
...~Chapter3~...
.
.
.
.
Lucia berjalan masuk ke dalam lautan.
Kain yang menyelimuti tubuh Lucia berpendar dengan cahaya biru kehijauan yang terang ,dan membungkus tubuh Lucia dengan erat.
Lucia berjalan terus , hingga masuk ke dalam laut.
Suara nyanyian merdu yang keluar dari kain itu , bersama hembusan angin laut , membuat Lucia memejamkan mata dan tertidur lelap.
Kain itu membungkus Lucia dan membentuk perisai di sekelilingnya.
Lucia tertidur di lautan dalam.
...***...
Dalam sekejap ,desa suku Air yang memiliki kekuatan pelindung air telah musnah.
Desa itu hancur. Mayat - mayat suku air bergelimpangan dan sebagian besar terbakar. Ujung jari mereka terpotong.
Ciri khas Visness , mengkoleksi ujung jari korban yang ia bunuh!
Visness berdiri di atas mercusuar setelah membunuh seluruh warga suku air . Memaki kesal.
" Bangsat! Padahal tugasku hampir selesai. Hanya gadis itu yang tidak dapat ku sentuh!"
Visness menghirup udara ,dan menatap lautan dengan seringai kejamnya.
" Tinggal satu lagi... Khi..khi..khi.. pelindung unsur air..khi ..khi..khi."
.
.
.
.
..._Saturn_...
...Degg!!!...
Jantung Robert berdegup .
Cincin yang Robert pakai, pasangan dari cincin yang ia berikan pada Lucia bergetar Lemah.
..." Mengapa?!"...
"Dark! apa yang terjadi dengan Lucia?
Perasaanku tidak enak!"
Ucap Robert menghentikan Dark yang masih menuntunnya terbang di langit hitam.
Robert memegang cincinnya dan menggenggamnya erat.
" Itu... perubahan Lucia menjadi penjaga bumi."
Ucap Dark menatap Robert dengan senyum lembutnya.
" Tenang saja , Lucia tidak apa-apa."
Robert hanya terdiam menatap sayap putih Dark mengepak perlahan .
..." Semoga......
...Lucia , kamu harus baik-baik saja ."...
Robert memandang Dark, ia tidak merasakan tekanan seperti yang dialaminya saat bertemu Dark pertama kali, di Padang rumput suku air.
Sepertinya Dark sengaja mengeluarkan auranya agar Robert dan Lucia tidak bisa lari dari nya.
..." Itu,Sedikit lagi kita sampai. Lihatlah, adikmu sudah menunggumu Robert ."...
...Ucap Dark lembut....
Robert perlahan mendarat di sebuah tempat yang luas. Menapakkan kakinya ke tempat yang penuh bebatuan.
..." Adik? Aku punya adik?"...
Dengan ragu-ragu Robert melangkahkan kakinya .
Di depan Robert ada sebuah bangunan megah terbuat dari batu granit yang indah.
Didepan pintu bangunan megah itu, berdiri seorang gadis kecil dengan tanda yang sama dengan tanda di kening Dark.
Sebuah planet kecil bercincin yang terlihat hidup.
Gadis kecil itu tersenyum ramah menatap Robert .
" Selamat datang kembali kak Robert! Seira senang Kakak kembali."
..." Adik? Seira?"...
..."Siapa dia?...
...Gumam Robert....
Gadis berkuncir dua itu mengerutkan keningnya menatap Robert.
" Wah, Dark belum menceritakan keluarga kita ke kak Robert ya?"
" Belum...belum waktunya Seira..." Ucap Dark dengan suaranya yang merdu.
" Kalau begitu, ayo Seira antar kak Robert istirahat di kamar kakak."
Ujar Seira dengan semangat .
Robert mengikuti Seira masuk ke dalam bangunan megah tersebut. Tidak ada seorang pun di dalam bangunan besar itu. Tapi ruangan megah itu tidak terlihat menakutkan sama sekali. Bahkan terasa nyaman bagi Robert.
__ADS_1
Seira tersenyum pada Robert dan membukakan pintu ke sebuah kamar yang luas dengan dinding yang terbuat dari granit perak yang indah.
" Ini kamar kak Robert, dan itu tempat tidur kak Robert." Tunjuk Seira ,kemudian menatap Robert yang masih memasang wajah kaku mengerikan.
