SHINE SHERO

SHINE SHERO
Masa Lalu Suku Api


__ADS_3

Karya : ~Kay Scarlet ~☘️


...~ CHAPTER 23 ~...


.


.


Saat itu musim dingin , badai , dan kabut tebal menyelimuti perkampungan suku api.


Seorang wanita berumur 22 tahun menyelimuti bayinya yang tengah tertidur lelap.


"Athena! Athena! "


Terdengar suara agak keras dari luar rumah, disusul ketukan pintu yang terburu-buru.


Wanita itu cepat-cepat membukakan pintu. "Sst ... Pelan sedikit Havana.


Georgia baru saja tertidur. Ada apa?"


Wanita yang baru datang itu berperawakan ramping, dengan rambut hitam kebiruan. Tidak seperti rambut suku api yang kebanyakan berwarna merah.


Terlihat wajahnya yang pucat dan bibirnya bergemelutuk menahan dingin udara dari luar. Ia tidak menjawab sepatah katapun, hanya anggukan pelan tanda mengerti.


Athena mengajaknya duduk di sofa depan perapian untuk menghangatkan diri. Sambil menyodorkan secangkir teh hangat, Athena bertanya kembali ,


"Ada apa adikku, apa yang membuatmu begitu cemas ?"


Havana lekas menyeruput teh hangat nya. Sambil menghangatkan tangannya di cangkir yang ia pegang, dan merasakan hangatnya perapian di depannya, ia mencoba berbicara dengan tenang.


"Athena, ingatkah dengan kata-kata peramal tua setahun silam? Saat salju tebal datang dan badai mencapai puncaknya, berhati-hatilah suku api. Karena akan ada bahaya besar yang mengancam. Bukankah saat seperti ini adalah kelemahan kita ?" Havana menatap Athena .


"Apakah yang di maksud peramal tua itu adalah hari ini?"


Athena duduk di sofa sebelah adik kesayangannya , dan tersenyum lembut . "Aku sangat berharap apa yang dikatakan peramal itu tidak benar , adikku. Tapi ada baiknya kita berhati-hati. Dan jangan terlalu cemas." Ucap Athena menenangkan.


"Kakak ... Aku punya firasat tidak baik tentang ini."


Havana menatap api perapian seolah-olah melihat sesuatu. Wajahnya masih terlihat pucat. Tapi bibirnya tidak bergemelutuk seperti saat ia baru saja datang.


Athena menggenggam tangan adiknya , "Tidak akan ada apa-apa selama tongkat bola api itu aman di tangan kita berdua." Ucap Athena menenangkan Havana.


"Sepertinya badai salju akan reda , aku mau meminta pertolonganmu. Maukah kamu membantuku adikku?"

__ADS_1


Tanya Athena .


"Tentu saja, apa yang bisa aku bantu ?" Havana menatap kakaknya dengan penuh tanda tanya.


"Pergilah ke perkampungan manusia biasa Havana. Carilah nenek yang menjual susu bayi. Matanya berwarna hijau tua seperti Georgia. Belilah susu, telur ,dan juga bahan makanan. Aku takut badai ini akan berlangsung lama. Ada kusir kereta di depan rumah. Dia akan mengantarmu Havana."


Ucap Athena yang di sambut dengan kebingungan yang tampak jelas di wajah Havana.


"Pegang Lah uang ini. Kalau badai datang kembali , menginap lah di sana. Dan kembalilah kalau badai salju telah reda."


Ucap Athena ,yang kemudian menyerahkan satu kantung penuh uang emas ke tangan Havana yang masih kebingungan.


Kapan kakak menyiapkan kusir kereta? Bagaimana kusir itu bisa datang dengan badai seperti tadi ?


Pertanyaan ini timbul di hati Havana, tapi tidak bisa ia utarakan .


Karena saat masih kebingungan, Athena langsung mendorongnya keluar dan menyuruhnya segera berangkat naik kereta sebelum badai kembali lagi.


Havana terdiam di dalam kereta kuda yang membawanya menjauh dari perkampungan suku api, dan menatap sekantung uang emas di pangkuannya.


Apa maksud Athena? Kenapa menitipkan uang sebanyak ini? Nenek bermata hijau?


...*****...


"Ada apa sayang? Kenapa tiba-tiba menyuruh Havana menemui ibuku? " Tanya Ayah Georgia yang keluar dari kamarnya menghampiri Athena yang masih terlihat gelisah.


