Si Nona Tomboy

Si Nona Tomboy
Tanda Tanya (?)


__ADS_3

Saat ini tepat pukul 9 malam.


"Kamu nggak apa-apa kan Fe, jam segini baru nyampe rumah?" Tanya Rizal ketika mereka telah berada di depan rumah gadis tomboy itu.


Baru saja Rizal mengendarai motor nya dengan fokus tanpa banyak bicara, sebab ia takut, jikalau Febby akan dicari oleh orang rumah.


Beruntung jalanan tidak terlalu macet saat ini, jadi hanya butuh setengah jam saja mereka telah sampai.


Febby tengah melepas helm yang dia pakai.


"Kamu nggak di cariin sama orang rumah kan Fe, kalo jam segini baru balik?" Tanya nya lagi, sebab cowok itu tak kunjung mendapatkan jawaban dari Febby.


"Nggak lah, siapa juga yang mau nyariin aku" jawab Febby cepat sembari tersenyum.


Senyum yang sulit untuk diungkapkan sebagai rasa apa. Febby ingat betul, maminya itu selalu pulang ketika dirinya telah tertidur. Dan hal itu selalu menjadi tanda tanya bagi Febby hingga saat ini.


Cewek itu memberikan helmnya kepada Rizal.


"Thanks ya, udah dianterin, oiya makasih traktirannya juga."


"Sama-sama. Masuk gih!" Titah Rizal, lembut.


"Oke. Bye. Hati-hati ya" Febby melembaikan tangan sebelum memasuki area rumahnya setelah Mang Udin membuka pintu gerbang untuk cewek itu.


Sedangkan Rizal mengangguk dan membalas lambaian tangan cewek itu.

__ADS_1


Sunyi.


Rizal tersenyum sumringah.


Senang, pasti.


Bagaimana tidak. Gadis yang selama ini berada dalam angan-angan nya, kini telah menjadi nyata. Mimpinya untuk menggapai gadis itu menjadi semakin dekat.


Ya. Harapnya dalam hati.


Saat Rizal berbalik badan, hendak menaiki sepeda motornya, dia melihat seorang laki-laki muda dengan bersedekap dada berjalan perlahan menghampiri nya.


"Jadi elo yang bikin Febby semakin aneh akhir-akhir ini" perkataan lelaki itu, yang sontak membuat senyum sumringah Rizal luntur seketika.


"Jauhi Febby!! " kali ini perkataan lelaki itu mampu membulatkan bola mata Rizal.


Pagi harinya.


Febby menuruni anak tangga dengan wajah kusut dan kesal pasalnya gadis tomboy itu tidak menemukan tas dan juga handphone nya didalam kamar.


Dia ingat betul, malam tadi ia menaruh hp dan juga tasnya diatas kasur, tetapi saat dirinya hendak memeriksa kembali buku-buku yang akan ia bawa kekampus hari ini, Febby tidak menemukan tas dan juga hp miliknya diatas kasur.


Hingga akhirnya ia memilih turun dan bertanya kepada bik Inah saja. Siapa tahu, beliau yang mengambil nya.


"Bi... bibik liat tas sama hp aku nggak?" Teriak Febby sembari menuruni anak tangga.

__ADS_1


"Loh sayang, udah bangun?"


Deg


Deg


Bukan suara bik Inah yang Febby dengar.


Cewek itu berhenti dan ketika ia mendapati siapa yang menjawab.


Bola matanya membulat, ia ingin senang dan ingin kesal secara bersamaan.


"Ayo sayang sini, sarapan dulu, udah ditungguin loh dari tadi sama...."


Bersambung


🐞


Author balik lagi guys. Maaf yea lama pake bingit up date nya yaaaa.


Pelan pelan aja ya yang penting update. Heee


Bikin tema buat part selanjutnya tuh udah kayak mikir tugas negara,,, susahnya setengah mati. Apalagi kalo hawa hawanya capek, duh bener-bener dah.


Siapa yang disini kerjanya sama kayak aku, sebagai TKI di luar Negeri?? 😊

__ADS_1


aku Lagi persiapan buat balik kampung 2 minggu lagi, minta doanya semoga selamat sampai tujuan. Aminn


Semoga dirumah lebih banyak inspirasi jadi bisa slesein ini tulisan, se 'nggaknya update nya nggak ngarat 😄... jadi curhat deh akunya.


__ADS_2