
...~Chapter 13~...
kantong belanjaan Lucia terlempar kebelakang dan menabrak wajah Cana dengan telak.
"!!!"
Seketika itu juga Cana jatuh, dan terkapar dengan bintang-bintang mengelilingi di atas kepalanya.
" Ugh..dasar gadis sialan...!!!"
Ucap lirih Cana yang terkapar di jalan .(K.O.)
Sementara itu Lucia yang sampai ke rumahnya ,cepat-cepat masuk dan membanting pintu rumahnya dengan kuat dan ketakutan.
Mary terkejut melihat Lucia datang dengan wajah pucat dan nafas tersengal-sengal.
"Lho? Ada apa Lucia?" Tanya Mary penasaran .
" Ah!! Iya, Mary...kingkong itu tidak mengejar ku kan?" Tanya Lucia dengan wajah panik.
" Kingkong? " Mary tertawa terpingkal-pingkal. " Ada-ada aja! Tidak mungkin ada king kong nyasar di kota."
Lucia mendongkol melihat tawa puas Mary terhadapnya. " Nggak lucu tau!"
sahut Lucia kesal.
...***...
Ah...sial banget.
Mukaku babak belur,
kepalaku benjol dan perutku keroncongan.
Benar-benar cewe sialan!
Batin Cana yang terbaring di jalanan .
Cana beringsut duduk dan mengambil kantong belanjaan Lucia.
Humph...barang ini kan punya perempuan sialan tadi! Dasar!
Cana mengecek isi belanjaan yang di lempar perempuan tadi tepat di wajahnya yang sekarang terasa senut-senut. Sakit.
Kleng...kleng ...kleng....
Dua buah minuman kaleng menggelinding keluar dari kantong plastik .
__ADS_1
Cana juga melihat di kantong itu ada beberapa bungkus biskuit.
"Wah ternyata hari keberuntunganku ya? Hahahahah...."
Cana bersorak gembira karena akhirnya ia bisa mengisi perutnya yang lapar dan kerongkongannya yang kering kehausan.
...***...
...Di rumah Lucia...
" Jadi Seira langsung menghilang setelah dia mengatakan bahwa kita harus berhati-hati terhadap Irnest?
Tanya Lucia kebingungan menatap Mary. Kemudian berfikir keras.
"Ya ,begitulah." Ucap Mary yang kemudian memandang Lucia lekat.
" Lucia..." Panggil Marry ragu-ragu.
"Ya? Ada apa?" Jawab Lucia .
" Apa kamu memiliki kekuatan? Maksudku ,kamu bisa mengeluarkan hal yang aneh, kekuatan aneh atau apalah?" Tanya Mary lambat-lambat.
" Kekuatan aneh?" Lucia menatap Mary dengan bingung." Setahuku tidak ada .
Mary menghembuskan nafas kecewa. " Ah, begitu ya." Jawab Mary menghela nafas.
" Lho memang kenapa Mary?"
" Tidak ada apa - apa, Besok kita berenang ya Lucia!" Ucap Mary yang kemudian berbalik pergi menuju luar rumah.
" Ah...aku mau cari angin dulu di luar! Bye Lucia..."
Lucia keheranan menatap Mary yang berlalu dan keluar rumah dengan tidak bersemangat .
" Berhati-hatilah di luar. Tidak semua manusia baik." Ucap Lucia mengingatkan. Mary hanya memberikan jempolnya pada Lucia dari kejauhan , tanpa membalikkan badannya.
Tempat Lucia tinggal adalah daerah perbukitan. Mary berjalan melewati jalan setapak yang di penuhi oleh daun-daun maple kering yang berserakan di jalanan.
Terbenam dengan pikirannya sendiri. Mary berhenti di ujung taman yang berisikan ayunan dan perosotan anak kecil. Dari sana ia bisa melihat kota dan pedesaan yang terhampar luas.
Bumi....
hamparan kota yang di penuhi pepohonan , sawah, pemukiman ,gedung dan manusia yang terlihat sibuk dalam rutinitasnya.
Kalau benar kata tanah...
Maka saat di air , kekuatan Lucia akan bangkit.
__ADS_1
Tapi....
Berbahayakah..?
Mary mendekap kunci di tangannya dengan penuh kebimbangan.
*Kunci ini hanya segel...
Aku harus tahu, siapa saja yang akan membantuku membasmi musuh , seperti ramalan tanah kepadaku.
Bahwa ,sekali lagi iblis akan berusaha menghancurkan dunia ini.
Menjadikan manusia sebagai budak mereka. Dan memusnahkan kami...pelindung elemen dunia ini.
kalau kami musnah...maka...
dunia akan hancur lebur*.
Semilir angin meniup rambut Mary dengan lembut.Kunci bumi bercahaya terang dan kemudian menghilang dalam genggaman tangan Mary.
Cana yang berada di atas pohon miliknya menatap keheranan sosok bercahaya di bawahnya.
Sesaat ada cahaya terang berwarna coklat dari bawah pohon, dan kemudian tiba-tiba hilang.
Cana bergerak cepat dan melompat tepat di hadapan Mary .
Mary terlonjak kaget dan refleks mundur. Menatap waspada dengan mata jernihnya yang berwarna kecoklatan.
"Apakah..kamu bidadari?"
Tanya pria di hadapannya.
"Eh?" Mary terdiam bingung dan wajahnya terasa panas.
Cana tertawa dengan wajah memerah.
" Ah..ternyata manusia secantik bidadari ya. " ucap Cana , kembali tertawa malu.
" Kenalkan, namaku Cana atau Anthony. Itu panggilanku.Kamu boleh memanggilku salah satu dari nama itu. Terserah saja."
Mary masih terkejut atas kedatangan seorang pria yang tiba-tiba itu. Ia terdiam dan hanya menatap dengan tanda tanya , pria asing yang menyebutnya bidadari.
" Aku berharap kita akan bertemu lagi. Dah... bidadari...." Seru Cana yang menyadari kecanggungan antara dia dan wanita yang baru saja di temuinya itu. Kemudian segera berlari pergi.
Mary menatap sosok Cana yang semakin menjauh dengan wajah merah dan tersenyum malu.
__ADS_1
"Ah..apakah manusia memang seperti itu? mereka sangat lucu." Gumam Mary sembari tersenyum sekali lagi.
To be continued....