
...~ Chapter 2~...
Lucia sampai ke rumahnya,dan segera masuk ke dalam rumah.
Dengan nafas tersengal-sengal , menghampiri mamanya.
..." Mama memanggil Lucia?"...
Tanya Lucia sembari melihat sekelilingnya. Tidak ada hal yang aneh.
Tapi mamanya tampak gusar.
" Jangan terlalu jauh dari mama Nak!"
Ucap Mama Lucia tampak khawatir.
" Ada apa ma?"Tanya Lucia bingung.
Tiba-tiba saja cincin pemberian Robert bergetar. Lucia terkejut menatap cincin itu.
.
" Hari ini firasat mama tidak baik ! Air laut juga memberi kabar bahwa kita harus waspada.Jangan terlalu jauh dari mama. Dan saat mama memanggilmu kamu harus ada di sini. Mengerti?!"
.
Lucia tidak fokus mendengar ucapan mamanya, ia memandang resah cincin di jarinya yang bergetar .
.
..."Ada apa Lucia?"...
Lucia memandang mamanya dengan cemas. "Mama, aku mau menemui Robert lagi."
Mama Lucia menghembuskan nafas pasrah dan berkata dengan tegas.
"Pergilah temui Robert, tapi ..."
..."?"...
..." Jangan kamu cegah kepergian Robert."...
Tidak ada waktu untuk bertanya pada mama! Aku harus ke tempat Robert secepatnya. Perasaanku sungguh semakin tidak enak.
" Tapi, apa maksud mama?" Gumam Lucia bertanya-tanya.
Dengan cepat Lucia berlari menembus malam gelap gulita. Pergi ke Padang rumput tempat Robert menunggunya.
Dari jauh terlihat cahaya putih di depan Robert. Lucia menatap cahaya putih itu bertanya-tanya. Tapi ia tetap berlari mendekat.
..." Lucia!"...
Lucia berhasil mendekat dan melihat bahwa cahaya putih itu adalah sesosok makhluk dengan sayap putih dan selendang kain putih bersinar berkelebat mengelilingi tubuhnya.
..."Lucia..."...
Apakah makhluk ini adalah malaikat?
Makhluk itu memanggil nama Lucia dengan suara merdunya, dan tiba-tiba saja seluruh tubuh Lucia bergetar hebat. Jantung Lucia berdegup kencang.
..."!!!"...
Tubuh Lucia terasa kaku, berat, dan masih bergetar. Lucia menatap Robert yang terlihat sama seperti dirinya.Lucia terdiam .
..."Dark.."...
Robert mengerahkan seluruh tenaganya untuk berbicara.
" Bila kau ingin membawaku ke Saturnus, aku ingin Lucia di sisiku ! "
Makhluk bernama Dark itu menatap lembut Robert dan Lucia.
..." Tidak bisa! Lucia harus menjaga bumi."...
Lucia menatap Dark, bingung.
..." Bumi?"...
__ADS_1
" Tapi, mengapa harus aku? Bukankah aku hanya manusia biasa?" Protes Robert , berusaha menahan tubuhnya agar tidak roboh karena seluruh tubuhnya bergetar .
" Kamu bukan manusia Robert.
Kamu dan Lucia adalah makhluk penjaga atau utusan ,sama seperti aku... "
Ucap Dark dengan suaranya yang terasa mengintimidasi.
"Makhluk penjaga? Utusan?"
Gumam Robert masih menahan tubuhnya yang bergetar hebat.
" Dark... Aku dan Robert saling mencintai. Bisakah kami hidup bersama?" Lucia menahan tubuhnya yang bergetar semakin hebat seusai bicara.
..." TIDAK."...
Lucia dan Robert terkejut .Kemudian menatap Dark yang masih berada di tengah-tengah mereka.
"Tapi... Kenapa harus begitu Dark?!"
Protes Robert .
Dark tersenyum menatap Lucia dan Robert.
..." Hm... Rupanya kalian masih belum mengerti.."...
Dark memejamkan matanya, dan mengepakkan sayapnya . Selendang putihnya masih berkelebat dan terlihat bersinar semakin terang.
" Kita diciptakan dari seberkas cahaya. Tidak di beri nafsu, dan tidak di ciptakan untuk saling mencintai.
Tapi untuk mengabdi!"
Ucap Dark penuh keagungan.
..."Tapi..."...
..."....?"...
Lucia dan Robert menatap mata keemasan milik Dark terlihat sedih.
..." Kalian sangat istimewa"...
Dark menoleh,dan menatap Lucia dengan serius.
" Mulai dari sekarang, kau harus berhati-hati Lucia."
"Karena..Robert tidak bisa melindungi mu lagi. Kecuali di waktu yang di tentukan!"
Ucap Dark yang kemudian mengepakkan sayapnya dan terbang perlahan keatas.
" Ayo kita pergi Robert!" Selendang putih milik Dark menggapai Robert.
Robert sangat terkejut dan berusaha lari .
" Lucia?! " Teriak Robert memanggil.
" Pergilah Robert.." Jawab Lucia dengan senyumnya yang tulus.