" Mm..Kalau kak Robert butuh sesuatu, cari Seira aja ya?" Ucap Seira merasa canggung,
Dan kemudian pergi meninggalkan Robert.
"Kak Robert serem banget...nggak ada senyumnya." Gumam Seira melengos keluar dari kamar Robert.
Tempat tidur yang di tunjuk Seira adalah gumpalan awan putih yang tebal. Robert mendekat dan menyentuh awan yang lembut itu.
..." Terbuat dari awan?"...
...Gumam Robert bertanya-tanya....
Kemudian tanpa pikir panjang, Robert menghempaskan tubuhnya di awan putih tebal yang empuk. Menatap pemandangan dari jendela besar di sisi kanan kasurnya.
sebuah Pohon besar tanpa daun terlihat janggal , berdiri Kokoh di antara bebatuan .
...Lucia... bertahanlah......
...Lucia..apa yang terjadi padamu?...
...Apapun yang terjadi..bertahanlah untukku......
...***...
...10 tahun kemudian...
Di lautan dalam...
sesuatu bergerak..
...Blup.....
...Blup......
...Blup......
...Tring!!!...
Sebuah Tanda segitiga muncul di kening Lucia. di dalam segitiga itu terdapat roda yang berputar perlahan.
Kaki Lucia telah berubah menjadi sirip dan ekor. Lucia masih tertidur dalam aura pelindung air. Dengan perisai yang mengelilinginya, menjaga Lucia yang masih tertidur dengan nyenyak.
Tiba- tiba ombak keras membangunkan Lucia.
Lucia membuka matanya.
Mata Lucia bersinar terang di dalam lautan. Lucia bergerak perlahan, keluar dari perisainya,
Telinga Lucia mendengar sesuatu di atas lautan.
Ia hampir tidak mengenali siapa dirinya. Dan berusaha berenang kesana kemari mencari jalan untuk ke atas lautan, mencapai suara itu . Ia menatap Ekor duyung nya yang indah.
...Siapa aku?...
...***...
...Robert duduk di bebatuan menatap langit di atas Saturnus....
...Kalau engkau ingin membantunya, bantulah ia..."...
...Ucap Dark tiba-tiba....
...Robert terkejut , Dark muncul dari atas , menutupi langit yang sedang Robert pandang....
..."Lucia sedang mengalami perubahan. Dia tidak akan sadar sebelum sampai di daratan. Tugasmu membawanya ke darat dan menungguinya , hingga Lucia kembali berwujud manusia dan sadar. "...
Ucap Dark, tersenyum kepada Robert.
..."Lucia?!"...
Robert mengangguk mengerti dan secepatnya teleport ke bumi.
...Zzrt!!...
Robert sampai di bumi dalam waktu tiga puluh detik dan tiba di atas lautan .
Robert berdiri memandang ke bawah laut.
Sinar terang biru kehijauan berpendar dari dalam laut.
Robert telah dewasa dan lebih kuat. Dark telah melatihnya teleport dan melindungi diri.
Robert masuk ke dalam laut dan berenang mendekat ke arah cahaya biru dari bawah laut.
..."Lucia...dimana dirimu?"...
Robert terus berenang mencari- cari.
Cahaya terang itu seolah bergerak. Robert berusaha menggapainya.
Tiba-tiba saja sesuatu mendekat dan mencengkram lengan Robert dengan keras. Robert menolehkan wajahnya dan memandang ke arah makhluk itu.
..." Siapa? Siapa kamu?! Aku...ada di mana? Aku siapa?"...
...Ucap Makhluk itu....
Rambut makhluk itu ikal dan seperti gulungan ombak. Matanya yang bersinar terang dengan hanya satu titik kecil kornea.
Ekor duyung nya berwarna biru kehijauan terlihat sangat indah. Dengan sisik berwarna perak dan emas berpadu sempurna.
Dan suaranya yang merdu...
..." Lucia?!"...
Robert tersenyum lega ,dan merangkul tubuh Lucia yang kemudian berusaha melepaskan diri.
..." Akhirnya aku menemukanmu....
...Ayo Lucia... Kita pergi dari sini"...
Ucap Robert menahan tangan Lucia yang hendak menyerangnya.
" Kamu mau membawaku kemana? Siapa kamu?!" Teriak Lucia marah.
