
Karya: ~Kay Scarlet~☘️
...~Chapter 1~...
Dibawah sinar rembulan yang bulat sempurna,
rerumputan mengayun perlahan di hembus angin lembut.
Dua orang anak kecil berlarian dengan ceria.
Anak laki-laki itu tiba-tiba saja datang ke desa suku Air , satu tahun yang lalu.
Ia tidak mengetahui darimana asalnya. Ia hanya mengetahui namanya adalah Robert.
Semua orang dewasa di desa menyukai anak laki-laki itu karena ia adalah anak yang baik dan ringan tangan.
Tapi anak-anak kecil seusianya menjauhi Robert karena mereka menganggap Robert aneh.
Robert adalah seorang anak laki-laki dengan rambut berwarna hitam legam , bola mata berwarna biru, dan saat bulan purnama tiba, bola mata Robert berubah menjadi keemasan .
Anak-anak di suku Air memiliki rambut kebiruan, sehingga Robert yang memiliki rambut hitam di anggap makhluk aneh.
Robert hanya bermain bersama Lucia. Anak perempuan dari ketua suku Air.
Lucia adalah orang yang pertama kali menemukan Robert di Padang rumput.
Dan memperlakukannya dengan ramah.
Lucia adalah anak kecil yang sangat cantik dan imut, dengan bola mata berwarna hijau jernih, dan rambut yang berwarna biru muda kehijauan, seperti lautan yang belum pernah terjamah.
Suara nya sangat indah dan ia adalah anak perempuan yang berani,juga baik hati.
Satu setengah tahun yang lalu, ada seorang nenek peramal singgah ke desa suku Air, menemui ayah Lucia yang sudah menjadi kepala desa suku Air.
Nenek itu mengatakan bahwa desa suku Air akan mengalami kepunahan.
Tapi, mungkin akan ada seseorang yang akan menghalangi bencana itu datang .
...Walaupun ia hanya bisa menahannya beberapa tahun saja....
Setelah nenek peramal itu pergi,
Tiba-tiba saja perang antara suku Air pecah.
Sepupu Lucia , King tiba-tiba saja menghilang setelah pengumuman bahwa penerus ketua suku Air dan Kerajaan air akan diserahkan kepada Lucia .
Dan ada rumor bahwa ia pergi bersama Iblis yang amat sangat jahat.
Di saat itulah Robert datang ke Padang rumput suku Air. Dan tiba-tiba perang antar suku air itu berhenti.
Sejenak Desa suku air terasa damai dan tentram.
Orang tua Lucia merasa yakin bahwa orang yang dimaksud nenek peramal itu adalah Robert. Sehingga mereka menjamu Robert dan menganggapnya seperti anak mereka sendiri.
Tapi Robert meminta agar ia tidak tinggal di rumah Lucia. Ia meminta untuk tinggal di dekat Padang rumput milik keluarga Lucia.
Orang tua Lucia membuatkan sebuah rumah untuk Robert tempati,dan Robert membantu menggembalakan ternak milik keluarga Lucia.
Lucia selalu datang menemui Robert untuk membawakan Robert makanan dan cemilan.
Dan menemani Robert saat makan.
...***...
...Dua tahun telah berlalu setelah kedatangan Robert ke desa suku Air....
Dibawah bulan Purnama yang sangat besar di Padang rumput, Robert menatap Lucia dengan mata keemasannya.
__ADS_1
"Lucia..."
" Ya Robert?"
" A..aku..." Robert tiba-tiba saja tergagap dan merasa sangat malu.
Jantungnya berdegup kencang.
Lucia menatap Robert bertanya-tanya.
"Lucia..maukah kamu menjadi istriku ?"
Tanya Robert, setelah mengumpulkan seluruh keberaniannya.
"Hmm..?"
Lucia terkejut dan memandang Robert yang terlihat canggung dan mengharapkan jawabannya.
Robert tidak memiliki ekspektasi lebih.
Ia hanya mengungkapkan perasaannya, dan merasa bahwa ia akan segera pergi dari tempat itu.
