
Mazta sampai di rumah nya. dia pun segera menghampiri mamanya yang sedang senyiram tanaman hias di taman belakang rumah.
" maaaahhh.... " sapa mazta yang mencium kedua pipi mamanya.
" sore banget pulang nya... dari rumah hyorin...??? " tanya mama
mazta hanya mengangguk dan tersenyum
" maaahhh... nanti malem mazta mau nemenin hyorin ke airport yaa... " sambung mazta.
" airport...???? " tanya mama
" yaaaa.... hari ini kak Nadya pulang ke indonesia maa.." jawab mazta.
" Nadya...???? " mama mazta masih tertegun dengan jawaban mazta.
" he ' em... " mazta kembali menganggukkan kepalanya.
" Nadya Nawang kusuma...??? " mama mazta kembali memastikan
" iyaaa mama...Nadya Nawang Kusuma.. anaknya alm. om hilman kusuma..mantan pacar bang Andra... " jawab mazta dengan sejelas jelasnya.
mama mazta sedikit tidak percaya. Nadya adalah mantan pacar Andra anaknya mereka berpisah saat Nadya memutuskan untuk fokus kuliah di luar Negeri. sebenarnya Nadya adalah wanita yang baik dari segi manapun namun apalah daya Waktu itu Nadya memilih study di luar negri dan bang andra merasa keputusan nadya adalah keputusan sepihak tanpa memperdulikan perasaan nya.mereka tidak pernah mengakhiri hubungan mereka berdua dengan kata putus. namun seiring berjalan nya waktu bang andra mencoba menjalani hidup tanpa Nadya hingga akhirnya dia bertemu dengan intan yang mampu mengisi hatinya setelah nadya pergi jauh meninggalkan nya.
*
*
*
*
*
*
jam makan malam tiba mama menyiapkan makan malam namun malam ini mazta sudah tidak ada di rumah nya.
mama berjalan mencari cari keberadaan andra. mencoba mengetuk pintu kamar andra.
tokkk.. tokkk.. tokkk
" iyaaaaaa.... " terdengar suara andra dari dalam kamarnya.
" makan malam sayang.... " kata mama dari luar kamar andra.
andra pun berjalan keluar menuju meja makan. papa sudah berada di meja makan terlebih dahulu.
andra mengedarkan pandangan nya kesegala arah.
__ADS_1
" mazta mana...???? " tanya andra merasa tidak ada mazta di meja makan.
" tadi dia pamit ke rumah hyorin katanya... " jawab papa.
andra hanya mengangguk anggukan kepala sembari melihat makanan yang ada di meja makan.
" kamu kenapa..??? kusut banget mukanya... " tanya papa yang mengamati wajah andra.
" udah makan dulu... " ucap mama sembari menyendokkan nasi ke piring anaknya dan suami nya.
" hari ini andra ketemu intan.. sesuai permintaan papa... " andra mencoba membuka obrolan diantara mereka.
" terussss...???? " tanya papa.
" semua nya sudah berakhir... andra udah nggak ada hubungan apa apa lagi sama intan... " jawaban andra membuat mama nya sedikit kaget.
" tidak menyangka akan secepat itu.andra mengakhiri hubungan nya dengan intan. ada apa sebenarnya dengan mereka.... " gumam mama
Andra POV
siang ini aku nggak tau kenapa kepengen sekali nyamperin intan di tempat kerja nya untuk makan siang bersama. sengaja aku nggak kasih kabar dia karena ingin membuat kejutan kecil untuknya. yaaa biasanya kan cewek ingin nya seperti itu dengan kejutan kecil walaupun hanya di jemput di tempat kerjanya.
sengaja aku kosong kan jadwal ku siang ini untuk hanya bertemu intan. aku pun meninggalkan kantor menuju perusahaan tempat intan bekerja.
sebelum sampai di tempat kerja intan aku mampir ke sebuah toko bunga terdekat. hanya sekedar untuk membelikan se ikat bunga untuk intan biar terlihat romantis pikirku.
aku pun tidak sabar ingin cepat sampai di perusahaan intan bekerja. dan betapa terkejutnya aku saat belum sempat aku memarkirkan mobil ku , aku melihat intan masuk ke mobil dengan seorang lelaki ber dasi dengan tanganya yang melingkar di pinggang intan. mereka berdua pergi bersama dan akupun memutuskan untuk mengikutinya.
aku pun geram melihatnya hingga aku memutuskan untuk menemui intan. pandanganku menelisik ke segala arah dan aku menemukan intan sedang duduk bersama lelaki itu dengan tangan nya yang sedang mengusap usap pipi intan dengan lembut.
