamu bahagia... " jawab Mazta yang mungki orang bilang lagi bucin bucin nga.


*Cuppppp


dan tiba tiba sebuah ciuman hangat mendarat di pipi hyorin.


reflek hyorin langsung mencubit mazta dengan kencang.


" awwww.... ampun sayang ampuuunnnn... " Mazta meringis kesakitan.


" nggak ada ampun.. awas yaaa kalau ngelunjak... aku nggak mau hal hal yang lebih dari ini... " hyorin melototkan matanya.


" iya sayangg iyaaa... janji... " Mazta mengangkat kedua jari nya.


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2