
...~Chapter20~...
.
Srrrsh........
.
Srrsh .....
.
Angin yang berhembus meniup pohon-pohon yang kemudian berbunyi gemerisik.
Angin yang berhembus menggoyangkan rerumputan di siang ataupun sore hari.
Saat aku duduk menikmati langit di kala senja,
Sendiri merasakan lembutnya angin yang membelai rambutku , ataupun meniupkan dengan keras wajahku dengan wangi rerumputan.
Aku sering merasakan seseorang yang memperhatikanku, Kala aku duduk sendiri menatap langit.
Atau aku melihat sesuatu di ujung rerumputan saat angin kencang bertiup.
Suatu hari ,sebuah bayangan mengagetkanku.
.
Srrsh....
.
Saat angin kencang bertiup , aku melihat seorang anak laki-laki dengan mantel panjang.
Aku terkejut.
Aku mengusap-usap kedua belah mataku, tapi pemandangan itu semakin jelas.
Aku yakin, yang aku lihat itu adalah seorang anak laki-laki dengan mantel panjang dan rambut putih panjangnya tertiup angin.
Tapi, anak laki-laki itu selalu menghilang saat angin berhenti berhembus.
Jantungku berdegup kencang karena takut,
kalau mimpi pun, tidak mungkin sejelas itu.
Bahkan sampai bertatapan mata dengannya.
Hanya saja...Ia menatap dengan matanya yang hampa.
Dan kemudian , lagi-lagi ia hilang di saat angin berhenti berhembus.
.
walaupun misterius, tapi lama kelamaan membuat perasaan resah bila tidak melihatnya.
Aku kembali ke rumah,
dan saat malam tiba,
aku memejamkan mataku.
Zraaats...!!!!
Sebilah pedang menusuk leher ayah dari belakang. Darah ayah menyembur keluar dari belakang lehernya. Dan ayah yang pucat ,terlihat kaget dan tidak bisa berbuat apapun ,lalu terkapar di tanah.
__ADS_1
"Ayah!!!!" Teriakku, tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutku.
"Hohohohoho.... Aku tidak percaya semudah ini membunuhnya!" Tawa seorang perempuan berkuncir dua dengan tanda segitiga di pipinya.
Tawanya menggema dalam kepalaku.
"Hah!!!!"
Aku terbangun dan terengah-engah ketakutan, aku segera melihat ke kanan dan kiri ku. Ayah dan ibu masih di sampingku. " Huft... hanya mimpi?!" Ucapku lega sekaligus bertanya-tanya.
Semoga mimpi tadi tidak jadi kenyataan.
Aku melanjutkan tidurku.
Kusilangkan lengan ayah dan ibuku di atasku. Nyaman.
Tapi antara sadar dan tidak, aku melihat kobaran api.
Ada apa itu?
Tanyaku dalam hati. Sekilas aku melihat wanita berkuncir dua dalam mimpiku dengan tanda segitiga di pipinya terlihat marah.
Aku tidak terbangun, ini hanya mimpi bukan?
Sekonyong-konyong terdengar suara Ayah, " Kami tidak akan mengganggu tuan Sky! Percayalah!"
" Cih! Kalian harus di musnahkan! Itu adalah perintah tuan Sky!" Jawab suara asing.
" Caolin! Tolonglah!! Lepaskan kami! Kami telah memusnahkan kekuatan kami demi tuan Sky, apa itu tidak cukup?!" Teriak ibu dengan suara putus asa.
" Hahahahha bodoh! Kalian suku api akan membahayakan kedudukan tuan Sky!!" Ucap suara asing itu .
Aku hanya melihatnya samar, entah kenapa aku merasa tidak sadar.
Aku hanya mendengar gaungan dan bisikan ayah dan ibu.
Aaaghh!!!!
Kyaaaaa!!!!
.
Srrsh.....
Api yang berkobar melanda desa suku api. membumi hanguskan segalanya. Baik rumah, harta , dan jiwa seluruh suku api. Tiada yang tersisa lagi.
" Ayo! Gorgonie, Nakant...Kita harus merayakan ini!!!"
" Ahhahahha... Warga api yang bodoh itu telah menjadi abu!"
Syuuu.....
Angin kencang berhembus.
Aku merasakan ada seseorang yang memintaku untuk membuka mataku.
Siapa...?
Aku di mana?
" Lihat , buka matamu." Ucap suara ibu.
Ibu?! Ini apa?
Aku melihat sebuah tongkat bola kaca ,yang berisi api yang menyala didalam nya.
__ADS_1
" Jaga hatimu ,dan jaga bumi ini. Bantu manusia." Ucap ibu dengan suara lembutnya.
Dan sekali lagi aku melihat sosok laki-laki yang sepertinya aku sering melihatnya.
Rambutnya yang berwarna putih , dan mata hampa nya. Hanya saja ia terlihat telah dewasa.
*Dia...ada apa?
" Nak..."
Suara ibu memanggil.
"Havana...."
" Api..."
Dan setelah itu,suara ibu tiba-tiba saja menghilang.
Aku tidak mengerti.
Gumamku.
Dan aku terbangun.
" Aku dimana? Ibu..?" Aku mencoba menemukan kesadaran ku dan membuka mataku.
Suara berisik di depan menggangguku.
" Nama saya Havana, saya kenal dengan anak itu pak! Dia adalah anak kakak saya, Athena!" Teriak seorang perempuan .
" Hah, mengganggu! Nanti saja!" ucap petugas dingin.
" Pak?!!!Tolong dengarkan saya!"
Teriak perempuan itu memaksa.
" Baiklah kalau begitu anak itu saya serahkan kepada ibu Havana sepenuhnya ya?!" Ucap petugas penyelamat.
" Oh... terimakasih atas bantuan bapak." Jawab Havana dengan gembira.
Dan sepertinya.. Havana adalah seorang ibu yang baik hati.
" Georgia...aku bawakan makan malam nih.." Ucap Havana dengan riang gembira.
Ia selalu membawa suasana hangat disetiap kemunculannya.
Dia begitu tulus.
...*****...
Suatu hari,
Havana memberiku semacam tongkat kecil dengan bola hitam , pada hari ulang tahunku.
" Happy birthday Georgia!" Ucapnya gembira.
Aku terkejut, tongkat yang di berikan Havana padaku persis seperti bayangan mimpiku waktu itu.
Hanya,bola yang ini berwarna hitam.
Di mimpiku,
bola itu berisikan api yang menyala terang.
...🔥...
__ADS_1
To be continued....