Ucap Athena dengan gelisah.


"Tadinya ingin kita yang pergi ke tempat ibu. Tapi Georgia tidak akan kuat menempuh perjalanan jauh dengan badai salju seperti ini. Aku ingin membatalkan kusir itu, tapi melihat Havana ... Kalau benar ramalan itu terjadi, salah satu di antara kami harus ada yang hidup untuk menjaga tongkat bola api."


Ayah Georgia memeluk erat istri tercinta nya, dan berbisik ,


"Tenanglah ... Tidak akan ada apa-apa." Ucap ayah Georgia menenangkan Athena.


Ayah Georgia bukanlah dari suku api. Ia adalah manusia biasa berparas tampan, bermata hijau , rambut keemasan , berperawakan tinggi ,dengan badannya yang tegap.


Sejak pertama kali bertemu , ia sudah jatuh cinta pada Athena. Hanya saja ,dulu cintanya di tentang oleh tetua suku api. Karena Athena adalah pemegang bola api abadi.


Hanya Athena yang dapat menghidupkan api di bola itu. Tapi setelah Havana lahir, cinta Athena dan ayah Georgia mulai di terima suku api. Karena Havana juga bisa menghidupkan api abadi . Walaupun Havana memiliki rambut yang tidak seperti suku api lainnya , dan kekuatannya tidak sekuat Athena.


Setelah itu, Sky datang ke perkampungan suku api .


Mengancam suku api akan menghancurkan seluruh suku api apabila mereka tidak mau memberikan kekuatan suku api padanya.

__ADS_1


Kakek Georgia akhirnya memutuskan demi melindungi rakyat suku api yang hampir musnah, dan jumlah mereka yang tidak seimbang dengan prajurit Sky.


Mereka menyerahkan kekuatan suku api pada Sky ,yang kemudian di musnahkan oleh Sky. Seluruhnya.


Setelah Sky memusnahkan kekuatan mereka , tiba-tiba saja tongkat bola api lenyap. Mereka semua kebingungan. Karena tanpa tongkat bola api, sama saja dengan kehancuran suku api.


Akhirnya Athena menggabungkan sisa kekuatannya dengan Havana. Menggabungkan jiwa mereka berdua untuk mengembalikan Tongkat bola api kembali, sekaligus menghidupkan api di tongkat itu .


Walaupun mereka menghabiskan waktu yang cukup lama , dan sebagai konsekuensi nya, apabila tongkat itu berpindah tangan.


Mereka akan kehilangan jiwa mereka.


Akhirnya tongkat itu bisa hidup di tangan Athena maupun Havana. Tapi tongkat itu tidak memiliki kekuatan yang besar seperti sebelumnya.


Mereka harus puas hanya melihat Tongkat bola api itu masih menyinari perkampungan suku api, yang artinya generasi mereka masih akan berlanjut.


Tapi tentu saja , itu hanyalah pemikiran mereka.


...*****...


Havana sampai di perkampungan manusia lebih cepat dari perkiraannya, tepat dengan kembalinya badai salju yang lebih hebat lagi dari yang sebelumnya.


"Sepertinya aku akan bermalam disini. Mudah-mudahan besok aku bisa kembali." Gumam Havana getir.


Tiba-tiba kereta kuda itu berhenti di depan sebuah toko kecil yang terbuat dari kayu dengan ukiran-ukiran indah yang sudah tutup.


Havana mengintip dari jendela kereta , menatap toko yang sudah tutup itu dan kemudian bertanya pada kusir kereta.


"Apakah ini rumah nenek yang di maksud kakak saya , pak? Kenapa tokonya tutup?" Tanya Havana heran.


"Tidak salah lagi nona, inilah tempatnya. Badai salju inilah yang menyebabkan toko tidak buka. Cobalah masuk nona." Ucap kusir kereta .


Havana mengangguk setuju dan segera turun dari kereta.


Kemudian berjalan mendekat ke pintu toko yang tutup dengan waspada.


Kusir kereta masih menunggunya , memastikan nona muda itu selamat sampai tujuannya.


Havana mengetuk pintu toko itu tiga kali , dan pintu itu langsung terbuka.


Nenek bermata hijau seperti yang di katakan Athena , menyambutnya dari balik pintu.


Havana terkejut menatap nenek itu .

__ADS_1


"Masuklah ... Aku tahu kamu akan datang."


To be continued ....


__ADS_2