SHINE SHERO

SHINE SHERO
PELINDUNG TANAH


__ADS_3

...~ Chapter 10~...


Visness memandang ke arah wanita di depan pelindung air dengan antusias.


Tiba-tiba , tanah yang di pijaknya bergetar hebat. Visness terkejut , dan berpegangan dengan kuat pada batang pohon bambu di depannya.


Ke..kenapa tanahnya bergerak??!


Visness menatap tanah di bawahnya dengan ketakutan.


Tanah itu tiba-tiba saja membuka lebar dan menangkap kakinya.


Ada apa ini? Kenapa kakiku tidak bisa digerakkan? Tanah ini, menghisap kakiku?!!


Visness mengeluarkan tongkatnya ,dan memukulkan tongkatnya ke tanah. Mengeluarkan seluruh kekuatannya.


MILLION VISNESS Attack!!


Ribuan ikan keluar menyembur dan hendak melahap tanah yang mencengkram kaki Visness dengan kuat. Tapi tidak ada yang terjadi. Kekuatan Visness tidak berefek apa-apa. Kakinya tetap terhisap ke dalam tanah.


Visness meronta-ronta hendak keluar dari dalam tanah. Hanya saja, semakin meronta, ia terhisap semakin kuat ke dalam tanah.


Seolah-olah ada monster besar menarik kakinya kedalam tanah.


Visness berteriak histeris .


Tuan King! Tolong aku! Tolong....


Aku masih ingin hidup!!! Toloooong...!!!


Marrie menatap sinis , wanita di kejauhan yang terhisap semakin dalam ke tanah. Hanya tersisa setengah badan wanita itu. Dan masih meronta-ronta. Tangan Marrie mengepal dan meremas tanah yang ada di genggamannya dengan kuat.


Krrrt..krrt... ( Tanah di genggaman Marrie berubah menjadi serbuk yang sangat halus).


Marrie berdiri dan mengubah kain yang menyelimutinya menjadi baju yang pantas dan pas di tubuhnya.


Di kejauhan , Visness yang merasa tanah di kakinya melonggar. Berusaha memakai kesempatan itu untuk melarikan diri.


Marrie tersenyum dan mengeluarkan tongkat dari tangannya. Tongkat dengan permata coklat pekat yang besar di atasnya.


Marrie mengetukkan tongkatnya tiga kali ke tanah. Lalu mendekatkan permata coklat pekat itu ke tanah yang telah di ketuk kan nya.

__ADS_1


- SACRIFIED EARTH SEAL...- -RELEASE!!!-


Gumam Marrie dengan mantap.


Tanah di kaki Visness terbuka semakin lebar dan menarik Visness ke dalam tanah dengan amat sangat kuat. *ZRUUUUUTS!!!! Visness terjatuh ke dalam tanah yang tiba-tiba terbuka lebar.


"Kenapa?! Aaagh! TIDAAAAAKKKK*!!!!"


Visness berteriak kencang dan ketakutan.


Dan kemudian terjatuh keras kedalam tanah yang kemudian menutup , mengubur Visness hidup-hidup . Dan kemudian membunuhnya dalam sekejap di dalam tanah.


Aku adalah pelindung tanah!


Jadi jangan macam-macam pemuja iblis! Aku akan memburu kalian!


Dan...


Kau tidak akan bisa menghipnotis ku!


Gumam Marrie yang kemudian tersenyum puas.


Marrie membuat tongkat nya kembali menghilang ke dalam tangannya. Dan mendekat ke Lucia.


Terimakasih telah menolong ku keluar dari tanah ini Lucia. Walaupun aku adalah pelindung tanah, tapi aku tidak bisa keluar sendiri dari pelindung tanah yang melindungiku .


Gumam Marrie yang tersenyum lega.


"Lucia."


"Lucia..."


" Lucia , bangunlah. Hari semakin gelap . Kita harus segera pergi dari sini ." Ucap Marrie berusaha membangunkan Lucia dengan sabar.


Lucia terbangun dengan kaget. Dan seolah lupa ia sedang berada dimana. Menatap Linglung sekelilingnya.


Aku di mana?!


Pandangannya terhenti saat menatap Seorang wanita cantik dengan rambut coklat pekat dan panjang yang berdiri di hadapannya.


Lucia segera berdiri dengan panik , dan mengingat semua hal yang telah ia lakukan . " Ah! Maaf..aku ketiduran!

__ADS_1


Apa kamu baik-baik saja? Sejak kapan kamu terbangun? Dan..."


Kata-kata Lucia terhenti menatap kain mantel yang di berikan Dark melalui Robert , telah menjadi baju yang terlihat pas di kenakan oleh wanita cantik dihadapannya.


" Ah , aku mengubah kain mantel ini menjadi baju. Apakah kamu keberatan?" Ucap Marrie , seolah-olah tahu apa yang ada di benak Lucia.


Hah?Apakah ia membaca pikiranku?


Lucia tertawa canggung.


" Ah tidak apa-apa. Bukan itu maksudku. Tadi kain itu hanyalah selembar kain besar saja.Syukurlah ia menjadi baju yang pas untuk mu." Ucap Lucia riang.


Lucia menjabat tangan wanita cantik di hadapannya. " Namaku Lucia, kau akan ikut bersamaku kan? Tinggallah di rumahku." Ucap Lucia tulus.


Marrie terkejut, dan menggenggam hangat tangan Lucia. " Namaku Marrie. Apakah aku tidak akan memberatkan hidupmu ,dengan tinggal bersamamu?" Tanya Marrie sangsi.


Lucia menggeleng dan tersenyum menguatkan diri. " Tidak akan. Aku kan hanya hidup di bumi ini sendiri. Tentu saja aku akan senang bila ada kamu yang menemaniku." Jawab Lucia dengan yakin.


"Baiklah." Jawab Marrie , merasakan kesungguhan dan ketulusan Lucia kepadanya.


Mereka kembali ke stasiun dan menaiki kereta yang membawa mereka kembali ke kota. Pulang ke rumah Lucia.


...***...


"Kak.."


Seira adik Robert tiba-tiba mendekati kakaknya yang sedang menulis di ruang kerjanya yang penuh dengan tumpukan kertas dan buku.


"Ada apa ? " Jawab Robert tanpa melihat Seira.


" Aku ingin melihat dan menemui pacarmu." Seira berusaha hati-hati berbicara pada kakaknya yang mudah marah.


" Aku tidak punya pacar." Jawab Robert acuh.


" Tapi , wanita berambut biru itu...bukankah dia pacarmu?"


Robert menghentikan pekerjaannya, dan menatap dingin Seira.


" Lucia istriku! Ada urusan apa kamu ingin menemuinya? "


Robert menatap curiga adik perempuannya.

__ADS_1


Apakah ini akal-akalan Dark? Apakah ia akan mencelakai Lucia Ku? Aku masih belum bisa percaya padanya. Mengapa ia memisahkan ku dari Lucia?!


To be continued...


__ADS_2