" Pergilah suamiku... dan berhati-hatilah! Setelah kau selesaikan tugasmu, kembalilah padaku..Robert..." Ucap Lucia menyemangati Robert.
Ia teringat ucapan mamanya, bahwa ia tidak boleh menghalangi kepergian Robert walaupun Lucia tidak rela.
Selendang putih milik Dark membungkus lembut tubuh Robert dan membawanya perlahan-lahan ke atas.
" Lucia! Jagalah dirimu hanya untukku! Aku pasti kembali! Tunggulah aku..."Teriak Robert.
Dan sekejap saja Robert dan Dark menghilang dalam cahaya terang saat di atas.
" Robert.... Lucia akan menunggumu kembali." Lucia memejamkan matanya dengan sedih."Ia pergi..."
Tiba-tiba saja ,setelah Robert dan makhluk itu pergi, angin datang menderu-deru kencang. Rumput-rumput bergesekan dan Langit semakin gelap.
..."Berhati-hatilah LUCIA..."...
Samar-samar terdengar suara Dark memperingatkan Lucia.
...Syuuu.....
__ADS_1
Rambut ikal Lucia terseret angin kencang. Lucia terkejut, Tanah yang dipijaknya bergetar. Gempa?!
...Drrk..gtk..drrk......
" A..ada apa ini?! Angin kencang? Gempa? Ada apa ini? "
" Setelah Robert pergi ...?!"
Lucia memicingkan matanya , berusaha berjalan kembali ke rumahnya, melawan angin yang menderu hebat.
...Gluduk... Gluduk......
...Tarr!!...
...Tarr!!...
...Hyuuuuu......
Lucia memandang langit yang terlihat mengerikan. Kilat dan petir menyambar-nyambar. Dan Lucia masih harus memijakkan kakinya di tanah yang berguncang dan menembus angin badai yang sangat kencang.
"Mengapa? langit ini tiba-tiba berubah mendung ?!"
..." LUCIAAAAAAAA..."...
Lucia membalik ke arah suara,
" Mama?!" Lucia menggumam.
" Suara mama menuntunku ! Rupanya tadi aku salah arah. Aku sama sekali tidak bisa melihat jalan ,aku harus mengikuti asal suara mama."
Lucia bergegas mengikuti asal suara mamanya yang memanggilnya.
"Dimana anak itu?! Dalam keadaan genting seperti ini, kita tidak punya banyak waktu! Ramalan nenek itu pasti menjadi nyata!"
Ucap Mama Lucia ketakutan, kemudian memandang suaminya. Mama Lucia masih memanggil Lucia melalui kekuatannya, untuk menuntun Lucia pulang.
" Sebentar lagi ia pasti sampai" Ucap papa Lucia menenangkan.
Dan benar saja, tiba- tiba pintu depan rumah terbuka, Lucia masuk dengan nafas tersengal-sengal.
" Mama.. apa yang sebenarnya sedang terjadi?" Tanya Lucia dan berusaha mengatur nafasnya.
Mama Lucia menyongsong Lucia dan memegang pundak anak perempuannya.
" Ini adalah pemberontakan iblis yang ingin menghancurkan bumi ...Lucia!"
Lucia terkejut tidak percaya menatap mamanya. "A..apa?!"
" Tidak ada waktu lagi! Cepat lepas ikat rambutmu, dan bajumu ! Lalu selimuti tubuhmu dengan kain putih ini! " Mama Lucia memberikan Kain Putih yang terlipat rapih ke tangan Lucia.
Kain itu bersinar seperti milik Dark, hanya saja kain putih yang ini mengeluarkan cahaya biru kehijauan.
" Cebur-kan dirimu ke laut. Jangan bimbang! Aura pelindung air akan melindungi-mu. Hati-hati " Ucap mama Lucia mengelus rambut ikal Lucia.
" Lalu, mama dan papa?"
Tanya Lucia kebingungan. Ia baru sekali mendengar ritual seperti ini.
" Kami tidak akan apa-apa. Cepat lakukan itu Lucia."
Ucap Papa Lucia menenangkan.
Lucia mengangguk patuh.
" Mm.. baiklah."
Lucia pergi ke kamarnya dan menanggalkan seluruh aksesoris dan bajunya. Hanya cincin dari Robert yang ia tidak bisa lepaskan.
Lucia menyelimuti tubuhnya dengan kain yang bercahaya itu. Kain itu sangat besar sehingga menutupi seluruh tubuhnya.
Dan tiba- tiba saja Lucia mendengarkan nyanyian dan merasa tenang.
" Bergegaslah..pergilah Lucia." Ucap Mama dan papa Lucia yang melepaskan Lucia pergi ke laut setelah memeluknya erat.
Kain putih yang menutupi tubuh Lucia berpendar dan semakin terang saat Lucia menginjakkan kakinya kedalam Air laut.
" Selamat tinggal Mama... Selamat tinggal Papa..." Gumam Lucia menatap Orang tuanya yang langsung bergegas pergi menjauh.
__ADS_1
...Bersambung......