SHINE SHERO

SHINE SHERO
Pertolongan


__ADS_3

...~ Chapter 4~...


Aura gelap berbentuk ribuan ikan piranha, keluar dari kedua tangan Visness .


Mengejar ke arah Lucia dan Robert Dengan kekuatan dan aura yang mengerikan.


..." Zruuuuuts...!!!!"...


Robert terkejut menghadapi kekuatan gelap di depannya.


...!!!!...


Tanpa sadar, Robert membuka tangan kanannya. Bermaksud melindungi Lucia di pelukannya. Dan sebuah aura perak membentuk perisai yang tebal , keluar dari telapak tangan Robert.


Kekuatan gelap milik Visness tertelan oleh perisai Robert. Kemudian perisai Robert mengeluarkan ratusan tembaga setelah menelan kekuatan gelap Visness.


Ratusan tembaga menerjang cepat ke arah Visness yang terkejut dan tidak sempat mengelak. Mengenai tepat di seluruh tubuh Visness dan meledak .


Teriakan Visness seketika menghilang. Visness tergeletak tidak sadarkan diri dengan luka - luka di sekujur tubuhnya.


" Aku..tanpa sadar mengeluarkan kekuatan? " Robert bertanya-tanya dalam hati. Dark tidak pernah mengajarkannya mengeluarkan kekuatan. Hanya teleport dan menangkis serangan. Tapi tadi, perisainya membalas kekuatan musuh.


Robert menatap Lucia di pelukannya yang masih belum sadarkan diri.


" Yang terpenting sekarang adalah Lucia selamat."


"Aku...sudah merasa lega..." Gumam Robert.



Robert kembali melangkah.


Dark telah menyiapkan sebuah rumah untuk Robert di bumi.


" Dark pasti telah mengetahui ini akan terjadi, sehingga menyiapkan semua ini." Robert membuka pintu rumah pemberian Dark , dan memandang keseluruhan rumah yang tampak bersih dengan puas.


Robert masuk ke dalam kamar rumah tersebut .


Kamar tersebut telah di lengkapi dengan kasur empuk dan lemari.


Menempatkan Lucia di kasur dengan hati-hati dan menutupi Lucia dengan selimut .


Kain yang menyelimuti Lucia tidak basah sama sekali.


Robert menatap Lucia dengan penuh kerinduan , lalu mengelus rambut Lucia dengan lembut.


"Akhirnya..setelah sekian lamanya .Aku bisa menemui mu lagi Lucia..." Bisik Robert bahagia.


...***...


°Sebagai...°


°Manusia..!°


°Penjaga ..!°


...°Berubah..?°...



...°Lucia...°...


...°Bukan !°...


...°Jangan...!°...


...°Lucia...!!!°...


"Hah?!!!" Lucia membuka matanya. Jantungnya berdegup kencang.


Suara-suara yang berkelebat dalam mimpinya tadi seakan mendengung di telinganya.


Lucia duduk ,dan mendapati dirinya berada di sebuah kamar, di atas kasur yang empuk.


Cahaya temaram yang menembus dari jendela kaca kamar membuat kamar tersebut seolah berwarna keemasan.


" Aku ada di mana ?" Gumam Lucia dan melihat sekeliling ruangan kamar yang ia tempati.


...Greek...(Suara pintu kamar terbuka)....


..."?!!"...


...Lucia terkejut dan ketakutan....


..." Siapa itu?!"...


...Teriak Lucia waspada....


" Apakah kamu sudah bangun? Aku bawa makanan nih ! "


Jawab sesosok di balik pintu.


Lucia masih fokus menatap makhluk yang membuka pintu ,hendak masuk ke kamarnya.


...Suaranya... apakah...?...

__ADS_1


Pria tersebut tersenyum, ia tampak dewasa, Wajah tampan, badannya bidang , hidungnya mancung, dan rambut hitam legamnya juga mata biru nya. Lucia membelalakkan matanya terkejut.


..." Robert ?!!" Batin Lucia....


Rasanya ia tidur hanya sebentar, dan waktu itu , sebelum tidur ,ia dan Robert masih berwujud anak kecil.


" Siapa ya? Ng... sepertinya aku kenal ?" Ucap Lucia menatap Robert ,pura-pura tidak mengenalnya.


" Ayolah!Jangan begitu terhadapku Lucia?" Protes Robert, yang mengira Lucia akan menyambutnya dengan hangat.


"Aku sudah menantikan pertemuan ini berabad-abad lamanya."


Lucia hanya terdiam , pura-pura bingung dan tidak mengenal wujud pria tampan itu.


..." Hm...kalau begitu..."...


Robert maju dan segera mendekap dan mencium bibir Lucia . Penuh kerinduan. Dan....


...Sluuuurp........


...Hm...Jadi?...


...Slurrrp......


Eating time... Lucia melahap mienya dengan antusias. Lucia lebih lapar melihat mie daripada melihat Robert.


Robert cemberut memandang Lucia .


" Kamu ini, apa tidak kangen padaku?!" Protes Robert.


" Justru itu... Setelah ciuman aku jadi lapar. Apa aku salah?" Sahut Lucia tanpa merasa bersalah.


Robert menghela nafas kecewa ,


" Yah,terserah kamu deh. Aku tidak tanggung jawab kalau kamu menyesal kemudian." Ucap Robert , berhenti makan dan beranjak hendak pergi.


" Lucia, aku sudah menaruh di lemari map yang berisi surat - surat untuk kuliahmu, identitas dan juga tabungan untukmu di bumi." Ucap Robert dingin.


" Kenapa Robert jadi dingin begitu? Raut wajahnya..." Lucia mengerutkan keningnya dan membatin,


"ah... sudahlah. Tidak perlu repot-repot memikirkannya. Toh.. besok dan besoknya dia masih disini menemaniku. Masih ada waktu."


