
Karya:~Kay Scarlet~☘️
...~Chapter 33~...
.
.
.
Havana sekali lagi memandang ke bawah.Ada sesuatu yang cepat turun dan muncul tepat ke hadapan Franc.Havana mengusap-usap matanya.Dan berusaha melihat jelas makhluk di hadapan Franc.
Makhluk itu sangat bercahaya. Makhluk seperti seorang pemuda yang ada di hadapan Franc itu bersayap!
"Jangan memandanginya!"Ucap Eagle.
Terlambat, makhluk bersayap itu telah sampai di sebelah Eagle!
Havana terkesiap saat makhluk bercahaya itu tiba-tiba berada di sebelahnya.
"Aku ada perlu dengan nona ini." Ucap Makhluk bercahaya itu dengan suaranya yang merdu tapi membuat seluruh tubuh bergetar hebat.
Eagle tidak menjawab seruan makhluk itu, dan dengan segera mempercepat terbangnya.
"Pegang erat-erat!"Ucap Eagle pada Havana. Havana segera memeluk erat leher burung besar tersebut.
Makhluk itu sangatlah cepat.Ia tidak tertinggal sedikitpun, walaupun Eagle melesat dengan sekuat tenaganya.
"Berhentilah! kalian tidak akan mampu menandingi kecepatan ku."Ucap Makhluk itu lagi.
"Siapa kamu?Mau apa?!" Tanya Havana lantang.
__ADS_1
Makhluk itu tiba-tiba saja mendekati Havana,dan menarik tangan Havana.
"Ternyata benar bola ini disini."
Havana segera menarik kembali tangannya. "Jangan harap aku mau memberikannya padamu!" Ucap Havana lagi.
Makhluk itu kembali menarik tangan Havana. Eagle yang ketakutan segera terbang zig-zag agar makhluk itu tertinggal.
Tapi makhluk itu tetap bisa mengimbangi kecepatan Eagle.
Havana hendak menarik tangannya lagi, tapi cengkraman makhluk itu terlalu kuat. Hanya saja tidak sakit sama sekali.
Makhluk itu mengangkat tangannya di atas tangan Havana. Sebuah cahaya terang membuat mata Havana terasa sakit.
Seketika itu,bola api keluar dari tangan Havana dan terselubung oleh cahaya perak,kekuatan makhluk bersayap tersebut. Hanya sedetik.Dan kemudian Bola api kembali masuk ke dalam tangan Havana.
"Selesai.Kalian boleh pergi." Ucap Makhluk itu kemudian melepaskan tangan Havana.
Eagle berusaha menstabilkan terbangnya agar Havana tidak terjatuh.
Makhluk itu menatap Havana yang kemudian membeku. Rupa Makhluk itu sangat tampan.Tidak ada cela sedikitpun dan sangat bercahaya.
"Pergilah,Iblis tidak akan bisa merasakan lagi keberadaan bola api itu.Dan kekuatanmu telah habis, hiduplah seperti manusia." Ucap Makhluk itu. Havana masih terpana menatap kesempurnaan di hadapannya.
Hanya satu detik,kemudian makhluk itu menghilang begitu saja. Havana yang masih terpana ,menyadarkan dirinya dengan menepuk-nepuk wajahnya sendiri.
"Malaikat."Ucap Eagle singkat.
"Makhluk tadi itu malaikat?" Tanya Havana terkejut. Eagle mengangguk.
"Hei,aura kekuatanmu benar-benar hilang sepenuhnya!" Ucap Eagle takjub.
__ADS_1
Havana tertegun dan mencoba mengeluarkan bola api dari tangannya."Beritahu aku ,apakah aura kekuatan api ku masih terasa?" Ucap Havana pada Eagle.Eagle mengangguk.
Havana mengeluarkan bola api dari tangannya .Tidak ada cahaya ataupun kekuatan.Havana menatap terheran-heran.Bahkan tidak ada aura yang biasa Havana rasakan saat bola api keluar dari tangannya.
Havana dan Eagle bertatapan dengan heran. "Menakjubkan!" Pekik Havana kegirangan. "Tapi sepertinya sekarang kamu akan hidup tanpa kekuatan sedikitpun". Ucap Eagle mengingatkan.
"Tidak apa-apa.Aku hanya perlu menunggu Georgia keluar dari dimensi nya."Jawab Havana tersenyum.
"Tujuh tahun.Aku akan bersembunyi selama tujuh tahun dan kemudian menjemput Georgia untuk hidup bersamaku." Ucap Havana lega.
Senyum mengembang di bibirnya,membayangkan ia akan bersama keponakannya tersayang. Anak dari kakaknya yang tercinta.
...🌼...
Hari telah malam.Mereka akhirnya sampai di perkampungan manusia. Eagle mendarat di dekat pepohonan dan semak taman ,kemudian merubah kembali wujudnya menjadi seperti manusia.
Tatapan matanya yang tajam mengawasi sekitarnya dengan teliti."Seharusnya Freya berada di sekitar sini." Ucap Eagle tidak sabar.
Havana ikut mencari-cari sosok nenek renta bermata hijau tersebut.
"Di sebelah sana ada lampu taman,bagaimana kalau kita menunggunya di sana?" Tanya Havana. Eagle mengangguk setuju dan berjalan mengikuti Havana.
Taman itu terasa sangat gelap dan sepi. Hanya ada bangku taman yang menghiasi taman dengan pohon-pohon yang tumbuh berselang seling meneduhi bangku taman di waktu siang.Tapi kala malam, itu semua terasa agak mengerikan.
Sesampainya mereka di bawah lampu taman,sesuatu yang terdengar berjalan terseok-seok mendekati mereka.
Aura mistis seolah menyelimuti sosok tersebut.
Havana dan Eagle serentak menatap bayangan hitam yang mendekat ke arah mereka.
To be continued ....
__ADS_1