Walaupun ia tidak mengetahui secara pasti perasaan apa itu.
" Sebenarnya, Lucia belum pernah berfikir sampai kesana..."
Robert memejamkan matanya ,menguatkan hatinya.
" Tapi, kalau untuk Robert, Lucia mau menjadi istri Robert."
Jawab Lucia dengan senyumnya yang indah dan wajah malu-malunya.
"Ah..."
Jawaban yang diluar dugaan. Wajah Robert memerah seketika. Ternyata Lucia juga memiliki perasaan yang sama sepertinya.
"Lucia..."
" Jangan Robert..."
Lucia merasa sangat malu.
" Tidak apa-apa. Ini...lihatlah.."
Robert menaruh tangan Lucia di atas telapak tangannya.
Terlihat sebuah cincin yang indah. Terbuat dari logam dengan ukiran yang indah disekeliling cincin itu.
"Robert..."
Lucia menatap cincin itu dengan takjub.
" Apakah cincin ini jelek Lucia?"
Tanya Robert memandang Lucia.
"Cincin ini sangat indah Robert, tapi..."
Kata-kata Lucia terputus.
LUCIAAAAAA!!!!
Terdengar suara ibu memanggil Lucia dari kejauhan.
"Nanti aku akan kesini lagi Robert!" Ucap Lucia khawatir mendengar panggilan dari ibunya.
"Hm..baiklah."
Jawab Robert mengangguk dan tersenyum memandang Lucia yang kemudian bergegas pergi .
__ADS_1
Lucia berlari dengan cepat menuju rumahnya. Jantungnya berdegup kencang. Perasaan ini...
Mengapa... Aku merasa Robert akan segera pergi...
...Deg...Deg..Deg...
Lucia tetap berlari dan mencoba mengusir rasa khawatirnya.
...********...
...Di tempat Robert...
Sesosok makhluk mendatangi Robert yang masih berdiri menatap bekas kepergian Lucia. Robert terkejut dan menatap ke atas.
Sosok itu sangat bercahaya, dengan sayap putih dan selendang putih yang melayang mengelilingi seluruh tubuhnya.
Makhluk itu tampak agung.
Rambut perak panjangnya diikat oleh ikat emas, di bahu sebelah kanan dan kirinya.
Matanya berwarna emas seperti milik Robert. Dan di dahinya ada sebuah planet kecil bercincin yang seolah-olah hidup.
..."Robert..."...
Makhluk itu memanggil Robert dengan suara merdunya. Tapi suaranya membuat tubuh Robert bergetar. Aura makhluk itu sangat kuat.
..."Siapa kamu?!"...
Makhluk itu mendekat dan berdiri dihadapan Robert, masih tidak memijakkan kakinya di tanah.
Robert berfikir, makhluk itu pasti bukan manusia ataupun suku air.
"Aku adalah Dark ! Kamu harus ikut aku ke Saturnus Robert!"
Robert mencoba melangkah mundur, tapi badannya seolah kaku.
Aura makhluk ini sangat kuat, badanku bergetar dan aku tidak bisa menggerakkan kakiku!
..."Aku tidak mengenal kamu!" Ucap Robert ketus....
.......
Makhluk itu tampak gusar, keningnya berkerut seolah tidak sabar.
.......
..." Bukankah aku telah memperkenalkan diriku padamu?"...
.......
..." Aku tidak tahu kamu baik atau jahat!" Jawab Robert curiga....
.......
Makhluk itu tersenyum dan memejamkan matanya. Ia tampak lebih bersinar dan kain selendang putih miliknya berkelebat mengelilinginya. Tidak ada sedikitpun tubuh yang tidak tertutup oleh kain itu kecuali kepala ,wajah dan rambutnya.
..."Kalau kau percaya pada Yang Maha Esa...Kau akan tahu , aku Baik atau Jahat"...
.......
Tubuh Robert semakin bergetar hebat. Kakinya terasa lemas .
"Aku tidak ingin meninggalkan Lucia! " Gumam Robert.
.
...bersambung......
__ADS_1