
...~Chapter 16~...
" SACRIFIED EARTH SEAL...RELEASE!!" Seru Mary,
Dan seketika itu juga keluar cahaya coklat yang menyebar keluar dari tanah seperti kilat dan kemudian menghilang.
Pria Iblis yang di telan tanah milik Mary lenyap. Tanah yang terbuka dan menghisap tadi kembali seperti semula.
Lucia dan Cana tercengang menatap Mary dan kekuatannya.
" Apa itu tadi?" Tanya Cana dan Lucia bersamaan.
Mary tersenyum dan membuat tongkat menghilang dari tangannya.
" Aku menyegel iblis tadi." Jawab Mary singkat.
" Tidak semua yang kalian lihat di sini adalah kebenarannya. Sama seperti pria iblis tadi. Ia terlihat seperti manusia fana. Padahal ia adalah Iblis jahat ." Ucap Mary menatap Lucia dan Cana bergantian.
" Anthony , Lucia , sudah saatnya aku memberitahu bahwa kalian adalah penjaga dan pelindung bumi atau di sebut SHERO.
Dan aku akan memperkenalkan diriku sekali lagi. Aku adalah Mary , sang pemegang kunci bumi , SHERO EARTH.
Aku di takdirkan untuk menyegel raja iblis yang hendak menghancurkan bumi tanpa perintah dari sang pencipta. Dan satu-satunya SHERO yang tidak memiliki tanda."
Ujar Mary . Aura kecoklatan terlihat mengelilingi Mary saat ia berbicara.
" SHERO? Apa...aku ini juga SHERO?"
Tanya Cana bingung.
" Benar. Tuan Anthony adalah SHERO PLANTS Sang penjaga tumbuhan.Kehidupan di bumi." Jawab Mary dengan yakin.
" Aku juga SHERO?" Tanya Lucia tidak percaya.
" Benar, Lucia adalah SHERO WATER ,Sang penjaga Air." Jawab Mary lagi.
" Dan kamu juga Kingkong bisa berubah wujud?" Tanya Lucia.
" Hei!!! Aku bukan kingkong!!" Protes Cana menepuk Lucia pelan.
__ADS_1
" Tidak Lucia.Yang wujudnya bisa berubah hanya kamu dan angin." Jawab Mary lagi.
" Angin?" Seru Cana takjub.
" Kamu bisa berubah cewek bar-bar? Pasti berubah jadi Harimau kecil...hahhahah.." Cana menertawakan Lucia .Lucia langsung memukul keras tangan Cana yang hendak merangkul pundaknya.
" Auch!! Sakit tau!!" Pekik Cana dan menarik tangannya kembali.
" Rasakan!" Ujar Lucia menjulurkan lidahnya.
" Tapi Mary,aku tidak memiliki kekuatan apapun. Hanya bisa berubah wujud." Protes Lucia.
" Kekuatan itu akan datang sendiri padamu Lucia. Ia ada dalam dirimu . Dan tekadmu." Ucap Mary tersenyum.
Lucia terdiam dan kemudian menatap Mary dengan dingin." Dan sepertinya aku tidak memiliki urusan dengan musuh-musuhmu." Ucap Lucia .
Mary tertawa. " Musuhku adalah musuhmu. Percaya lah..mereka akan memburu kita, apabila kita tidak memburu mereka. Kita harus menyatukan kekuatan kita Lucia."
Ucap Mary yang kemudian kembali serius.
" Bila aku keberatan?" Ucap Lucia lagi.
Mary memejamkan matanya dan mengeluarkan sebuah kunci besar dengan hiasan berwarna Hitam dan putih yang bersinar terang menyilaukan mata.
Dan tiba- tiba pandangan Lucia berubah. di depannya terhampar pantai.Dengan pasir putih yang luas..
" Ini...kan pantai tempat aku menceburkan diriku ke laut?!" Ucap Lucia tidak percaya , menggosok gosok matanya yang tidak gatal.
" Kenapa aku bisa disini?!"
" Sekarang aku akan melepaskan seseorang yang sangat ingin membunuhmu, setelah membunuh kedua orang tuamu Lucia!" Ucap Mary.
Orang tuaku terbunuh?
Badan Lucia bergetar hebat .
" Orang yang membunuh kedua orang tuaku?" Lucia tertawa " Apa sih Mary? Bercanda mu keterlaluan. Orang tuaku masih hidup! Lagipula kamu tidak mengenal mereka.Mereka adalah orang terkuat di suku Air!"
Ucap Lucia tegas.
__ADS_1
" Aku berkata sebenarnya" Mary menjawab dengan yakin.
" TIDAK! tidak mungkin!! Aku tidak percaya semua omong kosong mu!!!" Teriak Lucia histeris." Aku mau pergi!!"
" Tunggu! " Seru Mary ." LUCIA dengarkan! Aku sudah membuat lingkaran pelindung. Tapi , bila kamu melangkahkan kakimu keluar dari lingkaran ini, Maka musuh bisa membunuhmu kapan saja! "
Lucia bimbang sesaat. Dan ia tetap melangkahkan kakinya keluar dari pelindung Mary.
" LUCIA KEMBALI!" Teriak Mary, dan kemudian di tahan oleh Cana.
" Kita awasi dari sini." Ucap Cana menenangkan Mary."
Mary tersadar dan mengangguk menatap Cana .
...***...
Lucia melangkah menapaki pasir putih pantai yang luas. Tempat ia menceburkan dirinya ke laut.
" Papa...Mama... Lucia datang!" Ucap Lucia dengan jantung berdebar-debar.
Entah kenapa perasaannya sangat tidak enak .
Pemandangan di depannya tiba-tiba menjadi jelas.
Mayat bergelimpangan di mana-mana. Suku Air ... yang tua dan muda...laki-laki ,perempuan... semuanya meninggal dalam keadaan mengenaskan.
Lucia memandang di kejauhan, terlihat seorang perempuan berambut pendek dengan gaun berwarna kuning duduk membelakangi Lucia.
Lucia segera berlari mendekati perempuan itu dengan perasaan bahagia bahwa masih ada suku Air yang selamat.
Saat mendekat, Lucia melihat di depan wanita itu Ayah dan Ibunya terbaring dengan darah menggenang di sekeliling mereka.
" TIDAK!!! PAPA!!! MAMA!!!"
Teriak Lucia Histeris.
Dan wanita berambut pendek itu menolehkan wajahnya menatap Lucia. Di pipi wanita itu terdapat lambang segitiga.
Ia tersenyum mengerikan, menatap Lucia.
__ADS_1
... To be continued......