SHINE SHERO

SHINE SHERO
THE VIRUS


__ADS_3

Karya: ~Kay Scarlet~☘️


Illustration: Ishiba Aoi



...~Chapter 39~...


.


.


.


-Saturnus gempa-


"Gempa ini lagi?" Gumam Robert cemas. "Apakah Lucia sedang sedih?"


"Memikirkan apa?" Tanya Dark yang sedang memperhatikan Robert berlatih dari kejauhan.


"Tidak ada apa-apa." Jawab Robert datar. Ia memiringkan wajahnya, melihat Dark yang juga kelihatan agak terganggu dengan gempa yang berkali-kali menimpa saturnus.


"Lucia semakin kuat ...." Gumam Dark. "Semoga pemegang kunci bumi dapat membuatnya mengontrol kekuatan nya." Gumamnya lagi, kemudian menghela nafas pasrah.


.


.


.


-Kerajaan Sky-


Sky duduk di atas singgasana yang terukir simbol naga emas.


Dua orang pria berjubah hitam dengan tanda segitiga di bawah mata mereka datang dan bersujud pada Sky. "Tuanku!"


"Apakah kalian telah menemukan nya???" Tanya Sky dengan wajahnya yang pucat dan muram.


"Kami telah memastikannya Tuanku, kami telah menemukan suku api terakhir dan suku Air terakhir." Ucap kedua abdi tersebut masih dalam keadaan bersujud.

__ADS_1


"Bagus! Secepatnya kalian harus merebut bola api dari tangan suku api terakhir!" Ucap Sky senang.


"Kirimkan June untuk mengawasinya dan membunuhnya saat lengah!" Ucapnya lagi.


"Baik tuanku!"


"Dan apakah kalian sudah menemukan Visness, Gorgonie, dan evilyn?" Tanya Sky. "Cahaya kehidupan mereka telah padam yang mulia. Walaupun jasad mereka menghilang, tapi kami yakin mereka telah tewas." Ucap salah satu abdi yang melapor.


Sky mengetukkan jarinya dengan tidak puas. Siapa yang berani membunuh orang-orang ku?


Apakah keturunan suku api terakhir itu?


Sky menghembuskan nafas kasar dan amat sangat murka.


"Pergilah kalian! Aku tidak mau mendengar kegagalan lagi kali ini! " Ucap Sky kesal.


"Baik Tuanku!" Jawab kedua abdi berjubah hitam tersebut dan kemudian pergi.


"Hanya bocah ingusan saja. Mana mungkin bisa lebih hebat dari prajurit-prajuritku yang tangguh." Gumam Sky tersenyum jahat.


"Yang benar saja tuan sky menyuruh June yang membereskan suku api terakhir itu?! Aku sungguh tidak menerima nya!" Ucap pria berjubah tersebut kesal. "Tenanglah Jeff, dia tidak akan bisa menyelesaikan tugas dari tuan sky. Kita akan menjebaknya dan menjadikannya pengkhianat! Lalu kita yang akan membunuh suku api terakhir itu. Dan tuan Sky akan mengangkat kita menjadi sederajat dengan jendral." Ucap Pria berjubah hitam satunya. Jeff tersenyum puas. "Itu ide yang hebat. Aku tidak sabar ingin melihat tuan sky membunuh June si lemah itu! Atas dasar apa dia bisa lebih tinggi pangkatnya dari kita?" kedua pria berjubah itu tersenyum sinis.


June adalah remaja berusia 16 tahun. Ia mendapatkan pangkat tinggi oleh Sky karena ilmunya yang berbeda dari yang lainnya. Ia adalah ahlinya virus. Manusia lemah dengan virus. Dan manusia yang terkena virus, gampang di perbudak oleh sky. Tapi karena ia yang paling muda dari banyaknya abdi sky, membuat June dikucilkan.


Banyak yang iri dan tidak menyukainya, sehingga June memilih mengasingkan diri dan tidak berteman dengan pengabdi Sky lainnya.