" intan....???? " sapa andra dengan raut wajah kecewa dan merah padam menahan emosi
" andra...???!!! " intan pun terkejut melihat kedatangan andra.
" siapa sayang...??? " tanya lelaki itu.
ucapan sayang dari lelaki itu membuat hati andra semakin panas.
" Ooohhh jadi ini alasan kamu selalu menolak niatan baik ku untuk menikahi mu...??? " andra mencoba menahan segala emosinya.
" nggakk.. nggakk gitu ndra.. maksud ku... " kata kata intan terhenti sejenak.
" nggak perlu kamu jelasin kok... dari ini aku sadar.. kamu memang bukan wanita baik baik...setelah ini tidak ada hubungan apa apa antara aku dan kamu.. dan anggap kita nggak pernah kenal.. " ucap andra dan langsung pergi meninggalkan resto tersebut
intan pun mencoba mengejar andra namun langkah nya tidak mampu mengejar andra.
andrapun memutuskan kembali ke kantornya dengan segala amarah yang bersarang di dalam dada nya.
*
__ADS_1
*
*
*
AIRPORT
Hyorin dan Mazta menunggu di terminal kedatangan sesuai yang di infokan kak Nadya.
terlihat seorang wanita dengan postur tubuh tinggi semampai menggunakan Rok mini dan jaket kulit warna hitan dengan kaca mata hitam nya yang bertengger di atas kepalanya.
wanita itu berjalan dengan menarik kopernya dengan suara irama langkah kaki yang cukup jelas karena menggunakan hells.
" kak Nadya.... " hyorin berlari menghamburkan pelukan nya.
mereka berpelukan begitu erat sembari mencium kedua pipi masing masing. suasana hangat sangat terlihat walaupun Nadya bukan kakak kandung hyorin tapi entah kenapa sangat terlihat seperti seorang kakak yang sangat merindukan adik satu satu nya. semenjak umur 17 th Nadya sudah menjadi bagian dari keluarga hyorin. Ayah nya dulu hanyalah seorang anak panti yang menikah dengan seorang wanita ber kebangsaan negara australi. ayahnya adalah teman main masa kecil papa hyorin .karena keluarga hyorin dulu menjadi donatur tetap di panti. hingga akhirnya papa hyorin mengajak ayah nadya bergabung bekerja perusahaan nya.saat itu nasib percintaan kedua nya kebih beruntung ayah nadya. ayah nadya lebih dulu menikah di banding papa hyorin. itulah yang membuat hyorin dan Nadya sangat terpaut jauh usia nya.Namun kecelakaan menimpa kedua orang tua Nadya saat mereka sedang berada di luar kota. dan meninggalkan Nadya saat berumur 17 th. papa hyorin mengajak Nadya tinggal bersama karena di indonesia tidak ada satupun keluarga dari ayah Nadya. hanya ada kerabat dari mama Nadya itu pun jauh di australi.
" kamu apa kabar hunny...???? " tanya Nadya yang enggan melepaskan pelukan nya.
" aku baik kak.. sangat baik.... " jawab hyorin sangat sumringah.
Nadya menatap Mazta yang berada di belakang hyorin tersenyum melihat mereka berdua.
" Heiiii DEVIL.... " ucap Nadya dengan tersenyum menatap mazta
" kak Nadya ini... masihhh aja manggil gue devil... " mazta pun menghampiri Nadya dan hyorin
" yaaa.. itu semua karena lo yang selalu nungguin adik gue.. datang setiap saat tanpa di undang dan pulang tanpa di antar.. itu sama saja seperti setan... " Nadya terkekeh mengingat mazta yang selalu menemui hyorin di rumah.
" tapi siapa sii yang nolak setan seperti gue kak... " ucap mazta dengan percaya dirinya.
" Lo masihhh sama yaa... masih suka ke PD an dan nyebelin pastinya.. " Nadya terus mengutarakan pendapat nya tentang mazta.
mazta pun tersenyum melihat Nadya yang terus terusan meledeknya.
" yaudah... kita lanjutin nanti di rumah.. kasihan mega nungguin di rumah ... " ajak hyorin.
mereka pun berjalan menuju pintu keluar bersama sama bergandengan masih dengan suasana rindu yang masih menyelimuti antara mereka berdua.
mazta pun tersenyum bahagia melihat hyorin lama rasanya tidak seperti ini. mazta pun berjalan mengikuti langkah dua wanita itu sembari menarik koper Nadya.
*
*
*
*
__ADS_1
*