
...~Chapter 12~...
Marrie menatap gadis di depannya, yang masih memasang tampang polosnya , duduk manis di kursi sofa rumah milik Lucia.
" Katakan sejujurnya! Siapa dirimu?!"
Seru Marrie curiga.
Wajah gadis yang bernama Seira itu terlihat memerah ,
"Maafkan aku. Aku mengira kamu adalah Irnest." Jawab Seira merasa bersalah.
Seira mengeluarkan cermin tangan miliknya . Cermin itu seukuran wajah , di atas cermin nya ada hiasan kristal yang bercahaya terang , dan di bawah nya ada hiasan planet bercincin seperti yang ada di dahi gadis kecil tadi saat memegang tangan Marry dengan kuat.
Seira menaruh cermin itu menutupi wajahnya. Dan suaranya berubah menjadi gema di kepala Marry.
"Kamu tidak berbohong. Saint Marry Leichtenstein .Pelindung Tanah. Sang pemegang kunci."
Ujar Seira melalui gema di kepala Marry.
Hah??!!
Wajah Marry memucat , ia sangat terkejut Gadis itu bisa bertelepati padanya dan seorang gadis asing mengetahui identitasnya dengan detail. Padahal ia baru saja bangkit. Dan seharusnya tidak ada yang tahu keberadaannya.
" SIAPA KAMU SEBENARNYA!!!"
Teriak Marry ketakutan.
" Karena kakakku sangat sibuk, aku adiknya kak Robert memohon agar kamu membantu menjaga kak Lucia. Tolonglah." Ucap Gadis itu kembali berubah ke wajah polos nya ,
Cermin yang ia pegang juga tiba-tiba saja lenyap. Seolah-olah Marry hanya melihat halusinasi tadi. Seolah-olah penglihatannya atas gadis kecil di depannya yang dalam sekejap berubah-ubah dari gadis polos menjadi sesuatu yang mencekam, hanya imajinasinya saja.
Marry sangat ketakutan.
" Siapa kamu sebenarnya?! Apa maksudmu? Maumu apa?!!!" Teriak Marry waspada dan kebingungan.
Seketika suara mencekam itu kembali
berdengung di kepala Marry.
" Kamu tidak perlu tahu siapa aku.
Aku tahu kamu gadis baik-baik. Dan tanah sudah cerita padamu ,bahwa kunci yang ada di bumi ini di pegang olehmu. Kamu bisa melindungi orang di sekitarmu."
Marry melihat mata keemasan gadis itu bersinar terang dengan wajah pucat menyeramkan. Marry terhenyak .Ketakutan menjalar di seluruh tubuh Marry.
Tiba-tiba aura mencekam itu hilang dan di depannya gadis itu kembali berubah menjadi seorang gadis kecil polos.
" Ah, kenapa kak Lucia belum pulang ya?" Seru gadis itu beranjak dari tempat duduknya dengan wajah tidak berdosa nya.
Menakutkan! Anak ini sungguh menakutkan. Dia bisa tahu segalanya tentang diriku.Siapa sebenarnya dia?
Gumam Marry pucat.
" Tenang saja kak Marry. Seira tidak ada niat jahat. Aku hanya ingin menjenguk kakakku Lucia."Ujar Seira meluruskan kesalahpahaman Marry padanya.
__ADS_1
Marry kembali terkejut pada kata-kata Seira. Apakah ia bisa membaca isi kepalaku? Atau di wajahku tertulis bahwa aku sangat ketakutan sekarang? Gumam Marry kikuk.
" Wah...Kak Lucia lama sekali. Aku harus pergi sekarang.Maaf mengganggumu kak Marry." Ucap Seira sopan.
Marry kembali terkejut akan kesopanan gadis yang membuatnya ketakutan tadi." Ah..iya.Tidak apa-ap.." Kalimat Marry terputus.
Gadis di depannya yang sopan dan polos tadi tiba-tiba kembali berubah lagi. Menampilkan wajah aslinya.
Aura mencekam , di dahi gadis itu sebuah planet kecil bercincin tampak hidup dan bersinar terang. Matanya bersinar terang berwarna keemasan. Wajahnya pucat pasi.
Sebelum ia menghilang, kepala Marry berdengung." Berhati-hatilah terhadap wanita bernama Irnest! INGATLAH!"
