
Karya:~Kay Scarlet~☘️
...~Chapter 34~...
.
.
.
Havana dan Eagle serentak menatap bayangan hitam yang mendekat ke arah mereka.
Bayangan itu semakin dekat dengan mereka.Dan suara tawa renta terdengar menggema ....
"Oh ayolah bibi! Jangan menakuti kami seperti itu!" Protes Eagle keki.
Havana yang mendengar kata Bibi, segera menyadari bahwa yang menakuti mereka adalah nenek Georgia. Freya.
"Hohohoho, takut apa? Kalian kan bukan manusia,mengapa harus takut pada makhluk gaib?!" Tukas Freya dengan mimik lucu.
"Siapa yang takut?!Aku hanya kaget! Havana yang takut!" Protes Eagle sembari menunjuk Havana ,kemudian menyembunyikan kembali telunjuknya dengan perasaan bersalah.
Freya tertawa lebar.
"Hohohoho ... Baiklah, ayo kita kembali ke rumah.Nak, apa kalian sudah makan?" Tanya Freya ramah.
"Belum." Jawab Eagle masam. Havana hanya tersenyum simpul melihat sikap Eagle yang kekanak-kanakan.
"Bibi sudah memasak kesukaanmu ,Ayam bakar madu.Ayo kita cepat ke rumah dan makan malam bersama." Ucap Freya bersemangat dan berbalik menuju rumahnya. Havana menatap reaksi Eagle.
Terlihat mimik kegembiraan yang meluap, tapi di tutup-tutupi dari wajah Eagle. Havana tertawa kecil dan menyusul Freya yang telah bergerak menjauh.Eagle mengikuti mereka dari belakang.
Setelah makan malam yang hangat dan sedikit berbincang-bincang. Eagle pamit untuk kembali ke dimensi buatan Franc.
Mereka berencana membuat ilusi agar Georgia merasakan kedua orang tuanya masih hidup dan menemaninya selalu sampai umurnya yang ke tujuh.
Menurut Freya itu sangat penting bagi Georgia.Itulah mengapa Freya meminta Franc untuk memasukkan Georgia ke dimensi buatan Franc.
Havana mengikuti kemanapun Freya pergi. Mereka bersembunyi dari prajurit sky. Tapi karena Kekuatan Havana tidak memiliki aura sama sekali. Sky kehilangan jejak Havana dan Freya.
...🌿...
__ADS_1
...7 Tahun kemudian...
"Nak! Havana! Ini saatnya Georgia bangun dari tidur panjangnya! " Ujar Freya gembira. Freya memasang mantel tebalnya dan segera pergi ke dapur memasukkan makanan ke dalam wadah .
Havana tersenyum melihat ke gembiraan Freya ."Apakah tidak sebaiknya Georgia makan disini saja? Terlalu berbahaya makan di luar saat ini." Ucap Havana mengingatkan.
Freya menepuk keningnya. "Ah iya aku sampai lupa. Aku terlalu gembira mengingat cucuku akan memakan hasil masakanku." Ucap Freya tersipu malu.
Havana mengenakan mantel panjangnya. Diluar salju pertama telah turun. Udara cukup membuat tangan mereka terasa beku.
Freya mengambil Mantel rajutan yang ia buat untuk Georgia. Membungkusnya dan menyelipkannya dalam mantelnya agar mantel rajutan itu tetap kering.
Havana memerhatikan Freya yang tampak sangat bahagia.
Mereka bergegas keluar dari rumah setelah Freya memasukkan beberapa roti kedalam saku mantelnya yang besar.
Franc berjanji akan menampakkan diri di taman. Dan bersama-sama menunggu detik-detik Georgia keluar dari dimensi pelindungnya.
Freya mengambil posisi duduk di salah satu bangku taman yang ia yakini akan di datangi Franc.
"Duduklah disini. Mereka tidak lama lagi akan sampai." Ucap Freya tersenyum cerah.