" Aku tidur ! " Seru Robert datar.


" Ya." sahut Lucia. Robert masuk ke kamar di seberang kamar Lucia.


Setelah membersihkan diri, Lucia masuk ke kamarnya dan berusaha memejamkan matanya.


"Mm..."


Lucia membuka matanya dan terus kepikiran akan sikap Robert.


" Rasanya nggak tenang deh!" Gumam Lucia yang akhirnya bangun dan berjingkat- jungkat keluar kamar, menuju kamar Robert.


Lucia dengan se pelan mungkin membuka pintu kamar Robert dan mengintip seperti serigala hendak memangsa makanan nya.


Lucia mendekat ke kasur Robert dengan hati-hati. Dan melihat Robert tidur dengan pulas . Lucia tersenyum.


" Bodohnya, apa yang aku khawatirkan? Bahkan wajah Robert waktu tidur sangat imut. Rasanya jadi tenang." Batin Lucia lega.


Lucia memegang selimut Robert dan dengan hati-hati tidur di sebelah Robert. "Rasanya tidak keterlaluan kalau hanya tidur di sebelah suamiku kan?" Gumam Lucia dengan wajah malu.


..." Benarkan Robert?" ...


Bisik Lucia yang merasa nyaman , dan mencoba memejamkan matanya lagi.


Sebentar saja Lucia tertidur dengan pulas .


...Drr......


...Drr.......


...Drrrr....( Alarm di jam tangan Robert bergetar)....


Robert terbangun kaget. " Hah?! Jam empat pagi?! Aku berjanji pada Dark akan kembali ke Saturnus jam empat pagi!!!" Ucap Robert panik.


Robert hendak turun dari kasurnya dan tidak sengaja menyentuh sesuatu , " Heh?! Kenapa gulingku jadi sangat halus begini?" Gumam Robert bingung.


Robert menoleh, " Apa ini?" Robert sungguh penasaran.


Dan seketika wajah Robert merah padam karena malu. "Lucia tidur di sebelahku? " Gumam Robert tidak percaya.


...Drr......


...Drr......


Alarm untuk kembali ke Saturnus kembali bergetar. Robert segera turun dari kasurnya , dan mengambil jubahnya. Robert menatap Lucia dengan rasa sayang yang membuncah dalam dadanya.


" Rasanya berat meninggalkanmu Lucia, tapi aku tenang. Berjanjilah untuk menjaga dirimu baik-baik." Bisik Robert yang kemudian mengecup kening Lucia. " Aku selalu mencintaimu."


Robert berdiri dan hendak pergi, Sekali lagi menoleh menatap Lucia yang masih tertidur dengan pulas.


Robert tersenyum dan menghilang .


...Hik..hik..hik......

__ADS_1


Seorang wanita terlihat pucat dan bersedih. Rambutnya berwarna merah menyala.


..." Kenapa? Kamu kenapa?"...


...Lucia mendengar ia bertanya pada perempuan itu....


..." Kamu siapa?"...


...Hik..hik..hik...( Menangis)...


...°"Tolong kami... Kami membutuhkanmu Lucia. "°...


...°"Bantu kami , Bantu kami mengalahkan King waterfield."°...


..." King waterfield?! Kenapa?"...


Dan tiba-tiba Lucia melihat seorang wanita dengan rambut coklat panjang menyeru Lucia dengan suara menggema


. °" Sekarang... Jam tiga sore di hutan bambu" Ucap wanita itu , lalu berkata lirih. °" Demi menjaga bumi."°


...Lucia memandang tidak mengerti....


...°Lucia...°...


...°Lucia...°...


...°Menjaga bumi...°...


Wajah Dark tiba-tiba muncul , raut wajah Dark...


°Tidak bisa ! Lucia harus menjaga bumi.°


Dan kemudian keluar aura hitam yang pekat menyelimuti Lucia,membuat Lucia sesak,dan sesosok pria dengan wajah kejam tertawa keras. Suara Tawanya menggema dan terasa sangat mengerikan.


..."Ha..Ha..Ha..Ha...!!!"...


...Deg!!...


Lucia terbangun dengan ketakutan Yang amat sangat.


Peluh membasahi keningnya.


" Mimpi apa tadi? Terasa seperti nyata." Gumam Lucia khawatir.


Lucia duduk dan menepuk-nepuk kasur sebelahnya. Kosong.


Tidak ada siapapun di sana.


..." Robert!"...


...Seru Lucia memanggil....


...Tapi tidak ada satupun sahutan....


...Ti..dak mungkin.......


...Dia......


...Pergi?!...


Lucia beranjak dari kasur dan menemukan buket bunga yang di peruntukkan pada nya.


Tulisan tangan Robert.


...~To : Lucia~...


...Jaga dirimu baik-baik....


...Aku selalu mencintaimu....


...Robert...


Lucia menatap buket bunga itu dengan hampa.


..."Kenapa..."...


" Kenapa meninggalkan diriku , disaat aku sulit... Robert ?!" Ucap Lucia meneteskan air mata.


..."Kenapa... Setelah kepergian mu semuanya terasa sulit?"...


Air mata Lucia jatuh dan membangunkan sedikit kekuatannya.


...Tringg......


...-Saturnus-...


Tiba- tiba sesaat setelah Robert menginjakkan kakinya di Saturnus, planet itu bergetar.


" Kak... Saturnus ini gempa kah? " Tanya Seira ,adik Robert dengan bingung.


Robert pun merasakan planet itu bergetar.


" Eh ..iya. Kok bisa sih Seira?"


...To be continued......

__ADS_1


__ADS_2