Marry berusaha menggapai gadis itu, " Tinggu!! Kenapa dengan Irnest itu?!!" Tanya Marry , Dan gadis itu menghilang dalam sekejap mata.
Marry menghela nafas.
Aku tidak mengerti .
Siapa Irnest? Apa yang akan terjadi?
Apa hubungannya dengan Lucia?
juga...
Cermin kristal milik Seira , mengingatkanku akan kunci bumi.
Musuh bisa datang kapan saja.
Aku harus sangat waspada.
Aku masih harus mengumpulkan kekuatan .
...Cana🍁...
...____________...
Oe.....
Oee.....
Oeee.......
"BERISIK SEKALI!! ANAK SIAPA ITU JENY?" Teriak Ben marah. Ia sangat terganggu saat pulang ke rumahnya mendengar tangisan bayi.
" Ah..Syukurlah kau pulang. Musim semi ini, seminggu yang lalu , anak kita lahir." Seru Jeny , istrinya yang terkejut gembira melihat suaminya pulang . Setelah tujuh bulan pergi entah kemana.
Jeny segera menghampiri Ben dan hendak memegang tangan nya.Tapi Ben menepis tangan Jeny dengan kasar.
" Buang anak itu! Itu bukan anak ku! Dan aku tidak mau punya anak!!!"
Seru Ben dengan dingin.
Jeny terkejut melihat Ben berubah . Padahal sebelum pergi tujuh bulan yang lalu , Ben tidak pernah sekalipun berlaku kasar padanya. Apalagi menolak anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
Jeny berusaha kembali membujuk Ben walaupun matanya mulai berkaca-kaca. Ia sangat sedih karena sikap Ben yang dingin dan penolakan Ben terhadap anak kandungnya sendiri.
" Tapi Ben! Dia anak kita berdua. Bukankah kau mencintaiku?" Seru Jeny berusaha meraih tangan Ben.
Ben membuang mukanya dengan angkuh. " Cih"
Ben dengan wajah kejam dan dinginnya , berkata tegas.
" BUANG ANAK ITU! ATAU KAU JUGA KUBUANG!"
...DEG!!!...
Mimpi ?!
Kenapa aku selalu mengingat hal itu?
Ibu, yang meninggal saat aku berumur 10 tahun.
Di pohon inilah aku dapat bertahan hidup. Tanpa sepengetahuan ayah, Ibu selalu mengasuhku.
Ibu selalu menyebut pohon ini ,pohon Cana. Tempat aku tumbuh besar.
Pernikahan itu memang sungguh rumit!
Aku tidak mengerti kenapa ibu mencintai pria seperti ayah!
Akan kupastikan bahwa aku tidak akan memperlakukan seorang wanita ,seperti ayah memperlakukan ibuku!
Cana menyenderkan kepalanya di dahan pohon yang ia dan ibunya sebut pohon Cana. Memejamkan matanya dan menghirup udara segar dari bawah pohon. Memenuhi paru-parunya dengan udara segar dan hendak terlelap .
Ketika tiba-tiba sesuatu memukul kepalanya dengan keras.
...Pletak!!!...
Benjolan keluar dari kepala belakangnya yang terasa nyut-nyutan akibat pukulan benda keras yang tiba-tiba tadi.
Uugh!!
Cana mengeluh kesakitan memegang kepala belakangnya dan menatap marah pada orang yang ada di bawah pohon .
Segera ia bangkit dan melompat cepat menghadang orang yang jalan di bawah pohon. Wanita itu terlihat sedang menendang batu-batuan di depannya dengan sekuat tenaga, dan sangat terkejut melihat kedatangannya.
Sraak!!!
Hah?!!!
Dengan amarah membara Cana mengejar wanita tersebut.
Wanita itu refleks lari , melihat laki-laki dengan wajah marah, jenggot dan kumis berantakan tiba-tiba mengejarnya.
" Woooi!!! Tanggung jawab!!! Kepala gua benjol neh!!!" Teriak Cana marah.
"Huwaaa tolooong ...."
Teriak Lucia ketakutan dan tidak sengaja melempar plastik belanjaan minumannya ke arah laki-laki yang mengejarnya, tanpa menoleh kebelakang.
__ADS_1
Lucia berlari sekuat tenaga menuju pulang.
To be continued....