SHINE SHERO

SHINE SHERO
PACAR


__ADS_3

Karya: ~Kay Scarlet~☘️


...~Chapter 37~...


Lucia tersadar dan kembali merapelkan kekuatannya melalui tangannya. THE WATER!!! Teriak Lucia. Dalam sekejap, air besar memadamkan api di seluruh tubuh Cana.


Kejadian itu terlihat sangat lucu dengan wajah Cana yang sangat shock terkena air besar yang membuatnya tercuci bersih dan basah kuyup.


Kedua dokter yang melihat kejadian itu menahan gelak tawa mereka.


Cana terlihat sangat shock dan berteriak kesal pada Lucia yang membuatnya menjadi badut dadakan.


"Luciaaa!!!" Geram Cana yang basah kuyup. Lucia meringis menjauh dari Cana.


"Maaf ... Maaf ... Aku cuma berniat menolong mu!" Ujar Lucia membela diri.


"Baju dan rambutku basah kuyup! Keringkan sekarang juga!" Protes Cana.


"Lebih baik basah daripada gosong kan? Aku tidak punya kekuatan angin! Mana bisa mengeringkan kamu." Jawab Lucia berusaha terlihat polos.


Cana memandang Lucia dengan tatapan suram.


"Lagipula kenapa kamu mengganggu dokter itu?! Itu salahmu Cana!" Ucap Lucia menunjuk wajah Cana.


Cana terdiam dan tidak menanggapi ucapan Lucia.


"Maafkan kami. Aku tidak sengaja menumpahkan minuman ke baju mu dan temanku membuatmu terbakar.Maaf." Ucap dokter berambut putih tersebut dengan sopan.


"Ah tidak masalah. Itu hanya masalah kecil." Sahut Lucia merasa tidak enak.


Cana hanya diam saja menatap kedua orang di depannya.


"Mereka memiliki kekuatan, kalau begitu mereka juga bukan manusia?" Batin Cana bertanya-tanya.


"Kami adalah dokter di rumah sakit sebelah sekolah ini. Kalau ada apa-apa datanglah kesana. Kami akan membantumu sebisa kami." Ucap Laki-laki berambut putih itu lagi.


Kali ini ia menatap Lucia.


"Namaku Georgia! Dan ini adalah pacarku, namanya Green!"Ucap dokter berambut merah sembari menggenggam lengan Green.


"Namaku Cana, dan wanita cantik di sebelahku adalah pacarku, namanya Lucia." Ucap Cana tidak mau kalah. Lucia mencibir dan menggumam tidak terima di sebut sebagai pacar Kingkong. "Please deh!Ngaca dulu gih!"

__ADS_1


"Tidak terpikirkan rusuhnya dunia ini kalau kingkong itu menjadi pacarku! huft! Sembarangan." Gumam Lucia merana.


Georgia dan Green tersenyum menatap Cana dan Lucia.


"Senang berkenalan dengan anda berdua, semoga kelak bisa menjadi teman baik." Ucap Green sembari sedikit membungkuk hormat.


Lucia dan Cana berpandangan dan segera balas menunduk sedikit.


Pasangan dokter itu segera pergi meninggalkan Cana dan Lucia yang masih berdiri menatap bayangan kedua dokter yang pergi menjauh.


"Kenapa kamu protes aku bilang sebagai pacarmu?" Tanya Cana kesal. Lucia menoleh memandang Cana. "Aku sudah punya pacar! Dan aku tidak mau pacarku seorang kingkong!" Ucap Lucia tegas.


"Itu cuma karangan mu saja! Aku tidak pernah melihat seorangpun di sampingmu! Lagipula mana ada kingkong setampan aku!" Ucap Cana mengambil kaca, melihat wajahnya yang tampak bersinar juga lembab, dan merasa puas.


Lucia menggelengkan kepalanya terheran-heran melihat tingkah narsis Cana. "Oh ya, aku akan kembali ke kelas. Mungkin Mary sudah menunggu kita disana. Mari kita pergi!" Ajak Cana.


"Pergilah duluan, aku akan menyusul kalian." Jawab Lucia tersenyum.


"Baiklah! Sampai ketemu di kelas, cantik!" Ujar Cana mengedipkan sebelah matanya, melambaikan tangan dan berlari menjauh.


