
Karya:~Kay Scarlet~☘️
...~Chapter 32~...
.
.
.
.
Seperti sihir, Havana melihat pemandangan yang berbeda!
Semua orang dan pemandangan suku api yang Havana lihat lenyap.Hanya ada hutan dengan pohon yang amat sangat rimbun dan dua orang laki-laki di hadapannya.
Yang lebih tua berperawakan besar,dengan jenggot putih yang panjang dan rambut panjang terurai.
Dan yang satu lagi bertubuh kurus,dengan mata hijau yang tajam ,hidung mancung,dan wajah tirus agak pucat.
"Aku adalah kakak dari neneknya Georgia.Namaku Franc.Dan ini adalah putraku Eagle." Ucap Franc menjabat Havana dengan tangannya yang besar.
Havana mengerjapkan matanya tidak percaya ."Jadi selama ini anda lah yang bersama saya?"Tanya Havana kaget.
Franc menggeleng. Aku baru datang tadi pagi. Freya memintaku menyamar menjadi dirinya untuk menyelamatkan cucu kesayangannya. Dan memintaku menjagamu sampai ia kembali.
Havana tersenyum kecut. Alangkah bodohnya dia.Tentu saja.Mana mungkin seorang nenek tua renta bisa menumpuk perabotan sampai tinggi di halaman rumahnya seorang diri?Oh ayolah Havana...dimana akal sehatmu? Batin Havana.
Franc tergelak,dan menepuk-nepuk bahu Havana ,sehingga Havana berguncang-guncang. "Oh cukup ayah!dia terlihat risih diperlakukan seperti itu."Seru Eagle menyingkirkan tangan ayahnya dari pundak Havana.
Havana menghembus nafas lega saat Franc berhenti.
__ADS_1
"Aku bisa membaca pikiranmu nak.Ingatlah itu!"Ucap Franc seraya mengedipkan sebelah matanya.
Seketika Havana menyadari mengapa Franc selalu tau apa yang ia pikirkan.
Pria yang lebih muda itu juga menyodorkan tangannya ke arah Havana."Salam kenal,aku Eagle." Ucapnya sopan. Havana menjabat tangan Eagle dan tersenyum."Havana".
Ucapnya singkat.
Franc merogoh sakunya dan mengeluarkan kotak tempat ia menyimpan cahaya kehidupan Georgia."Cahaya kehidupan ini bisa merasakan keadaan sekitarnya. Jadi aku akan membuat kenangan manis untuk nya."Ucap Franc terkekeh dan perutnya berguncang-guncang.
"Kenangan manis?" Tanya Havana penasaran. Franc memandang Havana dan menjentikkan jarinya. Seketika itu juga Havana melihat kembali suasana perkampungan suku api sebelum kehancurannya.
Eagle,berubah menjadi wajah Anthony.Dan di sebelahnya berdiri Freya ,juga Athena yang terlihat berseri-seri. Havana kaget dengan perubahan mendadak itu.
Tapi saat menatap Athena,ia tidak bisa menahan dirinya, dan memeluk Athena erat. Air mata mengalir membasahi pipinya."Maafkan aku Athena...maafkan aku tidak bisa menyelamatkan mu... maafkan aku..."Isak Havana.
Ia mengeluarkan kesedihan yang ia tahan selama ini."kenapa kamu membiarkan aku hidup seorang diri?"
"Adikku ada apa denganmu?Apakah kamu lupa?Selalu ada keajaiban dalam setiap hal. Jangan pernah berhenti percaya pada sang penciptamu! "Ucap Athena sembari menjentik kening Havana.
Havana tidak merasakan sakit. Jentikan itu terasa seperti sehelai kapas menyentuh lembut keningnya.
Sekali lagi Havana menatap Athena.
Mata itu hanya menatap hampa.
Eagle menepuk bahu Havana. Havana terkejut karena ia hanya berdiri mematung menatap Athena yang berdiri tidak jauh darinya.
Apa itu tadi? Aku hanya bermimpi?
Gumam Havana kebingungan.
__ADS_1
"Apakah tadi Athena berkata sesuatu padaku?"Tanya Havana pada Eagle.
Eagle mengangguk."Iya,dia bertanya apakah kamu lapar?Tapi kamu hanya menatap nya tanpa menjawab apa-apa",Jawab Eagle serius.
Tubuh Havana meremang . Franc memandang Havana dengan serius.
"Nak ... aku rasa kamu harus lekas pergi dari sini.Aku akan merawat Georgia dengan baik disini. Eagle akan mengantarmu ke perkampungan manusia kembali."Ucap Franc sembari mengibas-ngibaskan sekeliling Havana.
"Ada apa?Kenapa?" Tanya Havana kebingungan. Tingkah Kakek bertubuh besar itu tiba-tiba terlihat aneh. Ia lebih waspada dan raut wajahnya tidak seramah sebelumnya.
"Ia belum makan Ayah,aku sudah menyiapkan makanan di meja."Ucap Eagle. Havana baru merasakan perutnya memberontak. Franc menghela nafas dan mempersilahkan Havana masuk ke dalam rumah dan segera menutup pintunya rapat sebelum Athena ilusi memasuki rumahnya.
"Jangan khawatir.Georgia aman bersamaku. Kamu hiduplah dengan baik di perkampungan manusia. Freya akan membantumu."Ucap Franc sembari menghempaskan badannya ke kursi kayu yang ukurannya juga besar ,menghadapi meja makan.
Eagle menyodorkan mangkuk makanan ke hadapan Franc , Havana ,kemudian untuk dirinya sendiri. Tanpa berkata-kata, mereka bertiga makan dengan lahap.
Setelah makan, Franc mengantar Havana ke depan rumah. Tangannya yang besar menepuk pundak Havana dengan lembut.
"Sembunyikan sisa kekuatanmu nak. Dan ikutilah Freya.Ia sangat mahir bersembunyi. Hanya sampai 7 tahun.Bertahanlah sampai saat itu tiba."Ucap Franc.
Eagle berubah menjadi elang besar,dan memberikan isyarat melalui matanya yang tajam.Menyuruh Havana naik ke punggung wujud elang nya.
Setelah Havana naik ,Franc menyuruh Havana membungkukkan tubuhnya dan memeluk erat leher elang besar tersebut. "Ingatlah kata-kataku nak. Berhati-hati lah."Franc mengakhiri kata-katanya dan menepukkan tangannya yang besar ke sayap Eagle .
Eagle melesat terbang dengan cepat meninggalkan Franc yang melambaikan tangannya ke arah mereka berdua.
Havana sekali lagi memandang ke bawah.Ada sesuatu yang cepat turun dan muncul tepat ke hadapan Franc.Havana mengusap-usap matanya.Dan berusaha melihat jelas makhluk di hadapan Franc.
Makhluk itu sangat bercahaya. Makhluk seperti seorang pemuda yang ada di hadapan Franc itu bersayap!
To be continued ....
__ADS_1