SHINE SHERO

SHINE SHERO
King Waterfield


__ADS_3

...~Chapter 18 ~...


.


.


.


.


Visnes berjalan lambat mendekati Lucia yang tidak berdaya.


Tanda segitiga muncul di kening Lucia. Roda di tengah segitiga itu berputar.


Roda apa itu?


Lucia bertanya-tanya.


Ia masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


" Ada apa ini? Satu menit berlalu dan Lucia masih belum berubah?!" Seru Mary panik.


" Ia sama sekali tidak bergerak.Apakah ia sudah meninggal?" Tanya Cana mengawasi Lucia dari tempatnya berdiri.


" Tidak mungkin!!! Seharusnya semua yang kita lihat tadi adalah halusinasi yang aku buat! Visness itu sudah mati! Aku telah membunuh dan menyegelnya." Teriak Mary panik.


" Halusinasi?!" Ulang Cana tidak percaya.


" Seharusnya, seperti di kolam renang itu! Lucia sudah berubah hanya dalam satu detik! Tapi ini....???! Dan siapa sebenarnya yang menyerupai Visness itu? "Ucap Mary gugup.


Cana kembali terkejut dan menatap waspada ,wanita berambut pendek yang kini telah berdiri di samping Lucia yang terkapar tidak berdaya.


Visness menatap Lucia yang ada di bawah dekat kakinya." Khi..khi..khi...


Sebelum aku membunuhmu, memotong ujung jarimu,dan menjadikan kepalamu sebagai koleksi kemenangan ku, izinkan aku memperkenalkan diriku."


Wanita berambut pendek itu tiba-tiba di selimuti gumpalan asap berwarna hitam dan berubah menjadi seorang pria tegap, bertelanjang dada dengan rambut hijau kebiruan suku air.


Lucia yang menatapnya terkejut.

__ADS_1


" King Waterfield?" ucap Lucia tidak percaya. Anak kecil yang menghilang sebelum kedatangan Robert ,yang menyebabkan perpecahan bangsa suku air. " Ternyata kau masih hidup."


Ucap Lucia dingin.


King tertawa .Tawanya menggelegar sehingga alam dimensi yang di buat Mary berguncang.


" Hahahahhaha... Aku kagum kau masih mengingatku Lucia!


Namun, sebelum kau menghancurkan rencanaku, aku akan membunuhmu terlebih dahulu! Hanya akulah yang akan menjadi pewaris suku Air satu-satunya!" Ucap King dengan angkuh.


" Hanya karena alasan itu, kau tega membunuh orang tuaku dan seluruh pelindung air, Saudara-saudaramu?!"


Ucap Lucia ketus.


" Itu pantas mereka dapatkan. Mereka berperang satu sama lain. Dan aku hanya mengabulkan keinginan mereka. Mati dengan tenang sebagai pahlawan! Hahahahhaha!!!" King tertawa keras. Gema tawanya menggaung di seluruh alam dimensi buatan Mary.


King mengeluarkan tongkat trisula yang tiba-tiba muncul dari tangannya dan hendak menikam Lucia.


" Kita tidak bisa tinggal diam kali ini Mary!! " Ucap Cana cemas dan berusaha keluar dari pelindung yang di buat Mary.


Tapi Cana terpental dengan keras kebelakang. "Cana!!!Apa kamu tidak apa-apa?" ujar Mary terkejut. Cana menganggukkan kepalanya dan hendak mencoba kembali.


Namun Mary menahannya dan Mary mencoba sendiri ,masuk ke dimensi halusinasi yang di buatnya. Tapi alam itu seperti di selimuti dinding tidak terlihat.


Ucap Mary ketakutan .


" Apa!!!!" Teriak Cana putus asa ,yang kemudian mencoba mendobrak dinding yang membatasi mereka dari alam dimensi buatan Mary.


Mary mengeluarkan kunci hitam putihnya. " Kunci bumi! Kumohon...bukakan jalan!!!" Ucap Mary dengan seluruh kekuatannya.


" Lucia..bertahanlah!!!" Teriak Cana yang masih berusaha mendobrak dinding pelindung Mary.


...****...


Lucia merasakan kesadarannya hampir menghilang.Racun itu sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Lucia merasa dirinya kaku tidak berdaya.


Dan Ujung tongkat trisula milik King yang hanya berjarak 5 centi dari lehernya, hendak menusuknya.


King mengangkat trisulanya dan dengan kekuatan penuh ia menghujamkan tongkat itu ke leher Lucia.

__ADS_1


Crashhh!!!


Kilatan cahaya kebiruan menghalangi tikaman trisula milik King.


Tongkat itu terpental ke samping dan lepas dari genggaman King.Kemudian tergeletak di pasir pantai.


" Apa!!! Bagaimana bisa?!" King mengusap tangannya yang terasa sakit karena ia merasa seperti tersengat listrik . Lalu mundur selangkah.


Lucia menatap dirinya tiba-tiba bangun dan bergerak sendiri.


" Kenapa? kenapa tubuhku bergerak sendiri?" Batin Lucia, bingung.


Tanpa berkata-kata, tubuh Lucia mengeluarkan tongkat dari tangannya. Dan butiran air mengelilingi tubuh Lucia. Seperti pelindung. Tongkat Lucia memanjang , memiliki sisik dan mahkota dengan permata berwarna biru di ujungnya.


Kaki Lucia berubah menjadi ekor dan aura berwarna biru kehijauan mengelilingi nya.


" Rupanya kamu sudah bangkit?!"


Tanya King kemudian tertawa sinis.


" Baiklah, ayo kita bertarung!" Teriak King mengambil trisulanya kembali dan berusaha menikam Lucia kembali.


Dengan cekatan Tubuh Lucia menghindari serangan -serangan dari King dan kemudian sekali lagi menjatuhkan tongkat trisula milik King ke Pasir pantai.


" Menyerahlah! Aku akan mengampunimu karena kau adalah suku air!!!" Ucap mulut Lucia dengan tegas. Tapi yang keluar bukanlah suara Lucia.


" Siapa kamu?!!! " Teriak King yang berusaha mengambil kembali tongkat trisulanya. Tapi tongkat trisula King , terhisap di tangan Lucia.


" Sekarang ini milikku!" Ucap Lucia dengan angkuh.


" Sialan!!!" Teriak King dengan marah dan berusaha meninju Lucia dengan tangan kosongnya. Lucia menghindari seluruh pukulan King ,dan memukul wajah King dengan kuat hingga terpental jauh kebelakang.


" Menyerahlah!" Ucap Lucia lagi.


" Tidak!!! Tuan Sky telah menjanjikan ku kekuasaan. Aku tidak akan kalah dengan seorang wanita seperti mu!!!" Teriak King yang kemudian kembali hendak memukul Lucia lagi.


Tapi Lucia lebih cepat lagi dan berhasil menjatuhkan King hanya dengan sekali pukulan tongkatnya.


" Baiklah, hanya dengan begini kau baru akan mengerti!" Ujar King dengan marah. Ia bangkit berdiri dan mengangkat tangannya ke atas dengan seluruh kekuatannya.

__ADS_1


" BADAI AIR!!!!" teriak King dengan kekuatan penuh.


To be continued...


__ADS_2