SHINE SHERO

SHINE SHERO
TERLAMBAT


__ADS_3

Karya:~Kay Scarlet~โ˜˜๏ธ


...~Chapter 36~...


.


.


.


Setelah Havana menjadi serpihan cahaya, Georgia tinggal di rumah kecil milik Green.


Dan Lucia tinggal di rumah yang di berikan Robert untuknya, bersama Mary.


Lucia,Cana, dan Mary sekolah dan sekelas.


Robert telah menyiapkan dokumen yang bisa berubah sesuai kebutuhan Lucia.


Sedangkan Georgia,dan Green telah menjadi dokter spesialis di rumah sakit umum, tidak jauh dari sekolah Mary dan Lucia.


...๐ŸŒฟ...


Hari itu,


Lucia dan Mary datang terlambat ke sekolahan.


Mereka berlari sekuat tenaga agar lekas sampai ke gerbang sekolah yang masih 100 meter lagi di depan mereka.


"Mary, ayo percepat larinya!" Ucap Lucia masih berusaha menyeimbangkan lari nya dengan Mary yang jauh tertinggal dari nya.


"Duluan saja Lucia! Huft aku kehabisan nafas!" jawab Mary kelelahan.


Lucia menarik tangan Mary agar lari lebih cepat, tapi Mary malah terjatuh.


"Aduh maaf Mary!" Ujar Lucia merasa bersalah.


Lucia kembali,memapah Mary yang terjatuh, dan melihat ke depannya. Gerbang sekolah sudah mulai bergerak menutup.


"Apakah kalian butuh tumpangan?" Tanya suara mengejutkan dari samping mereka.Cana tersenyum lebar menatap kedua gadis cantik di sampingnya.


"Tuan Anthony!" Ucap Mary terkejut.


"Jangan banyak basa basi kingkong! Gerbangnya udah mau tutup tuh!" Pekik Lucia tidak sabar dan lekas naik ke motor Cana bersama Mary.


Mereka mengebut dan masuk ke dalam sekolah tepat sebelum gerbang menutup sempurna!


"Hei! Kalian curang!" Teriak anak lain yang terkunci di luar pagar sekolahan. Lucia dan Mary pura-pura tidak mendengar teriak putus asa anak-anak yang terlambat dan terkunci di luar pagar sekolah.


"Makanya, kalian harus bangun lebih pagi lagi! Hahahaha!" Ucap Cana meledek anak-anak yang tidak bisa masuk sekolah .


Dan bel masuk sekolah pun berbunyi.


Mereka kembali tergesa-gesa masuk ke kelas. Hari itu Mary ada kegiatan PMR, sehingga berlari ke ruang UKS terlebih dahulu.


Lucia bersama Cana berlarian masuk ke kelas mereka.

__ADS_1


Tapi naas, hari itu adalah jadwal guru matematika mereka yang super galak.


Lucia dan Cana mengendap-endap masuk ke kelas agar tidak ketahuan ibu guru mereka yang sedang menulis di papan tulis.


"Kalian terlambat! Silahkan keluar dari kelas! Saya tidak suka anak yang tidak tepat waktu!"


Ucap Guru mereka tajam.


Lucia yang masih di posisi mengendap-endap pun langsung


lemas dan memutar balik badannya menuju keluar kelas kembali,disusul suara ledek dan tawa teman sekelas mereka.


Lucia bersungut-sungut dan berjalan gontai ke kantin halaman belakang sekolah. "Huft! Lagi-lagi pelajaran math ku skip! Bagaimana bisa mendapatkan nilai bagus!" Teriak putus asa Lucia.


Cana tertawa melihat Lucia Begitu frustasi.


"Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Kamu sudah melakukan apa yang kamu bisa." Ucap Cana berusaha bijaksana.


Saat melirik, Cana melihat Lucia sudah mampir di depan gerobak abang siomay dan tidak mendengarnya.


Cana menghela nafas. " kenapa sih setiap aku mengeluarkan kata-kata manis, dia tiba-tiba menghilang?!" Gumam Cana kesal.


