SHINE SHERO

SHINE SHERO
Cahaya Berpendar


__ADS_3

Karya:~Kay Scarlet~☘️


...~ Chapter 29 ~...


.


.


.


Havana terbangun dan mendapati dirinya telah menempati kasur kecil tempat Freya tidur. Menarik selimut hangat yang menyelimuti nya dan segera bangkit berdiri.


Freya sudah tidak berada di ruangan itu lagi.


Havana berjalan perlahan dan menajamkan telinganya berusaha mendengar suara dari ruangan atas.


Tapi terdengar suara apapun. Hanya aroma roti yang sedang di panggang menguar dari sela-sela pintu bawah tanah. Seketika perut Havana berbunyi.


Havana membuka pintu dan berjingkat-jingkat menaiki anak tangga ke atas. Mengintip sedikit melihat ke ruangan atas.Karpet yang Freya pakai untuk menutup pintu ruang bawah tanah telah terbuka.


Tiba-tiba saja pintu bawah tanah itu terbuka lebar. "Selamat pagi Havana,apakah tidurmu nyenyak?" Seru suara renta yang terdengar familiar dan ramah.


Cahaya matahari membanjiri Havana seketika. Havana menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas.


"Naiklah", Ucap Freya mengulurkan tangannya ke arah Havana.


Havana menyambut tangan Freya dan segera naik ke ruangan atas.


Havana memandang kanan dan kirinya dengan bingung.


Ruangan tersebut telah kosong.


Seolah tahu apa yang Havana fikirkan

__ADS_1


Freya langsung menjawab,"Mereka sangat brutal.Sebagian besar barang-barang telah rusak." Ucap Freya seraya menunjuk onggokan tinggi kayu di halaman belakang rumah yang terlihat dari jendela.


"Siapa mereka?" Tanya Havana penasaran.


"Prajurit Sky.Ia mengetahui kemana bola api itu berpindah.Tapi karena bola api itu kehilangan kekuatannya di ruangan ini,ia hanya bisa menggeledah tempat ini." Jelas Freya.


"Sky iblis!" Ucap Havana geram.


Freya menepuk pundak Havana lembut."Lupakan kemarahanmu.Kita punya misi yang lebih penting." Ucap Freya yang masih memeluk sapu dan berjalan perlahan ke arah dapur.


Tidak ada meja ataupun kursi lagi di sana.Freya menaruh dua piring roti bakar dan dua gelas susu hangat di atas karpet depan perapian.


"Ayo sarapan dulu.Kita akan melakukan perjalanan jauh hari ini",Ucap Freya yang sedang menata pisau dan garpu di atas piring.


Havana mencuci tangannya, kemudian bergabung duduk di seberang Freya. "Selamat makan",


Ucap Freya mengambil rotinya.


Setelah sarapan ,mencuci piring, dan membantu Freya mengangkat juga membetulkan beberapa barang.


Kusir kereta telah menunggu mereka di depan rumah Freya.


Mereka bergegas masuk ke dalam kereta .


"Bawa kami ke perkampungan suku api pak" ,Ucap Havana.


"Maaf nona,tapi perkampungan suku api tidak tersisa apapun."Ucap kusir kereta menyesal.


"Kami ada keperluan di sana." Ucap Freya menimpali . "Baik", Sahut kusir tanpa banyak bertanya lagi.


Kusir segera memacu kudanya untuk berlari cepat ke arah perkampungan suku api.


Sepanjang perjalanan hanya terlihat putih salju terhampar. Kereta mereka melaju cepat.Setelah dua jam perjalanan yang melelahkan,mereka sampai di depan gerbang perkampungan suku api.

__ADS_1


Pemandangan yang tidak biasa.Seluruh rumah yang ada di perkampungan suku api telah rata.Dan tertutup salju.


Havana meminta kusir kereta untuk berhenti dan segera turun dari kereta.


Havana berlari kesana kemari mencari-cari sisa-sisa atau mayat suku api.Tapi Havana tidak menemukan apa-apa. Seolah-olah semuanya menghilang begitu saja.


Freya yang hanya memerhatikan Havana dari dalam kereta,kemudian turun dan berjalan pelan.


"Ikuti aku", Ucap Freya mendekati Havana.


Wajah Havana terlihat pucat ,sepucat salju yang menutupi tanah suku api.


Bibirnya membiru karena kedinginan.


Asap dari mulut Havana mengepul tidak beraturan ,karena ia begitu putus asa.


Freya berjalan perlahan ke tengah-tengah dataran perkampungan suku api,diikuti oleh Havana yang terseok-seok mengikutinya dari belakang.


Sesekali Kaki Havana terperosok ke dalam salju yang dalam,dan kemudian ia bangkit kembali.


Havana tidak menyangka ia akan kehilangan semuanya.Walaupun Freya telah memberitahunya.


Freya tiba-tiba berhenti dan menjulurkan tangannya. Havana mendekat dan berusaha melihat apa yang dilakukan nenek bermata hijau itu.


Havana menatap sebuah cahaya berpendar di atas telapak tangan Freya.


"Apa itu?" Tanya Havana terkejut.


"Kunang-kunang?" Tanya Havana lagi,kemudian mendekati Freya dan menjulurkan kepalanya,melihat cahaya itu dari dekat.


Freya tersenyum.


To be continued ....

__ADS_1


 


Jangan lupa Like,comment dan votenya ya. Terima kasih🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2