
Karya:~Kay Scarlet~☘️
...~Chapter 30~...
.
.
.
"Georgia masih hidup".
Ucap Freya menghela nafas lega.
Havana terkejut dan mencari ke kanan dan kirinya.
"Dimana?Dimana Georgia?" Tanya Havana kebingungan.
"Disini!" Ucap Freya memandang telapak tangannya dengan senyum kemenangan.
Havana memerhatikan telapak tangan Freya dengan seksama.Dan akhirnya ia melihat Kerlip lemah di atas telapak tangan Freya.
"Ini adalah pelindung yang kuberikan pada Athena.Ia akan melindungi Georgia selama 7 tahun.
Dan setelahnya, Georgia akan terbangun seolah-olah ia tertidur sebentar saja."
Jelas Freya dengan senyum yang mengembang.
"Kita akan membawanya pulang dan menempatkannya pada dimensi buatanku,sampai Georgia terbangun."
Ucap Freya kembali.
Havana hendak bertanya,namun tiba-tiba saja Freya seperti waspada,dan dengan segera memasukkan cahaya di telapak tangannya dengan hati-hati ke dalam kotak kecil yang entah dari mana datangnya,begitu saja ada di tangannya.
Freya memasukkan kotak itu ke tasnya dengan cepat,lalu memberi isyarat pada Havana agar mengikutinya.
Freya sedikit berlari walaupun badannya terlihat ringkih karena renta .Mereka kembali ke kereta kuda yang mereka tinggalkan di dekat gerbang suku api.
Samar-samar mereka melihat dari kejauhan ,kereta kuda yang mereka tumpangi telah di kepung oleh perampok!
__ADS_1
Havana terkesiap melihat pemandangan itu.Kusir kereta tampak telah tergeletak tidak bernyawa di atas salju putih,dekat kereta kuda yang masih tidak bergeming.
Freya menarik tangan Havana dan mereka bersembunyi di balik batu besar."Apakah mereka adalah manusia?"Tanya Havana pada Freya.
Freya mengernyit menoleh pada Havana,merasa aneh saat ada seseorang menyebut kata "manusia" di telinganya.
"Mungkin iya dan mungkin tidak.Apakah kamu membenci manusia?"Tanya Freya seraya mengulurkan tangannya,membuat es tebal di sekeliling mereka.
Havana kembali terkagum-kagum oleh kekuatan Freya."Anda juga memiliki kekuatan es?!" Ucap Havana hampir berteriak .
Sekali lagi Freya mengingatkan Havana agar tidak membuat suara gaduh.
"Tidak, aku tidak membenci manusia. Anthony adalah manusia yang aku kagumi.Karena ia sangat baik pada kakak ku." Ucap Havana agak berbisik.
Freya tersenyum .
Tiba-tiba, para perampok itu bergegas menuju ke arah mereka.
Tangan Freya dengan segera menutup mulut Havana dan juga menutup mulutnya sendiri.
Gerombolan perampok itu tidak berhasil menemukan mereka dan setelah 30 menit berlalu,mereka pergi dengan membawa perbekalan Freya dan Havana dari dalam kereta.
Kaki Havana mati rasa.Dingin dan kesemutan.Freya mengajak Havana untuk bangun berdiri.Tapi akhirnya mereka sama-sama terjatuh kembali karena kaki mereka kesemutan.
Akhirnya mereka jalan dengan sangat pelan menuju kereta kuda yang masih dengan tenang berdiri dekat gerbang suku api.
Mereka sampai di kereta dan segera membuka pintu kereta.Belum sempat melangkahkan kaki,dua orang berpakaian baju zirah keluar dari dalam kereta menyerang mereka dengan ganas.
"Mereka prajurit Sky,Havana berhati-hatilah."Ucap Freya mencari cara untuk segera mengalahkan prajurit sky.
Freya melihat pecut kuda di sebelah kusir yang tergeletak tidak bernyawa,dan segera mengambilnya.
Freya mengambil pecut,dan segera memecut salah satu prajurit sehingga tersungkur. Havana masih melawan satu prajurit yang tersisa.
"Nak,naik ke dalam kereta!" Ucap Freya mengambil posisi di tempat kusir kereta. Havana berusaha mengalahkan prajurit sky dengan cepat.Tapi justru ia yang terdesak dan hampir di tikam oleh pisau yang di bawa oleh prajurit Sky.
Havana hendak mengeluarkan kekuatan apinya,tapi ia mendengar teriakan Freya."Jangan mengeluarkan kekuatanmu!" Freya memecut prajurit sky yang hampir berhasil menusuk Havana.
Prajurit yang terpental itu mulai mengeluarkan kekuatan esnya ke arah Havana. " Naiklah cepat!" Ujar Freya memutar-mutar pecutnya dan sesekali mengarahkannya pada prajurit tersebut.
__ADS_1
Havana segera naik ke dalam kereta,belum sempat duduk,Freya telah memecut kuda,untuk berlari kencang meninggalkan kedua prajurit sky di belakang kereta.
Havana terduduk dengan keras di kereta yang meluncur cepat!
Kedua prajurit tadi terus mengejar kereta kuda dan salah satunya berhasil menggapai pintu kereta dan menaiki kereta.
Havana bangkit,dan berusaha menendang tangan prajurit sky yang dengan gigih berpegangan pada pintu kereta.
Prajurit tersebut malah menangkap kaki Havana.Hampir saja Havana terlempar keluar kereta,ketika tiba-tiba pecut Freya kembali mengenai prajurit tersebut.
Prajurit tersebut kehilangan keseimbangannya dan pegangannya terlepas dari pintu kereta.
Lalu terjatuh dan terlindas roda kereta.
Havana menghela nafas lega.
"Terimakasih,anda telah menyelamatkan nyawa saya". Ucap Havana pada Freya.
Freya hanya menoleh sedikit dan tersenyum simpul.
Membetulkan duduknya dan kembali menatap ujung pundak renta Freya.
Nenek Georgia tidaklah selemah yang ia bayangkan. Bahkan ia bisa mengendalikan kereta kuda.
Hal yang Havana tidak pernah bayangkan.
Kereta meluncur dengan cepat.
Sesekali Havana mengintip Freya, kalau-kalau Freya merasa lelah.
Atau ada musuh lagi yang mengintai.
Tapi perjalanan itu berjalan lancar.
Saat kantuk menyerang Havana,tiba-tiba saja kereta yang ia tumpangi berhenti!
Havana segera mengintip keluar melalui jendela kereta.
Ia tidak percaya pada apa yang ia lihat.
__ADS_1
To be continued ....