Si Nona Tomboy

Si Nona Tomboy
APA HUBUNGAN MEREKA


__ADS_3

Febby asik menggerakkan tubuhnya menikmati alunan bunyi benda dihadapannya.


Dum tak dum dum prang


Begitu mungkin bunyi, yang menggema di seluruh sudut ruangan itu.


Dengan lihai ia memukulkan stik dikedua tangannya pada alat-alat drum dihadapannya layaknya seorang drumer sejati. Tubuhnya bergerak mengikuti bunyi yang ditimbulkan. Keringatnya berkucuran tanpa ragu, membasahi dari ujung kepala hingga seluruh tubuhnya.


Rangga masuk keruangan dimana Febby berada saat ini. Cowok itu melototi Febby, ia menunjuk jam kecil dipergelangan tangannya dan mengarahkannya kepada cewek itu seolah meng'kode' gadis itu agar berhenti, time is over.


Febby yang melihat kakaknya melotot malah meringis, terkekeh, walaupun tidak terdengar karena alunan drum yang ia pukul tapi Rangga masih bisa melihatnya. Dan cowok itu menggeleng lalu menunjuk jari telunjuk nya kearah jam yang melingkar dipergelangan tangannya untuk yang kesekian kali. Yap, sudah berkali-kali Rangga melakukan itu tapi cewek tomboy itu masih saja enggan untuk berhenti.


Karena merasa Rangga mulai kesal akhirnya dia menghentikan kegiatannya.


Napas Febby terengah-engah seperti orang yang berlari maraton. Rangga menutup telinganya dengan kedua tangannya karena sebelum berhenti, gadis itu memukul salah satu alat itu dengan keras.


Febby bersorak girang dan bertepuk tangan. Seolah memberi pujian pada dirinya sendiri. Rangga memutar bola matanya jengah.


"Udah dua jam Fe. Lo gak capek apa??"


Febby masih mengatur napasnya. Cewek itu mengangkat bokongnya dari singgahsana nya tadi menuju tempat Rangga berdiri.


"Capek uey. Makan yuk laper" Febby menggandeng lengan kekar milik Rangga.


Mereka berjalan keluar dari ruangan itu.


"Makan sih makan gak usah nempel-nempel gitu juga kali, ihh. Bau kringet" Rangga menjauhkan lengan cewek itu dari tubuhnya.

__ADS_1


"Masa sihh.. enggak ahh, wangi kok" Febby malah mengelap keringat yang dipelipisnya dengan menggosokkan pada baju Rangga.


"Iyuuhhh" Rangga bergidik jijik. Cewek itu malah asik terkekeh.


DEG


Saat Ryan baru saja menutup pintu. Kedua bola matanya membulat melihat dua orang yang keluar dari ruangan sebelahnya, berjalan dengan begitu mesra kearah dirinya berdiri.


"Bukannya cowok itu... si Rangga temennya Auntie Melisa, terus, kok bisa bareng sama si cewek tomboy" batin Ryan.


Saat mereka mulai mendekat Ryan segera membalikkan badan kearah pintu seolah akan masuk keruangan nya lagi agar dua orang itu tidak menyadari keberadaannya.


Ryan melirik mereka dengan ujung matanya setelah Rangga dan Febby agak menjauh Ryan segera membalikkan badannya kembali kearah exit door yang juga dua orang itu lalui.


"Ada hubungan apa mereka berdua? . Apa mungkin mereka pacaran" Ryan bergumam pada dirinya sendiri.


Ryan menyadari kalau tingkahnya aneh. Ia melihat tubuhnya sendiri yang membungkuk, lucu.


"Ehmm hemm" dehemnya untuk dirinya sendiri. Ia segera berdiri tegak lalu membenarkan kaosnya yang sedikit berantakan akibat posisi membungkuk nya tadi.


"Yang bener aja. Gue kan anak ahli waris pengusaha kaya. Ngapain gue ngendap-endap gini kaya orang mau maling" monolognya lagi.


Kemudian ia celingak-celinguk melihat sekitarnya "semoga gak ada yang liat" batinnya. Mahu ditaro dimana mukanya kalau sampai teman-teman nya yang hobinya gosip itu sampai tahu. Seorang Ryan Handoko ahli waris 'H' group mengendap-endap seperti maling hanya karena membuntuti seseorang. Persis seorang penguntit. Untung saja teman-teman nya tidak mengikutinya keluar tadi batinnya lega.


Di area parkir


Febby sudah duduk diatas motornya dan tengah meminum air mineral yang diberi oleh Rangga tadi.

__ADS_1


"Kayaknya gak mungkin makan diluar deh. Baju lo kena keringet semua gitu. Balik aja deh, makan dirumah" Rangga memberikan helm kepada Febby. Cewek itu mengangguk tanpa menjawab Karena dimulutnya penuh dengan air. Lalu menukar helm di tangan Rangga dengan botol mineral yang ada ditangannya kemudian memakainya.


Rangga mengeluarkan jaket kulit milik Febby dari dalam mobilnya yang memang sengaja disiapkan oleh cewek itu pagi tadi. Mengingat kalau Febby hanya memakai kaos ketat yang membalut tubuhnya.


Rangga membantunya memakai jaket itu dan mengaitkan resleting nya bagian depan.


Febby membuka kaca helmnya "Lo ikut gue balik kan?" Tanyanya. Mungkin saja kan cowok itu punya jadwal lain hari ini selain menemani bocah tomboy itu.


Rangga mengangguk "tenang aja. Gue dibelakang lo"


Merekapun menstarter kendaraan mereka masing-masing kemudian melaju menuju rumah Febby.


Back to Ryan


Ryan heran pada dirinya sendiri. Bisa-bisanya ia mengendap-endap seperti maling, padahal sebelumnya ia tidak pernah seperti itu. Ia segera tersadar dan mengingat kalau Auntie nya sudah menunggu nya dirumah. Dengan tergesa-gesa ia keluar dari tempat itu menuju mobil nya terparkir. Ditekannya tombol dari kunci pintarnya guna mengunlock mobil itu.


Ryan sudah memegang pintu mobilnya dan bersiap masuk tapi dia ingat tadi dia tidak tahu tempat apa yang ia datangi. Lalu matanya tertuju pada papan nama yang tertera di depan bangunan itu. Terlihat disana bertuliskan 'RANGGA RENTAL STUDIO'. Matanya membulat seketika, ahh sial bahkan dia tidak tahu kalau nama cowok itu yang tertera disana alias pemilik tempat itu.


Tanpa menunggu lagi ia segera melajukan mobilnya untuk pulang. Melisa sudah menunggu dirumah dan mungkin tengah menggerutu saat ini. Ia tahu betul Auntie nya itu sangat perhitungan terhadap waktu, apalagi Melisa sangat paham dengan jadwal kegiatan keponakannya, kapan Ryan akan kuliah dan pukul berapa anak itu keluar dari kelasnya.


To be continue...


🐞huuuuhft udah berasa kaya sutradara sinetron aku tuhh... 😀


Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya. Author gak minta uang kok. Dikasih like sama koment juga udah seneng. Biar tambah semangat nulisnya. Buat yang minta crazy up mohon maap sekali ya. Saat ini belum bisa. Untuk nulis satu episode saja butuh waktu berjam-jam. Soalnya akyunya kerja, jadi nulisnya dicicil.


Thanks _salam author

__ADS_1


__ADS_2