SHINE SHERO

SHINE SHERO
Gadis Suku Tanah


__ADS_3

...Shine SHERO Mary...


Nakant menarik tangan kurus Mary.


" Ayo cepat!" Seru ibu tiri Mary dengan tidak sabar. Mary terseok-seok berusaha menjaga agar dirinya tidak terseret oleh ibu tirinya. Ia berlari sekuat tenaga mengikuti langkah kaki Nakant yang menggenggam erat tangan kirinya. Kembali masuk ke tengah hutan bambu.


Tiba-tiba Nakant berhenti dan menunjuk ke sebuah lubang yang sangat besar. " Lihat itu!" Seru Ibu tirinya kepada Mary.


Mary tertegun. " Lubang sampah? Kenapa besar sekali , lubang sampah itu Bu?" Tanya Mary bingung.


Dan Tiba-tiba saja Tubuh Mary terdorong masuk ke dalam lubang besar itu. Mary berteriak kaget , dan jatuh, terhempas keras di tanah lubang besar tersebut.


Lubang itu sangat dalam dan besar. Badan Mary terasa sakit . Tetapi Mary mencoba duduk dan menengadahkan kepalanya ke atas lubang tersebut. Wajah ibu tirinya terlihat gembira.


" Kenapa lubang sampah ini begitu besar? Karena itu khusus untuk Mary ! " Ucap Nakant yang kemudian memegang sekopnya, dan menimbun Mary dengan tanah .


" Tidurlah yang nyenyak Mary, pergilah!" Ucap Nakant dengan perasaan puas ." Makanlah tanah ini sepuasnya ! Hahahahhaha."


Nakant selesai menimbun Mary dengan tanah, dan kemudian menginjak-injak tanah tersebut dengan kakinya. " Tuan , Nakant sudah membunuh penghalang tuan. Ho..ho..ho...ho..."


..." Kerja yang bagus, Nakant!"...


" Trims tuan " Jawab Nakant dengan bangga. Ia pun pergi meninggalkan tempat itu , kembali ke tempat asalnya.


...☘️...


Hanya saja...


Masih ada keajaiban yang mereka tidak ketahui.


Benar-benar ajaib.


Lima tahun kemudian, seorang gadis pelindung air melewati tanah tempat Mary di kuburkan hidup-hidup.


" Wah... dimana wanita itu?"Ucap Lucia hampir putus asa.


"Dimana dia?" Gumam Lucia bertanya-tanya. Lucia berjalan kesana kemari sambil melihat jam tangan nya,pukul tiga tepat.


Lucia kembali melangkahkan kakinya, dan tiba-tiba sesuatu melewatinya dengan cepat.


" Hah?!!" Teriak kaget Lucia. Bayangan itu kembali melewati Lucia.

__ADS_1


Bayangan itu berhenti dan terpaku menatap Lucia.


..." Ka..kamu itu ..."...


..." Oh... kamu itu ..kan..."...


Lucia membelalakkan matanya dan menutup mulutnya ,terkejut.


..." Tolong aku.."...


Wajah Lucia memucat , menatap bayangan itu . " Kamu itu ..kan..."


" Kamu! Kamu bisa melihatku kan?


Tolong... tolong aku..." Seru bayangan tersebut.


" Oh , tunggu dulu! Apa kamu hantu? Akan ku bacakan do'a agar arwahmu tenang! Tenang saja!" Ujar Lucia ,hendak membacakan do'a.


" Aku..aku masih hidup! Tolong gali tanah ini . Tolong selamatkan aku.. Tolonglah aku..." Mohon bayangan itu yang kemudian menghilang ke dalam tanah.


Lucia menatap tanah di depan nya. Tempat roh itu menghilang.


" Sepertinya dia jujur" Pikir Lucia memberanikan diri.


Teriak Lucia pada tanah di depan nya.


Lucia mencari-cari bambu untuk menggali tanah, dan menemukan bambu yang tepat untuknya menggali.


..." Hiaaaat..."...


Lucia tiba-tiba berhenti dan teringat betapa bahayanya apabila bambunya mengenai orang yang hendak ia selamatkan. Dan mengurung niatnya.


" Eh..iya..ya... Kalau dia benar adalah manusia, bisa-bisa terluka kena bambu ku. Bisa tambah parah nanti! "


Ucap Lucia berbicara kepada dirinya sendiri.


..." Terpaksa aku menggali pakai tangan!"...


...Ucap Lucia penuh tekad....


...Sruk......

__ADS_1


...Sruk......


...Sruk......


...~Saturnus~...


Cincin di jari manis Robert bergetar lemah.Ada rasa sakit yang mengganggunya. " Lucia?" Gumam Robert menatap cincin di jarinya dan segera menghentikan Latihan nya.


" Aku harus pergi sekarang Dark!" Ucap Robert melangkahkan kakinya hendak keluar dari tempat latihan nya.


...°" Tunggu Robert!"°...


Seru Dark . Kaki Robert terasa kaku mendengar seruan Dark. " Apa lagi Dark?"


Robert menatap marah Dark dan berteriak kesal.


" Apa kau ingin menghentikan ku? Aku hanya ingin membantu Lucia! Dia tidak boleh menyakiti dirinya sendiri! Dia tidak boleh begitu!!"


...°" Robert.."°...


Dark tersenyum dan menghembuskan nafas pasrah. Ia telah menahan Robert agar tidak bisa berada bersama Lucia. Tapi cincin itu bisa memberi tahu nya keadaan Lucia.


Tapi itulah takdir mereka. Mereka tidak akan bisa bersama. Dan Robert... cepat atau lambat akan kehilangan Lucia. Lebih baik tidak membuatnya menumbuhkan perasaan yang lebih dalam pada gadis pelindung air tersebut. Bahkan aku tidak bisa mengubah takdir.


Dark menyodorkan mantel yang terlipat rapih ke tangan Robert.


°" Bawa juga mantel ini , Kau akan membutuhkannya. Dan juga sampaikan salam ku untuk Lucia."°


Ucap Dark lembut.


Robert terperangah tidak percaya. Biasanya Dark akan menghentikannya untuk menemui Lucia . Tapi kali ini Dark membiarkannya. Apakah Dark sedang tidak normal? Robert bertanya-tanya.


Robert menggenggam mantel pemberian Dark dan segera memakai mantel nya. Seira yang baru saja datang , menatap heran kakak nya yang terburu- buru tapi dengan wajah yang gembira.


" Terimakasih Dark , pasti akan kusampaikan salam mu. Aku pergi. Bye Seira!" Ucap Robert yang kemudian menghilang.


Seira menatap kakaknya yang menghilang dengan kesal. " Huh! Dasar kakak. Sifatnya masih kekanak-kanakan. Perempuan seperti apa sih yang dia cintai? Aku penasaran!" Ucap Seira mendongkol.


...°" Perempuan yang sangat cantik , Seira..."°...


Jawab Dark dengan suara lirih.

__ADS_1


Seira terkejut menatap Dark. Ia tidak pernah mendengar Dark menyebut seseorang dengan sebutan cantik ataupun tampan. Bahkan Dark tidak pernah tertarik terhadap wajah seseorang. Bukankah ia adalah makhluk yang hanya hidup untuk mengabdi?!


...To be continued......


__ADS_2