
...~Chapter 9~...
LUCIA...
Tolong aku Lucia...
Lucia tersadar dari lamunan nya , Setelah menatap sosok Robert yang tersenyum dan melambaikan tangan kepadanya , kemudian menghilang dalam cahaya keemasan.
Ia kembali berjalan menuju tanah yang telah Robert gali.
Pria memang bisa di andalkan!
Batin Lucia tersenyum puas menatap lubang besar di depannya.
Lucia kemudian merangkak perlahan memasuki lubang tersebut , dan mencari-cari sesuatu yang memanggil namanya berulang kali. Baik di dunia nyata maupun di dalam mimpi.
Dimana? Dimana kamu?
Hari telah gelap , Lucia hanya bisa meraba-raba tanah yang lembab di depannya. Tanpa pencahayaan. Mencari keberadaan makhluk tersebut.
Tiba-tiba Lucia menyentuh batu lonjong yang seukuran genggaman tangannya.
...Apa ini??!...
Lucia meraba keseluruhan batu yang ia pegang. Batu itu berbentuk batang pohon besar. Dan memiliki ujung yang mencuat, seukuran tangan manusia.
Sehingga Lucia bisa menggenggam dan menariknya.
Lucia mencoba menariknya keluar dari lubang tersebut.
...Ugh..berat sekali.....
__ADS_1
Lucia terus menarik keluar batu yang ia genggam. Ia tidak putus asa dan terus berusaha menarik gelondongan batu besar itu keluar dari tanah seorang diri.
Setelah beberapa lama , akhirnya batu besar itu berhasil keluar dari tanah. Lucia menghela nafas lega dan berusaha menatap batu besar itu baik-baik.
Dibawah sinar rembulan setengah yang menyinari di balik rimbunnya pohon bambu di sekitarnya , Lucia terkejut menyadari bahwa ia hanya menarik keluar batu besar yang terlihat tidak istimewa sama sekali.
...Apa..ini??!...
Lucia terkejut menatap tidak percaya bahwa usaha kerasnya tidak membuahkan hasil apapun.
Tiba-tiba dari tengah batu itu keluar cahaya terang yang sangat menyilaukan mata. Lucia menghalangi matanya dengan satu tangan kanannya.
...ZWIIIING!!!!!( Cahaya dan aura kuat membuat telinga mendengung)....
A..apa itu? begitu bersinar.
Lucia kembali terkejut. Menyipitkan matanya ,melirik dari sela jarinya yang ia gunakan untuk melindungi matanya.
Bayangan wanita yang menyerunya dalam mimpi kini tampak jelas . Dengan cahaya coklat keemasan yang terang , muncul wujud seorang wanita berparas cantik, berambut panjang berwarna coklat pekat, memandang Lucia dengan hormat.
"Terimakasih telah membangunkan ku Lucia."Ucap wanita cantik tersebut.
Lalu ,cahaya terang itu kembali menghilang bersama dengan wujud wanita cantik tadi.Masuk ke dalam batu besar yang secara ajaib berubah menjadi wujud manusia yang tertidur , tanpa busana sehelai pun.
Lucia terkejut, dan segera menutupi tubuh wanita itu dengan mantel pemberian Dark.
Aku lelah sekali.
Lucia terduduk kelelahan. Matanya terasa sangat berat. Dan tertidur.
...***...
__ADS_1
Sosok gelap muncul di balik pohon bambu. Mengintai dan menyeringai menatap ketidakberdayaan pelindung air. Ia telah kalah sebelumnya, karena pelindung air itu di kawal oleh seorang pria yang sangat kuat. Tapi ia beruntung ,masih hidup.
Bunuh! Bunuh!
Bunuh penghalang kegelapan!
Bunuh pelindung air itu!
Bunuh!
Visnes berusaha memasuki pikiran manusia yang terbaring di hadapan Lucia . Lucia masih tertidur pulas karena kelelahan.
Crank!!!
Manusia wanita di hadapan Lucia terbangun dan segera duduk. Matanya menatap tajam Lucia .
Visness tersenyum penuh kemenangan.
Manusia wanita itu mengepalkan tangannya dengan marah.
Ugh...
Lucia Masih tertidur dan mengigau, tampak kesakitan .
Visness tersenyum senang.
Hi hi hi hi Sepertinya gadis itu terkena hipnotis ku. Visness akan membunuh pelindung air dengan tangan gadis itu!
Visness tertawa .
...To be continued......
__ADS_1