
COWOK MISKIN
Degup jantungnya tak beraturan, senyuman terus saja menghiasi bibirnya yang seksi itu.
Sembari bersiap mengambil sepeda motornya, Rizal mulai menghayal akan kemana dirinya membawa Febby nanti.
Masih belum percaya jika ia akan menjadi sedekat ini dengan gadis yang ia kagumi sejak bertahun-tahun yang lalu. Tepat nya sejak mereka masih dibangku SMA itu.
Rizal mengusak rambutnya hingga tengkuk miliknya, berharap rasa gugup yang dia rasakan akan berkurang.
"ayuk"
Rizal menghampiri Febby yang tengah menunggunya didepan gerbang. Cowok itu memberikan helm kepada Febby agar gadis itu lebih aman dalam perjalanan mereka nanti.
"kita mau kemana?" Tanya Febby yang masih mengaitkan helm miliknya. Penasaran gadis itu, akan dibawa kemana ia oleh cowok hitam manis yang tengah bersamanya ini.
"ke suatu tempat. Kamu pasti suka"
Febby mengernyitkan keningnya. Ke tempat yang ia suka? Memangnya dimana?
Gadis tomboy itu menurut saja lah daripada bertemu dan pulang dengan si cowok bernama Ryan Handoko, lebih baik dirinya bersama dengan Rizal saja untuk hari ini.
Febby sudah siap dengan helmnya, Rizal pun mulai menstarter sepeda motornya itu. Ini akan menjadi yang ke dua kalinya Rizal membonceng gadis tomboy itu dengan motor miliknya. Entah kapan lagi kesempatan ini akan datang lagi. Ia berharap kedekatan mereka akan terus berlanjut dengan cerita selanjutnya. Yang pasti ke arah yang lebih dekat dari pada hanya sekedar berteman,yah kalian tahu lah.
Febby sudah bersiap akan naik ke motor Rizal dan membonceng cowok itu.
"mau kemana kamu Fe?"
__ADS_1
Deg
Netra hitam milik Febby membulat, tiba-tiba lengannya di cekal erat oleh seseorang, saat ia sudah mengangkat sebelah kakinya untuk duduk di jok belakang Rizal.
Tak kalah terkejutnya Rizal pun sama. Gagal sudah khayalan yang ia miliki sejak tadi. Ia ingin Febby menikmati waktu bersama dengan dirinya dan melihat gadis itu tersenyum, dan yang pasti membuat Febby mendapatkan inspirasi nya untuk membuat sketsa tugas semesternya nanti. Tetapi sia-sia sudah angan yang sempat Rizal impikan, mereka kurang cepat bergerak.
Oh bukan mereka, tapi Rizal lah yang kurang gerak cepat. Jika saja ia mengajak gadis itu dari beberapa menit yang lalu pasti akan berbeda ceritanya dengan saat ini.
"bukan urusan elo" karena Febby terus saja terdiam. Akhirnya Rizal balik mencekal lengan Ryan yang sedang mencekeram tangan Febby dan berusaha menepisnya tanpa menyakiti gadis tomboy itu.
Kedua bola mata Ryan melotot, kesal. Berani sekali cowok miskin itu menyentuhnya, tidak cukup apa? Ia merebut perhatian Febby darinya bahkan sekarang dia berani menyentuh tubuhnya yang mulus itu, batin Ryan.
"lepas!!" ucap Ryan dengan tegas. Cowok itu mulai geram, sudah.
"elo yang lepas. Elo mau apa?" balas Rizal santai. Jelas-jelas dirinya lah yang lebih dulu akan membawa Febby pergi.
"kamu mau kemana Fe, sama dia? Aku jemput kamu pulang. Ayuk" masih menggenggam lengan gadis itu.
"Nggak ah, ngapain gue harus balik sama elo, minggir" Febby mencoba menepis genggaman tangan si cowok tidak tahu malu itu, namun apa daya, tenaganya kalah kuat darinya.
"eh, elo nggak denger kalo dia nggak mau?" Jemari Rizal yang awalnya mencekal lengan Ryan kini naik menuju kerah kemeja milik Ryan.
"oh iya?? lihat aja, siapa yang bakalan dia pilih" dengan percaya dirinya, Ryan menjawab.
Ring.... Ring... Ring....
Tiba-tiba keriuhan mereka bertiga terhenti oleh bunyi handphone milik Febby. Dan itu, otomatis membuat Ryan melepas genggaman nya pada lengan gadis itu.
__ADS_1
Seolah tahu siapa yang menelepon gadis pujaannya itu, Ryan tersenyum tipis namun tetap terlihat oleh Rizal yang tak henti menatap nya lamat-lamat.
Febby segera menggeser tombol hijau pada layar ponselnya ketika ia melihat nama 'mami calling' lalu menempel kan layar ponselnya pada telinga kanan.
Terdengar suara mami Siena disebrang sana mengucap hallo.
"Hallo mam, ada apa?"
"................." panjang lebar ucap mami Siena disebrang sana, hingga membuat Febby sedikit melongo dan bola matanya bergerak perlahan menatap cowok yang sangat ia tidak inginkan kehadirannya yaitu Ryan.
Berakhir lah telepon dari maminya itu, tak lupa ia masukan lagi ponselnya kedalam kantong saku celananya itu.
Lalu berkata "sory Zal, gue... balik sama dia..."
***
Eaaaaakkkk,, giliran di Rizal kan yang kalah dari Ryan. Hehe
Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin.
Selamat hari raya idul fitri ya guys.
*Rizal sama Ryan. Kalo aku bikin part mereka barengan tuh susah manggilnya.
Gimana kalo Rizal ganti pake Fauzi aja nama panjang dia kan (syah rizal fauzi) tuh.
Ada yang setuju nggak nih.??? Please komen dibawah kalo kalian punya pendapat. Thankyou 😘
__ADS_1