SHINE SHERO

SHINE SHERO
Bersembunyi


__ADS_3

Karya:~Kay Scarlet~☘️


...~Chapter28~...


.


.


.


Sekali lagi Irnest melihat serpihan milik suku terakhir di depannya ,dan melihat cahaya kecil yang kemudian menghilang. Irnest menatap heran ,tapi kemudian ia pergi begitu saja.


Caolin marah besar.Ia membakar semua mayat suku api yang telah membeku dengan kekuatan api miliknya. "Dasar suku api bodoooh!" Teriak Caolin melepaskan rasa kesalnya.


Ia menginjak-injak mayat suku api yang tidak utuh dan telah mencair.Lalu membakarnya hingga menjadi abu.


Irnest sudah mendahuluinya pergi.


Caolin tertawa seperti orang gila.


"Hahahahahahhahaa!


Ayo Gorgonie ... Nakant ... Kita pergi dari sini! Kita harus merayakan kemusnahan suku api , walaupun bola api tidak kita dapatkan ...." Ucap Caolin kemudian mendengus kesal.


"Ahahahhaha ... Semua warga api bodoh itu telah menjadi abu!" Tawa Caolin puas ,seraya membuang muka dan pergi dari tempat mengerikan itu.


...--------------------...


Di perkampungan manusia, Havana yang baru saja selesai makan bersama nenek Georgia, hendak menuju kamar yang telah di siapkan untuk nya.


Ketika tiba-tiba ia merasakan pergelangan tangannya seperti terbakar api. Havana segera melihat tangannya dan muncul gelang dengan hiasan berbentuk bola api di ujung gelang tersebut melingkari tangan nya.


Dan dari telapak tangan Havana keluar tongkat bola api Athena dan kemudian api terang dalam bola tersebut mati disertai hawa dingin mencekam.


Bola api tersebut berubah menjadi hitam! Begitu juga dengan gelang bola api yang melingkar di pergelangan tangan Havana.


Jantung Havana berdegup kencang.

__ADS_1


"Athena!!!" Pekik Havana tertahan.


Havana merasakan angin dingin tiba-tiba saja berhembus,membuat tengkuknya merinding. Rasa sedih menyelimuti dirinya .


Havana hendak mencoba menyalakan api di tongkat bola api dalam genggaman tangannya. Memastikan bahwa Athena masih hidup.


Saat Havana mencoba mengeluarkan kekuatannya, tiba-tiba sebuah tangan mencengkram pundak Havana!


Havana terkejut dan segera menoleh kebelakang nya!


"Jangan sekarang nak ... Mereka akan menemukan kita bila saat ini kamu mengeluarkan kekuatanmu." Ucap nenek Georgia berbisik. Seolah-olah di rumah itu bukan hanya ada mereka berdua.


Havana kebingungan dan menatap Nenek Georgia dengan tanda tanya.


"Anthony dan Athena telah tiada." Ucap nenek Georgia melanjutkan.


Havana sangat terkejut dan wajahnya seketika pucat pasi. Airmata nya Membendung di pelupuk mata Havana.


"Tidak mungkin!Athena sangat kuat! Itu tidak mungkin!Bagaimana anda bisa berbicara seperti itu saat anda tidak melihatnya ?!" Tangis Havana pecah.


"Anda tidak menjawab pertanyaan ku!" Havana berbisik keras.Dan berusaha menguatkan hatinya.Masih tidak mempercayai firasat dan ucapan nenek di depannya.


Hanya Hening.Nenek bermata hijau itu tidak mengucapkan sepatah katapun.


Bukankah Anthony adalah manusia biasa? Kenapa nenek ini seperti mengetahui kekuatan kami dan segala hal tentang kami?!


Havana kembali bertanya dengan penasaran, "Anda mengetahui sesuatu kan?" Tanya Havana masih berbisik. Ia pun tidak pasti bahwa mereka hanya berdua di rumah itu, melihat nenek bermata hijau itu terlihat sangat berhati-hati.


"Namaku adalah Freya. Aku adalah darah campuran suku es dan manusia. Ayahku panglima suku es,telah lama di bunuh oleh sky. Sedangkan ibuku adalah seorang peramal manusia. Bakatnya turun padaku. Aku bisa melihat kejadian lalu dan setelahnya."


"Asalkan mereka tidak mengetahui keberadaan kita, Georgia bisa kita selamatkan."Ucap nenek bermata hijau itu masih dengan berbisik.


"Georgia masih hidup??!!" Hampir saja Havana berteriak kegirangan namun langsung menutup mulutnya sendiri,dan berbisik dengan antusias.


Freya tersenyum lembut dan mengelus kepala Havana."Selalu ada keajaiban dan harapan. Jangan terlalu khawatir." Ucap Freya yakin.


Havana seolah melihat Athena ada dalam tubuh renta Freya dan mengucapkan hal itu padanya.

__ADS_1


Havana terus menatap Freya dengan kagum. Seolah-olah ia menatap Athena yang berdiri di sampingnya.


Setelah keheningan sesaat, Havana kembali bertanya. "Kalau Anda mengetahui hal yang ada di depan, kenapa anda tidak memperingatkan Athena?" Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Havana.


"Aku sudah mengirimkan firasat ku pada Athena agar ia memutuskan untuk membawa Anthony dan Georgia kesini. Tapi pada akhirnya ia lebih memilih menyelamatkanmu." Ucap Freya lirih. Ada nada getir di ucapannya.


"Ada hal yang mustahil untuk di ubah oleh siapapun di dunia ini." Ucap Freya menghembuskan nafas pasrah.


Havana mendekatkan telinganya agar mendengar dengan jelas apa yang Freya katakan.


"Takdir.Dan ini adalah takdirmu untuk tetap hidup Havana. Segala sesuatunya akan memiliki maknanya tersendiri." Ucap Freya tegas tapi masih dengan suara agak berbisik.


"Athena telah melakukan dengan baik nasib dan takdirnya.Sekarang giliran mu. Semua tergantung pada apa yang akan kamu putuskan kedepannya." Lanjut Freya seraya mengelus rambut Havana lembut.


Tiba-tiba Havana merasakan perasaannya menghangat. Sungguh nenek Georgia adalah seorang yang mampu membuatnya merasa aman dan tenang. Sungguh beruntung Athena di kelilingi orang yang ia cintai dan mencintainya.


Manusia tidaklah seburuk yang mereka katakan.


Havana mengangguk.


Kehidupan Athena Selama ini tidaklah sia-sia. Ia telah melakukan semua yang terbaik dalam hidupnya.


Ia adalah seorang anak yang patuh,wanita yang tegar,istri yang setia,dan ibu yang baik.


Bathin Havana, merasa termotivasi.


Freya mematikan semua lampu rumahnya dan menemani Havana malam itu di ruangan bawah tanah yang sangat tersembunyi.


Malam itu merupakan malam yang panjang. Langkah-langkah kaki terdengar jelas dari atas ruangan bawah tanah tempat mereka bersembunyi. Terdengar dentuman kasar dan suara gelas pecah yang sangat nyaring.


Tapi Freya tidak terlihat khawatir sedikitpun.Ia mengatupkan matanya dan berbaring tenang di ranjang kecil yang sepertinya belum lama ini ia siapkan.


Havana terjaga sepanjang malam hingga ia mendengar ruangan atas kembali sunyi.


Kelelahan dan akhirnya ia tertidur dalam keadaan duduk di sudut ruangan dekat pintu besi ruangan bawah tanah tersebut.


To be continued ...

__ADS_1


__ADS_2