
...~Chapter 11~...
Robert menatap Seira dengan curiga.
"Hanya ingin melihatnya, apa tidak boleh? " Tanya Seira dengan wajah polosnya .
" Lihat saja di cermin punyamu!" Sahut Robert ketus.
"Aku sudah melihat nya di cermin."
Jawab Seira datar.
Robert memandang Seira dengan tidak sabar. "Lalu?"
"Aku ingin memastikan ramalan cerminku." Ucap Seira dengan mimik serius. Robert terkejut melihat Seira menampilkan mimik muka seperti itu , dan terdiam menunggu adik nya menyampaikan informasi untuknya.
Robert pernah mendengar bahwa cermin milik Seira bisa melihat masa depan seseorang.
Apakah Seira melihat masa depan Lucia? Ada apa sampai ia ingin menemui Lucia?
Robert bertanya-tanya dalam hati.
"Tapi itu rahasia kak..hahaha."
Ucap Seira dengan ketawa jahil nya.
Robert keki melihat kekhawatirannya hanya menjadi tertawaan Seira.
"Ya sudah, kamu pergi saja ke bumi menemui Lucia. Aku sedang sibuk nih!!" Ucapnya kesal.
Seira terlihat sangat puas melihat kakaknya yang selalu serius menjadi keki . Meskipun sebenarnya apa yang di khawatirkan Robert adalah kebenarannya.
Seira mengambil cermin miliknya, dan mengubah penampilan nya menjadi seperti manusia ,dengan menutupi tanda planet saturn yang hidup dan terlihat jelas di keningnya.
Seira juga mengambil jubah mantel hitamnya dan berjalan menjauh dari istana. Berhati-hati agar Dark tidak melihatnya turun ke bumi.
...******...
...Keesokan hari...
__ADS_1
...Rumah Lucia...
Ting Tung...
Suara bel rumah mengejutkan Lucia yang sedang mencari-cari dokumen di kamarnya. Terlihat kusut dan sangat sibuk.
"Marry aku sedang sibuk mencari dokumen, bisa tolong buka kan pintu rumah?" Ucap Lucia tanpa mengalihkan pandangannya dari meneliti satu persatu kertas yang tertumpuk di lemari.
Marrie bergegas pergi keruang depan.
"Iyaaa... tunggu sebentar!" menanggapi suara bel yang terus-terusan berbunyi .
Marrie membuka pintu rumah ,dan terlihatlah seorang gadis cantik berambut gelap di depan pintu rumah.
Tinggi gadis itu hanya se pundak Marrie , tubuhnya mungil dan rambutnya berwarna hitam lurus.
"Halo, cari siapa ya?" Tanya Marrie ramah.
"Ah..maaf salah alamat. Aku kira ini rumah kak Lucia." Ucap gadis itu terlihat merasa bersalah.
"Kamu di alamat yang benar dik. Tunggu ya , ku panggilkan Lucia di dalam." jawab Marrie dan hendak berbalik memanggil Lucia.
(Tangan kiri Marrie di cengkram kuat.)
!!!!
( Marrie terkejut dan merasa kesakitan.)
KYAAAAA!
Lucia yang sedang menyusun kembali kertas dokumennya, tersentak mendengar teriakan Marrie yang melengking kesakitan. Marrie?!
"Kamukah? Kamukah yang bernama Irnest?!"
Gadis kecil itu menyudutkan Marrie ,dan mencengkram pergelangan tangan Marrie dengan sangat kuat.
Wajahnya berubah. Mata gadis itu berubah menjadi keemasan dan di keningnya terlihat planet bercincin yang terlihat hidup.
Marrie kesakitan dan terkejut melihat kekuatan yang tidak biasa dari gadis kecil di hadapannya. " Lepaskan tanganku! Aku bukan Irnest! Aku adalah Marrie!" berontak Marrie , mengeluarkan Aura tanah nya.
__ADS_1
Bersiap untuk kemungkinan terburuk.
Tiba-tiba suara langkah kaki tergesa-gesa , terdengar mendekati mereka berdua.
"Marrie!! Ada apa?!" Seru Lucia khawatir. "Ada apa? Kenapa berteriak?"
"Maaf kak, aku mengagetkan ya?"
Jawab gadis kecil itu tersenyum imut.
"Perkenalkan namaku Seira. Adik kak Robert."
Lucia terkejut , " adik Robert? Sejak kapan Robert punya adik?"
"Masa sih kak Robert tidak menceritakan tentang Seira?" Protes gadis kecil itu .
" Benar nggak pernah." jawab Lucia datar.
Siapa anak itu sebenarnya? Tenaganya sangat kuat. Menakutkan sekali bila ia ada di pihak iblis jahat.
Batin Marrie sambil memegang tangan kirinya yang masih terasa nyut-nyutan karena kuatnya tenaga Seira.
" Ya sudah, duduklah dulu." Ajak Lucia menyudahi protesan gadis kecil yang mengaku adik Robert. Seira mengangguk setuju dan segera mengambil sofa empuk di depannya. Duduk manis.
Seira tersenyum dan mengamati keseluruhan rumah yang ditinggali pacar kakaknya.Kemudian menatap Marrie sekali lagi dengan penuh selidik.
" Aku beli minuman dulu ya." Ujar Marrie hendak beranjak pergi.
Lucia menahan Marrie." Biar aku saja."
"Aku tinggal dulu ya Seira. Sebentar kok."Seru Lucia pada Seira yang terlihat bingung.
Tanpa menunggu jawaban, Lucia pergi keluar rumah dengan perasaan bingung." Benarkah ia adalah adik Robert? Kenapa ia tidak pernah memberitahukan aku? " Gumam Lucia kesal.
Lucia menendang batu kerikil di jalan kuat-kuat. Batu itu terpental jauh ke atas pohon , mengenai sesuatu di atas pohon tersebut.
Seseorang menatap Lucia dengan marah.
To be Continued...
__ADS_1