"Titah dari tuan Sky!" Ucap Jeff di depan pintu masuk tempat tinggal June.


"Masuklah.Aku menerima titah tuan Sky." Jawab June datar.


Kedua pria berjubah tersebut masuk ke dalam rumah June sambil berpandangan dan terlihat jijik melihat rumah June yang kotor.


"Aku tahu kalian jijik, jadi cepatlah sampaikan titah dari tuan Sky, kemudian pergilah dari tempatku." Ucap June yang kemudian duduk di sofa nya dengan malas.


"Cih! benar-benar makhluk terkotor!" Ucap Jeff mual. "Tuan Sky memerintahkan mu June, untuk mengawasi suku api terakhir dan membunuhnya saat ia lengah!" Ucap Jeff kembali.


"Cuma itu saja?" Tanya June meninggikan satu alisnya.


"Sombong! Kamu belum tentu bisa menyelesaikan tugas dari tuan Sky ini!" Ucap Jeff emosi.

__ADS_1


"Benar! Kamu hanya perlu melaksanakan tugas itu! Tuan Sky ingin kamu menyelesaikan tugasmu dengan cepat!" Ucap pria berjubah satunya yang kemudian menarik Jeff untuk segera pergi dari sana. Fart, pria berjubah satunya itu membawa Jeff teleport kembali ke tempat mereka. "Lepaskan aku! Aku harus beri pelajaran pada bocah tengik sombong itu!" Teriak Jeff meronta. "Tahan emosimu! Kamu mau tuan sky mendengar kita mencari masalah pada bocah itu?! Sekarang dia adalah kesayangan tuan Sky, tunggu setelah tuan Sky tidak mempercayainya lagi. Saat itu kita bisa menghabisi nya." Ucap Fart tersenyum jahat.


.


.


.


June terdiam lama setelah kedua pria berjubah utusan tuan Sky pergi.


"Suku api terakhir ya ... hanya seorang perempuan. Dan ... Oh, ia adalah dokter? Kebetulan sekali! Virus-virusku ... Mari kita lihat apa reaksinya menghadapi kalian?" June tersenyum antusias.


June beranjak dari sofa malasnya dan memandang rumahnya yang mirip tong sampah besar dan berbau menyengat. June tergelak, "Biasanya utusan tuan Sky menambahkan satu atau dua muntah saat kesini. Mereka cukup tangguh." June menyiapkan Virusnya dan segera pergi dari rumahnya yang sengaja ia biarkan kotor dan berbau. Tuan Sky cukup berbaik hati membuatku dimusuhi banyak makhluk pengikut setianya. Rumah sebesar ini, lebih baik buatku berternak virus dan bakteri. Hehehe ....


.


.


.


-Mariam Hospitals-


Srrrttt ....


(June teleport)


"Inikah tempatnya bekerja?" Gumam June bahagia. Melihat seorang wanita manusia dan begitu saja tangannya reflek menabur virus yang ia bawa.


"Anakku, makanlah yang banyak! Manusia ini tidak berharga. Kalian boleh memakannya sampai mereka meninggal dan bisa dijadikan pasukan mayat tuan Sky nanti." Ucap June sembari terkekeh.


Tiba-tiba saja wanita tadi pingsan dan orang-orang sekitar nya panik. June terkekeh kembali.


"Beri jalan! Cepat! Cepat!" Seru perawat yang segera mengangkat wanita tersebut dan membawanya ke ruang UGD. June melengos pergi masih mencari di mana dokter wanita suku api terakhir yang harus ia bunuh.


June memandang satu persatu manusia yang melewatinya, tapi tidak ada yang membuatnya tertarik sama sekali. Dengan malas ia menaruh virus-virus nya ke setiap manusia yang ia lewati.


"Dokter Green! Dokter Georgia! Ini gawat! Tiba-tiba saja banyak orang berjatuhan di rumah sakit! Ruang UGD penuh!"


...~To be continued .... ~...

__ADS_1


__ADS_2