...Tubuh Lucia masih terasa lemah. Ia baru saja berubah wujud. Kekuatannya belum terkumpul seluruhnya....
__ADS_1
" Kita harus ke daratan. Lucia ku, aku tidak akan membiarkanmu terluka."
Ucap Robert kembali memeluk Lucia dan membawanya ke permukaan laut.
Lucia terlalu lemah untuk memberontak.
...***...
..." Visness! "...
"Musnahkan penjaga unsur air! Ia baru saja bangun dari tidur panjangnya. Kali ini...jangan sampai gagal lagi! Cepat pergi!"
Suara iblis menggema .
" Ya.. tinggal seorang lagi penjaga unsur air. Dan tidak berdaya... Khi..khi..khi .."
Visness tertawa dan pergi ke pantai dekat lautan dalam. Tempat Lucia tertidur.
" Suara ini akan membuat penjaga air yang baru terbangun dari tidur panjangnya, mendekat kesini!" Seringai Visness ,seraya menempatkan sebuah kerang yang berbunyi nyaring di tepi laut.
Tidak lama kemudian ,Robert sampai ke permukaan Laut dan menarik tubuh Lucia agar sampai ke daratan.
" Ayo.. ayo Lucia.. sedikit lagi sampai.."
...Ssh......
...ssh...( sisik-sisik milik Lucia melepuh )...
..." Aaaaagh!!!"...
...Teriakan Lucia melengking....
" Tubuhku meleleh...Aaagghhhhh!!!!"
Robert terkejut melihat Lucia terlihat sangat kesakitan .
..."Ukh...!!"...
..." Tolong..aku tidak kuat !"...
...Rintih Lucia kesakitan....
..." Lucia.."...
..." Lucia..."...
..."Lucia!..."...
..."Sadarlah Lucia ...!"...
Robert berusaha menyadarkan Lucia...tapi Lucia tidak kuat menahan sakitnya dan tidak sadarkan diri.
..."Aku ...Lucia? Apakah...itu suara Robert? Robert kah yang memanggilku?"...
...batin Lucia..dan kemudian pandangan Lucia menggelap....
Robert memeluk dan mengangkat Lucia yang tidak sadarkan diri dari air.
Tubuh Lucia kembali berubah. Ekornya kembali menjadi kaki. Dan semua siripnya meleleh terkena cahaya matahari.
Tinggal sebuah kain membungkus tubuh Lucia yang tidak sadarkan diri.
Robert melangkah keluar dari air, dan menapakkan kakinya ke pasir pantai.Masih mendekap Lucia erat.
seorang wanita berambut pendek menunggu di tepi ,dan terkejut melihat bahwa Lucia tidak sendirian.
..." Hah?! siapa itu? Kenapa bisa bersama si penjaga air? Sialan!!!"...
...Umpat Visness dalam hati....
" Khi..khi..khi... aku tidak perduli! Dia juga harus mati!!!" Tawa sinis Visness menggema.
Robert melangkahkan kakinya dan membawa Lucia dalam dekapannya. Pasir yang di injaknya berbisik bisik.
...°Masih ada Penjaga Air yang hidup ..masih hidup...°...
Visnes mengumpulkan energinya dan menargetkan Lucia juga Robert.
" Rasakan lah kekuatan Visness!"
..." MATILAH KALIAN BERDUA !!!"...
..." MILLION VISNESS .."...
..."ATTACK !!!"...
...Teriak Visness. Mengeluarkan kekuatan dari kedua belah tangannya....
Aura gelap berbentuk ribuan ikan piranha, keluar dari kedua tangan Visness .
Mengejar ke arah Lucia dan Robert Dengan kekuatan dan aura yang mengerikan.
..." Zruuuuuts...!!!!"...
Robert terkejut menghadapi kekuatan gelap di depannya.
...!!!!...
...To be continued......
Quest time!
Kira-kira apa yang terjadi pada Robert dan Lucia?
A. Robert jatuh terpental oleh kekuatan Visness.
B. Lucia terbangun dan mengalahkan Visness.
C. Robert melindungi Lucia dengan kekuatannya.
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
...jangan lupa vote, like dan comment nya ya pembaca setiaku....
...Terimakasih atas dukungannya di serial Shine SHERO....
...😆😘🥰...
__ADS_1