
Karya: ~Kay Scarlet~☘️
...~Chapter 24~...
Havana terkejut menatap nenek itu.
"Masuklah ... Aku tahu kamu akan datang."
Nenek bermata hijau itu menatap Havana dengan tatapan lembut, dan mempersilahkan Havana untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Apakah mereka tidak ikut bersamamu Havana?" Tanyanya kembali. Havana menggeleng pelan dengan bingung.
Havana segera menyuruh kusir kereta untuk meninggalkannya, dan menjemputnya kembali besok setelah badai salju reda.
Havana masuk ke dalam Toko yang ternyata adalah rumah nenek bermata hijau itu. Ia melihat gantungan mantel di samping dekat pintu masuk, dan segera menanggalkan mantelnya, menggantungnya di gantungan mantel. Kemudian mengikuti nenek itu masuk .
"Kalau saya tidak salah, anda adalah nenek Georgia?" Tanya Havana memastikan .
Nenek itu berhenti sejenak ,dan membalikkan badannya memandang Havana kemudian tersenyum.
"Betul, saya adalah ibunya Anthony, ayah Georgia." Jawab nenek itu ramah. Matanya persis seperti Georgia dan Anthony.
"Maafkan saya , Athena tidak memberitahu saya bahwa yang akan saya temui adalah nenek Georgia.
Ia hanya menyuruh saya membeli perlengkapan untuk Georgia,persiapan badai." Aku Havana malu.
"Tidak apa nak, saya mengerti alasan Athena. Menginap lah disini sampai badai reda. Oh ya, saya baru saja mau makan malam. Maukah menemaniku?" Tanyanya dengan senyum ramahnya .
Havana mengangguk cepat, ia baru merasakan perutnya lapar terkena angin dingin sepanjang perjalanan.
__ADS_1
Di meja makan sudah tersaji roti, sup cream hangat, ayam madu, salad, dan buah-buahan.
Sudah lama Havana tidak merasakan pemandangan ini. Karena ibu Havana telah meninggal pada waktu Havana berumur 12 tahun.
Mata Havana berbinar-binar.
Nenek Georgia menyilahkan Havana untuk duduk di sebelahnya ,dan menyendok kan cream soup hangat ke mangkok yang tersedia di depan Havana.
Havana makan dengan lahap, di temani nenek Georgia yang baik hati .
Yang berulangkali menambahkan makanan ke piring Havana. Seolah-olah Havana kembali ke saat ibunya masih hidup dahulu kala.
...****...
Di perkampungan suku api, badai salju turun dengan hebat nya.
Angin menderu-deru kencang. Seolah-olah akan menerbangkan rumah mereka sewaktu-waktu.
"Athena ... Athena mereka mencari mu! Cepatlah pergi dari sini!" Pria setengah baya berambut kemerahan berteriak dengan suara parau. Rambutnya tertutup salju dan nafasnya tersengal-sengal.
Athena dan Anthony terkejut bukan main. Mereka segera meraih Georgia dan mencoba untuk lari lewat pintu belakang rumah.
Tapi di luar rumah, salju dan angin kencang menghadang mereka.
Saat mereka mencoba lari, ada sebuah tangan dingin menarik Athena dengan keras .Athena jatuh terduduk dan hampir saja Georgia terlepas dari pelukannya.
Anthony yang menyadari Athena tertinggal di belakang ,segera kembali dan memapah Athena untuk kembali berdiri.
Tapi tiba-tiba saja di hadapan mereka telah berdiri seorang wanita berwajah kejam. Di kedua belah pipinya terdapat lambang segitiga pemuja setan.
__ADS_1
"Mau kemana kalian?!" Wanita itu berkacak pinggang. "Aku adalah Irnest Freeze, utusan dari pangeran kegelapan. Aku mencari bola api. Berikan kepadaku bola api, dan akan ku ampuni nyawa kalian!" Ucap Wanita berwajah kejam itu dengan tegas.
"Kami tidak tahu bola api itu. Lepaskanlah kami." Ucap Anthony cepat.
"Diam kau manusia! Aku tidak berbicara padamu! Berikan bayi itu!!!"
Perintah wanita itu dingin.
"Tidak ... Dia hanyalah bayi biasa. Jangan sakiti ia." Rintih Athena.
Irnest mencoba merebut Georgia, tapi Anthony menghalanginya.
"Jangan sentuh bayiku! Dia adalah bayi manusia sama seperti ku!" Hadang Anthony.
Irnest marah , ia mengucapkan mantra yang membuat kedua kaki Anthony membeku .
Georgia tiba-tiba menangis kencang.
" Tenanglah anakku. Jangan menangis ... Tidak apa-apa." Athena berusaha menenangkan Georgia.
Anthony menarik lengan Athena dan memberikan anggukan isyarat pada Athena untuk lari. Ia akan mengalihkan Wanita kejam itu agar tidak bisa mengejar Athena dan Georgia.
Athena menggelengkan kepalanya dengan kuat.
"Tidak ! Aku akan selalu bersamamu apapun yang terjadi!" Jawab Athena tegas.
Athena menunduk di dekat kaki Anthony berpura-pura sedih. Athena berusaha mencairkan es yang membuat kaki Anthony beku dengan kekuatan apinya yang tersisa.
Pria yang memberikan kabar pada mereka tadi, sudah menjadi es. Irnest Freeze menoleh kepada Athena yang masih menunduk dekat kaki Anthony sembari mendekap erat Georgia di pelukannya.
__ADS_1
" Aku ingin kalian menyerahkan bola api pada pangeran kegelapan ! Apabila ada yang memberontak, maka aku tidak akan segan-segan membunuh seluruh suku api!"
To be continued ....