Lucia menghela nafas lega terlepas dari kingkong genit tersebut. Lucia melangkahkan kaki nya menuju danau disebelah sekolah.


Ucapan Cana barusan terasa seperti mengiris hati nya.


#Saturnus#


(Gempa)


"Kak, ini ulahmu lagi kan?" Ujar seira menatap curiga Robert yang baru saja datang.


"A ... Apa?"Tatap Robert gelagapan. "Kamu menemui Lucia diam-diam kan?!" Tunjuk Seira yang kemudian mulutnya di tutup oleh Robert. "Tolong rahasiakan ini Seira!" Bisik Robert panik. Seira segera berkelit dan melepaskan diri dari Robert. "Kakak bodoh! Apakah kamu tidak mengetahui betapa menderitanya menunggu seseorang yang di cintai?! Lihatlah,Saturn gempa lagi karena Lucia merasa sedih!"


Ujar Seira sewot.


Robert tertunduk. "Aku berusaha terus melindunginya dari jauh. Aku tidak ingin ada sesuatu yang buruk terjadi padanya. Dark bilang sesuatu yang buruk akan terjadi bila aku menemuinya." Seira menghela nafas. "Tidak semua kata-kata Dark itu benar! Kakak dengarkan aku, Kalau kakak tidak menemuinya ... Kakak akan menyesal!" Ucap Seira yang kemudian pergi meninggalkan Robert dengan bersungut-sungut. "Apa maksudmu Seira?!" Tanya Robert hendak menyusul Seira. Tapi Dark datang dan Robert terdiam menatap Dark dengan kaku.


#Bumi#


"Benar, apakah Robert tidak akan kembali lagi? Tidak akan menemui ku lagi? Walaupun aku menyuruhnya meninggalkan ku, tapi mengapa hatiku terasa sakit." Air mata memenuhi pelupuk mata Lucia dan hampir menangis, ketika tiba-tiba sebuah tangan mencengkram pundak Lucia.


!!!!

__ADS_1


"Aku tidak menyangka pemandangan disini begitu jelek sehingga kamu tangisin begitu." Ujar orang tersebut.


"A ... Apa ...?" Lucia kebingungan dan berusaha menghapus air matanya. Pikirannya tiba-tiba menjadi cerah tidak berkabut.


"Anda siapa?" Tanya Lucia menoleh menatap pemilik tangan yang menggenggam pundaknya.


Orang tersebut terlihat bengong. "Maaf aku salah orang!" Ucapnya pergi menjauh.


Lucia kebingungan melihat orang tersebut tiba-tiba pergi meninggalkan dia sendirian dan mengejarnya.


...☘️...


Hari itu matahari tinggal separuh, seorang remaja perempuan tergopoh-gopoh menghampiri adiknya yang sedang bermain api.


"Nina mau api yang Becal!"


"Baiklah kita buat api yang besar!"Ucap anak kecil laki-laki setuju. Api tersebut terlihat menari dengan indah sehingga Jhon dan Nina kegirangan. "Api! Api!" Mereka mengelilingi api sambil menari-nari membentuk bayangan yang terpantul dari matahari kemerahan.


To be continued ....


 


🍭Jangan lupa di Fav, Like dan Comment ya teman-teman. Terimakasih.🍭


Note:


Dear pembaca setiaku,


Maaf ya untuk up yang agak lama d setiap eps nya.


Ada beberapa hal yang membuat aku akhir-akhir ini nggak bisa fokus untuk membuat cerita.


Juga ternyata membuat cerita dari komik ke novel itu agak sulit .Hehehehe.


My bad. Harusnya saat libur aku up cerita, tapi malah milih jadi kaum rebahan ataupun nge wibu... 🤣🤣🤣


Tapi aku bersyukur banget masih punya teman-teman yang bisa saling mendukung untuk karya-karya ku. Juga aku berusaha untuk memperbaiki kekuranganku. Walaupun mungkin dalam pembuatan novel ini ataupun chat story ku masih banyak banget kesalahan yang aku buat.


Jadi jangan ragu untuk kritik aku ya pembacaku yang baik.


Karena kritik dan saran dari semua bisa membuat aku lebih baik lagi. Terimakasih.

__ADS_1


Love u all 💕


😇🍫


__ADS_2