Seorang anak laki-laki kecil berambut perak duduk sendirian tidak jauh dari mereka. Wajahnya tampak hampa.
Freya yang melihat hal tersebut, tersenyum.
Freya mengetukkan tongkatnya ke tanah di depannya.
Tuk!!!Tuk!!!Tuk!!!
Tiba - tiba asap putih keluar dari bawah tongkat Freya. Dan anak laki-laki itu hilang!
"Apa yang anda lakukan?" Tanya Havana bingung.
"Apa kamu melihat anak kecil laki-laki tadi?" Tanya Freya. Havana mengangguk membenarkan.
"Dia adalah suku angin. Suku yang hampir musnah,tapi kuat. Percaya atau tidak,ia memiliki ikatan dengan kita. Jadi aku membuatnya akan selalu mengikuti kemanapun Georgia berada nanti." Ucap Freya terkekeh.
"Seandainya umurku panjang." Ucap Freya kembali. Havana berusaha mencerna kata-kata Freya yang menurutnya sangat sulit di pahami.
Saat sedang berfikir, mereka mendengar suara berisik mendekat.
__ADS_1
"Apakah mereka sudah tiba?" Tanya Freya antusias.
Saat mereka berdiri dengan wajah gembira, ratusan pasukan sky dengan baju zirah datang mendekat mengepung mereka!
Freya menatap mereka dengan amat sangat terkejut.
"Sial! Ini tidak mungkin?!" Umpat Freya marah. Ia yakin sekali bisa bertemu Georgia dan Franc dengan aman di taman itu.
"Anda harus ikut dengan kami.Ini perintah tuan Sky!" Ucap pemimpin pasukan yg memiliki tanda segitiga merah di kedua pipinya.
Saat prajurit sky mengucapkan hal itu, tiba-tiba ada cahaya muncul di hadapan Freya.
Cahaya itu di selubungi asap yang mengepul dan semakin lama semakin tebal.
Freya kebingungan dan menatap parjurit sky yang mengepungnya kemudian kembali menatap cahaya itu lagi.
"Pelindung dimensi itu sangat tebal. Kalau aku memusnahkan seluruh prajurit ini dengan meledakkan diriku, maka Georgia akan selamat." Ucap Freya lirih kepada Havana .
Havana melotot menatap Freya.
"Anda tidak boleh melakukan itu!" Protes Havana.
"Nak, tolong menjauhlah dariku." Ucap Freya sembari tersenyum.
"Tidak boleh! Bukankah Anda telah mempersiapkan segalanya untuk bertemu Georgia?! Anda tidak boleh menyerah!" Ucap Havana menggenggam lengan Freya.
Freya membuka tangannya dan membuat Havana masuk kedalam sebuah balon besar berwarna biru muda.
"Ini adalah balon pelindung. Nak, kamu harus hidup dan melindungi Georgia."Ucap Freya pada Havana.
"Tidak! Anda tidak boleh begitu!" teriak Havana dari dalam balon itu. Havana berusaha memukul-mukul dinding balon pelindung itu. Tapi ia tidak bisa keluar dari sana. Havana menangis dan berteriak memanggil Freya. Tapi Freya tidak memperdulikannya.
Freya tersenyum menatap seluruh prajurit Sky.
"Kemarilah. Tangkap dan bawa aku." Ucap Freya tegar.
Prajurit sky berkumpul mengelilingi Freya dan membawa Freya pergi. Tapi saat itu juga, saat semua prajurit sky menjaga agar Freya tidak kabur, Freya meledakkan dirinya dengan menggunakan bom besar dengan skala kecil tapi dahsyat, yang ia simpan dalam salah satu sakunya.
Tubuh Freya hancur seketika, begitu juga seluruh prajurit sky. Hari itu, taman kota manusia bersimbah darah.
Roti di saku Freya gosong, Rajutan buatan Freya hancur. Dan Havana berteriak histeris lalu menangis memukul dinding pelindung itu.
__ADS_1
To be continued ....