Lucia kembali membawa sepiring siomay dan mengambil tempat duduk. "Aku cuma beli sepiring. Kamu mau?" Tanya Lucia pada Cana. Cana menggeleng "Nggak, thanks. Aku akan beli segelas soda aja." Ucap Cana meninggalkan Lucia yang sedang makan siomay. "Lucia menawariku makan sepiring berdua??? Ah jantungku berdegup kencang!"Gumam Cana berbunga-bunga.


Setelah membeli soda,Cana kembali dan melihat Lucia sudah menyelesaikan makan siomaynya.


"Kita kembali?Guru galak itu harusnya udah habis jam nya."Ucap Lucia menatap Cana yang belum meminum sodanya.


Cana mengangguk lemah.


"Ya ampun cepet banget makannya, nggak di kunyah apa ya?"Cana menggumam sambil melirik piring siomay bekas Lucia yang bersih tidak bersisa.


Srrs ....


Srrrs ....


Aroma wangi yang sangat Lucia kenal ada dalam hembusan angin itu. Lucia menghirup nafas dalam-dalam.


Eh ... Wangi ini ... Tidak mungkin ada Robert di sini kan?


Batin Lucia bertanya-tanya.


Lucia mencari-cari ke kanan kirinya dan kemudian menatap rambut Cana lekat.


Apakah kingkong ini memakai shampo yang sama dengan Robert?!


Batin Lucia tidak percaya.


Cana yang merasa Lucia terus menatapnya, berfikir bahwa Lucia menyukainya.


Wah, ternyata Lucia suka padaku ya?Aku memang ganteng sih.Hehehe ....


Pikir Cana yang masih berjalan menggenggam gelas sodanya dengan berbunga-bunga.


Brug!!!

__ADS_1


Cana menabrak seseorang dan membuat minuman soda yang di pegangnya tumpah mengenai baju seragamnya sendiri.


"Ah ... Maaf ...." Ucap seorang pria tinggi berpakaian putih di hadapan Cana.


Pria itu melengos pergi bersama tawa kecil perempuan berambut merah di sebelahnya.


Cana menatap baju sekolahnya yang kotor terkena minuman soda dan merasa amat kesal.


Apakah ini selesai hanya dengan maaf?!


"The root ... Get him!" Teriak Cana marah.


Akar-akar pohon keluar dari dalam tanah dan mengikat erat kaki pria tinggi yang menabrak Cana.


"Agh!!" Teriak pria itu kesakitan.


"Green!!!" Teriak khawatir gadis berambut merah di sebelahnya.


Cana terus memantrai agar bisa mengikat pria yang membuatnya ketumpahan soda itu agar tidak bisa bergerak ataupun tertawa.


Gadis berambut merah itu berbalik dan menatap Cana dengan marah.


"JANGAN GANGGU GREEN!!!!" Teriaknya melengking dan tiba-tiba saja kornea mata gadis itu berubah dan di keningnya timbul tanda berwarna kuning oranye berbentuk api.


Blarrr!!!!


Tubuh gadis itu di kelilingi api dan sebuah api besar menyerang Cana yang terkejut!!!


Blarrr!!


Blarr!!!


Blaarrr!!!


"Ugh...Api apa ini?! " Ucap Cana mundur dan berusaha menangkis serangan api besar ke seluruh tubuhnya.


"Cana hati-hati!" Teriak Lucia dan mengangkat tangannya ke atas merapelkan kekuatan yang beberapa bulan lalu ia sering latih bersama Mary.


"The wat .....!!!!" Tiba-tiba saja Lucia terpaku melihat mata dan tanda gadis berambut merah di hadapannya.


D ... Dia ...?! Itu kan ...


Lucia teringat kembali mimpinya sebelum ia menemukan Mary di hutan bambu.


"Lucia, tolong kami mengalahkan King water field ...." Ucapan dalam mimpi Lucia yang lalu ,kembali terngiang-ngiang di kepala Lucia.


"Huaaa!!!! Aku terbakar!!!!"


Teriak Cana histeris dan berlarian kesana kemari dengan ketakutan. Tubuh dan rambut Cana di selimuti api yang tidak bisa padam.


To be continued ...


ย 


Mohon maaf karena author sakit, sehingga up nya menjadi lama. Terimakasih atas dukungannya selalu untuk karya

__ADS_1


Shine SHERO . Terus dukung Shine SHERO ya ... terimakasih ๐Ÿ˜Š


Love u all๐Ÿ’•


__ADS_2