
...~Chapter 21~...
Bola kristal dimimpi Georgia, berisi api yang terang.
" Ini kan...Ibu!!!" Seru Georgia terkejut.
Havana tersenyum, " Georgia sudah tahu ya?" Tanya Havana.
" Tapi, apinya?" Tanya Georgia lagi dengan pandangan bertanya-tanya menyelidiki dengan seksama,tongkat bola hitam di genggamannya.
" Api?"Gumam Havana tidak percaya.
" Bagaimana Georgia tau, bahwa tongkat ini mengeluarkan api?" Tanya Havana penasaran.
" Ibu mengatakannya di mimpi ." Jawab Georgia acuh,dan masih mengintip bola api hitam , mencari-cari api di dalamnya.
*Apakah mungkin Georgia mewarisi kekuatan api Athena?
Padahal kekuatan itu telah di musnahkan oleh Sky.
Aku harus berhati-hati.
Aku harus menjaga Georgia.
Sampai api di bola itu menyala, aku harus menjaganya.
Bola itu berasal dari jiwaku dan Athena.
Apabila apinya hidup, berarti ...
Jiwa dan tubuhku akan lenyap.
Ini adalah tanda bahwa ajal ku sudah dekat*...
Bathin Havana menatap hampa tongkat bola hitam di genggaman Georgia.
" Tante Havana..."
Georgia menatap Havana dengan antusias dan menemukan bahwa Havana sedang melamun dan menatap tongkat bolanya.
Georgia melambaikan tangannya ke depan mata Havana,
" Tante Havana..." Ujar Georgia menyadarkan lamunan Havana.
" Ah...!!! I..Iya..." Jawab Havana cepat.
" Apakah,Aku boleh menyimpan benda ini? Apa benar benda ini untuk Georgia?" Tanya Georgia dengan bersemangat.
" Hah?" Havana terkejut melihat Semangat Georgia.
Semangat Georgia,mirip dengan Athena. Ah...
__ADS_1
Pasti dia sangat kehilangan ibunya.
Mungkin, kalau api itu menyala lagi, dia akan terhibur.
Bathin Havana yang kemudian tersenyum menatap Georgia.
" Tentu saja sayang, tongkat bola itu sekarang milikmu. Jaga baik- baik ya."
Ucap Havana dengan senyum tulus.
" Terimakasih Tante Havana, Georgia akan jaga tongkat bola ini baik-baik."
Jawab Georgia senang.
...*****...
...Tiga hari kemudian...
...🔥...
Trang!!!! BRAKK...!!!
Havana merasakan badannya sakit,
" Ukh...bola itu..." Havana segera menghampiri Georgia yang sedang berlatih di halaman rumahnya.
Tongkat bola itu terlihat tergeletak di tanah ,agak jauh dari Georgia.
" Ah ,Tante Havana? Iya, Georgia melempar tongkat bola itu karena kesal! Habisnya ,di coba berbagai cara, bola itu tetap tidak mengeluarkan api seperti yang di mimpi ." Ujar Georgia muram .
Havana terkejut. " Georgia..."
" Katakan bagaimana caranya Tante?" Tanya Georgia menatap Havana dengan penuh Harap.
Havana menghela nafas pasrah.
" Baiklah, Tante akan membantumu membuat bola itu mengeluarkan api . Tapi Georgia harus bersabar. Dan menurut kata Tante. Setuju?"
Ucap Havana menatap lekat Georgia.
" Setuju!" Sahut riang Georgia yang tidak tahu apa-apa.
"Yah... Bola api itu tidak akan hidup dalam waktu singkat. Bahkan Aku dan Athena pun melewati waktu yang cukup lama menyatukan kekuatan kami menghidupkan tongkat bola api ini. " Bathin Havana .
Havana membantu Georgia untuk berlatih mengeluarkan api dari tangannya , dan dalam sekejap Georgia menguasai ilmu yang diajarkan oleh Havana.
Lagi-lagi Havana terkejut.
Keesokan harinya, Georgia kembali mencoba menghidupkan tongkat bolanya.
" Super Fire!!!" Teriak Georgia ,mengeluarkan api kuat ke arah tongkat bola hitam .
__ADS_1
Tapi tongkat itu tidak mengeluarkan apinya.
" Extreme Grand Fire!!!" Teriak Georgia , masih berusaha keras .
Api yang keluar dari tangan Georgia sangat hebat. Havana menatap Georgia dengan takjub.
Setelah beberapa kali Georgia mengeluarkan kekuatan apinya, tongkat itu tidak bergeming sama sekali. Bolanya masih bola hitam yang sama.
Georgia putus asa.
" Di coba berapa kali pun, tongkat mama tidak bisa mengeluarkan api."
Georgia menatap Havana dengan muram,dan mengembalikan tongkat bola itu ke tangan Havana.
" Georgia menyerah!"
Havana tersentak, " Tante... apakah keberadaan Tante tidak cukup bagimu Georgia?" Tanya Havana sedih.
" Kenapa Tante berfikir begitu?" Jawab Georgia menoleh ,menatap Havana.
" Georgia cuma berfikir, Mama Athena menginginkan Georgia membuat tongkat bola ini hidup lagi.
Aku ingin mengabulkan permintaan mama. Dan mungkin,bila tongkat bola ini menyala lagi...Ada jalan yang akan Georgia tuju."
Havana tersentuh mendengar penjelasan anak kecil yang memiliki pemikiran dewasa itu.
Havana mengecup kening Georgia dengan perasaan sayang.
" Dengar Tante baik-baik Georgia.
Pastikan kekuatan api ini untuk melindungi, dan bukan menyakiti manusia.
Tante akan menghidupkan api dalam tongkat bola ini, melalui tanganmu. Dan..."
Havana menatap Georgia ,
" Selanjutnya, tongkat ini akan mematuhi perintah mu. Dan hidup di dalam tanganmu."
" Mengapa Tante mengucapkannya dengan tatapan sedih?" Gumam Georgia bertanya-tanya.
Havana mengambil tongkat bola dan mencontohkan pada Georgia.
" Coba angkat tanganmu seperti ini nak.." Kemudian memberikan tongkat bola itu ke tangan Georgia kembali.
Georgia mengikuti gerakan yang di ajarkan Havana. " Seperti ini Tante?" Tanya Georgia. Mendekatkan tangan kirinya , seolah memberi tenaga pada bola hitam itu, dan tangan kanannya menggenggam tongkat dengan kokoh.
Georgia menatap kembali Havana yang terlihat ragu-ragu.
...🔥...
__ADS_1
...To be continued......