SHINE SHERO

SHINE SHERO
Hutan Bambu


__ADS_3

...~Chapter 5~...


Planet Saturnus mengalami gempa.


" Kenapa setelah kak Robert sampai , jadi begini ?" ungkap Robert bingung.


Dark tertegun merasakan bahwa kekuatan Lucia terbangun dan bisa mencapai ke planet Saturnus yang jauh dari bumi.


"Wah, Lucia benar-benar kuat" Batin Dark ,kemudian tersenyum.


" Kak Robert bawa sial nih!" Ujar Seira.


" Enak aja!" Protes Robert.


" Dark!! Kenapa senyum-senyum? Menakutkan tau!!" Teriak Seira dan Robert serempak.


...***...


...-Bumi-...


..."Huaaaa!!!!! Sebel!!"...


Lucia berteriak ,


" Awas lu Robert, ga usah pulang lagi!!!" Lucia menghapus air matanya karena sedih dan kesal.


Tiba-tiba terdengar suara menggema di telinga Lucia,


...Siiiing.......


...Suara seorang wanita....


...°Sekarang... Jam tiga sore , Di hutan Bambu.°...


...°Demi menjaga Bumi.°...


Dan kemudian hening.


" Tapi dia baik atau jahat?" Lucia bertanya-tanya. " Lupakan Robert! Pokoknya pergi dulu! Mana bisa tahu dia baik atau jahat? Mimpi atau nyata!!"


" Dan yang terpenting adalah mandi dulu." Ujar Lucia bersemangat.


Lucia sudah siap dengan baju bersih , scarf maroon, juga celana panjangnya.


" Hutan Bambu itu.. Sepertinya ada di sebelah selatan." Lucia berjalan cepat menuju stasiun.

__ADS_1


" Sepertinya aku harus naik kereta ini ,untuk sampai ke sana." Gumam Lucia memandang papan informasi di peron stasiun.


Kemudian membeli tiket , memakai uang yang di tinggalkan Robert untuknya. Lucia naik ke dalam kereta.


Tidak lama, Kereta pun jalan.


...Tuuuuuuut........


...Jes..Jes..gjes...gjes.....


Kereta melaju cepat. Pemandangan kota di kanan kiri jendela, berganti menjadi pepohonan hijau yang asri.


Setelah melewati lorong gelap, Lucia melihat papan stasiun Hutan Bambu. kereta pun berhenti.


Lucia turun dari kereta dan keluar dari stasiun.


" Akhirnya , sampai juga di hutan bambu. Tapi aku harus ke arah mana ya?" Gumam Lucia mencari-cari papan petunjuk jalan.


Stasiun itu sangat kecil, keluar pintu stasiun , Lucia menemukan papan petunjuk arah jalan.


Belok kanan menuju pedesaan. Belok ke kiri ke hutan bambu.


Lucia menatap papan jalan tersebut dan belok ke kiri , menuju hutan bambu.


Pohon-pohon yang tinggi menyambut Lucia, dengan hembusan angin yang membawa wangi dedaunan yang segar.


Terus berjalan memasuki hutan yang rindang dengan pohon bambu di kanan kirinya .


Yang terdengar hanya suara ranting dan daun-daun kering yang terinjak langkah kaki Lucia.


Setelah 2 jam perjalanan , Lucia merasa masuk hutan terlalu jauh.


Hutan tersebut semakin gelap dan terasa mencekam.


Di kanan kirinya ,bambu terlihat sama. Bahkan Lucia tidak tahu jalan untuk pulang.


Lucia terus berjalan lurus ke depan, hanya saja jalanan dan pepohonan yang sama membuat Lucia bingung.


" Dimana dia?" Gumam Lucia bertanya-tanya. Lucia melihat jam tangan nya,pukul tiga tepat.


Lucia kembali melangkahkan kakinya, dan tiba-tiba sesuatu melewatinya dengan cepat.


" Hah?!!" Teriak kaget Lucia. Bayangan itu kembali melewati Lucia.


Bayangan itu berhenti dan terpaku menatap Lucia.

__ADS_1


..." Ka..kamu itu ..."...


..." Oh... kamu itu ..kan..."...


Lucia membelalakkan matanya dan menutup mulutnya ,terkejut.


..." Tolong aku.."...


Wajah Lucia memucat , menatap bayangan itu . " Kamu itu ..kan..."


" Kamu! Kamu bisa melihatku kan?


Tolong... tolong aku..." Seru bayangan tersebut.


" Oh , tunggu dulu! Apa kamu hantu? Akan ku bacakan do'a agar arwahmu tenang! Tenang saja!" Ujar Lucia ,hendak membacakan do'a.


" Aku..aku masih hidup! Tolong gali tanah ini . Tolong selamatkan aku.. Tolonglah aku..." Mohon bayangan itu yang kemudian menghilang ke dalam tanah.


Lucia menatap tanah di depan nya. Tempat roh itu menghilang.


" Sepertinya dia jujur" Pikir Lucia memberanikan diri.


" Baiklah ! Kamu tenang saja. aku akan menggali tanah ini ,dan menemukan dirimu. Tunggu saja!"


Teriak Lucia pada tanah di depan nya.


Lucia mencari-cari bambu untuk menggali tanah, dan menemukan bambu yang tepat untuknya menggali.


..." Hiaaaat..."...


Lucia tiba-tiba berhenti dan teringat betapa bahayanya apabila bambunya mengenai orang yang hendak ia selamatkan. Dan mengurung niatnya.


" Eh..iya..ya... Kalau dia benar adalah manusia, bisa-bisa terluka kena bambu ku. Bisa tambah parah nanti! "


Ucap Lucia berbicara kepada dirinya sendiri.


..." Terpaksa aku menggali pakai tangan!"...


...Ucap Lucia penuh tekad....


...Sruk......


...Sruk......


...Sruk......

__ADS_1


...To be continued......


__ADS_2