
KECEWA
"hallo mam"
"hallo sayang, Ryan udah jemput kamu kan?. Mami udah masakin buat kalian berdua nih, mami tunggu ya!"
panggilan pun terputus, begitulah kalimat yang terdengar oleh Febby dari ujung ponselnya.
Dirinya senang dan terheran secara bersamaan.
Ia senang akhirnya Mami Siena ada dirumah disaat makan siang, dan yang membuatnya terheran, mengapa harus Ryan yang di sambut oleh wanita paruh baya tersebut, dari sekian banyak orang yang pernah mendekati Febby.
"sory Zal, gue... harus balik sama dia" terpaksa ucapan itu Febby lontarkan.
Berkali-kali Febby mengusak tengkuknya akibat canggung yang ia amat rasakan saat ini.
Padahal Rizal sudah bersiap dengan sepeda motornya untuk mengantar gadis tomboy itu pulang, terlebih cowok itu sudah membayangkan kemana mereka akan pergi saat ini, sesuai janji yang Rizal ucapkan bahwa ia akan membawa Febby ketempat yang akan membuat gadis itu mendapatkan inspirasi untuk tugas desain miliknya.
Senyum licik merekah dibibir Ryan begitu mendengar kalau gadis pujaannya itu akan tetap pulang bersamanya, meski awaknya kesal ketika mendapati Febby akan pergi bersama cowok miskin itu (Rizal).
Tentu berbeda dengan Ryan, Rizal Fauzi justru menyimpan kecewa didalam hatinya. Terbukti dari sorot bola matanya yang meredup dan otot tubuhnya yang menegang, serasa panas menyelimuti tubuhnya.
__ADS_1
Ia bahkan tidak menyangka, ini akan terjadi saat ini.
Dulu Rizal pernah membayangkan atau bertanya-tanya, siapakah yang akan Febby pilih diantara dirinya dengan cowok menyebalkan didepannya itu. Dan kini terjawab sudah bahwa Febby lebih memilih si Ryan dengan mobil mewahnya dari pada dirinya yang hanya bermodal motor bebek butut.
"its ok. Hati-hati ya" jawab Rizal singkat dengan senyum yang dipaksakan.
"sory ya" Febby menepuk lengan Rizal dengan penuh rasa bersalah. Mahu bagaimana lagi, jika bukan telepon dari sang mami yang menunggunya dan cowok tak tahu malu itu, mana mahu Febby pulang dengan Ryan, bahkan dia pun sudah berniat menghindari cowok itu.
Akhirnya Febby melenggang masuk kedalam mobil milik Ryan dengan rasa terpaksa, meninggalkan kecewa dihati Rizal.
Hanya lengang yang terjadi diantara Ryan dan juga Febby selama dalam perjalanan.
Gadis itu kesal, mengapa ia harus diposisi yang sangat tidak ia inginkan.
'Brak' suara bantingan keras saat Febby menutup pintu mobil mewah milik Ryan, segera ia berlari masuk kedalam rumahnya.
Bukannya marah saat pintu mobil miliknya di banting, Ryan justru tersenyum geli melihat tingkat lucu Febby.
"kayak anak kecil kamu Fe" batin cowok itu.
"eh,,, sayang udah nyampe, sini duduk, mami udah siapin makan siang buat kalian" sambutan dari Mami Siena ketika beliau mendengar suara langkah kaki yang memasuki rumahnya, dan benar saja yang dilihatnya itu anak semata wayang nya dan disusul oleh Ryan.
__ADS_1
"nak Ryan juga ayok sini, ikutan makan"
"makasih tante"
Ini merupakan point kemenangan bagi Ryan. Hati ibunya dulu yang ia rayu, pasti anaknya pun akan mau, begitu pikir Ryan.
Merekapun makan bersama, pastinya Mami Siena dengan antusias nya bertanya banyak hal kepada mereka berdua, atau lebih tepatnya Ryan.
Sebab cowok itu yang lebih banyak menjawab pertanyaan dari Mami Siena, karena Febby sangat malas untuk menjawab berbagai pertanyaan dari maminya yang tidak penting baginya.
Mami Siena terus saja bertanya, kegiatan apa saja yang Ryan lakukan di hari ini.
Tiba-tiba ditengah acara makan siang mereka bertiga ada seorang laki-laki tampan yang masuk keruang makan yang membuat Febby terkejut.
***
Hayo tebak siapa yang tiba-tiba dateng guys??
🐞maapkeun author guys yang updatenya lama.
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
__ADS_1
Please kasih like sebanyak mungkin.
See you next part.