Si Nona Tomboy

Si Nona Tomboy
GUE NGGAK SUKA COWOK


__ADS_3

Febby semakin gelisah ketika kedua maniknya bertemu dengan manik cowok tampan yang menatap nya dari kejauhan. Apalagi derap langkah cowok itu dan kedua temannya yang semakin jelas terdengar. Pertanda jika mereka semakin dekat dengan dirinya.


Febby sangat tidak ingin bertemu dengan cowok itu.


Selain tidak tahu harus berbuat apa, juga dirinya semakin merasa terganggu dengan kehadiran Ryan yang setiap hari menerornya. Dengan banyak pesan chat maupun teleponnya melalui WhatsApp. Yang selalu saja menanyakan sesuatu hal yang tidak penting bagi Febby.


Meskipun tidak pernah mendapat respon darinya tetapi cowok yang saat ini menjadi gandrungan hampir semua para gadis dikampusnya itu, belum juga menyerah terhadap cewek tomboy yang sudah memasuki relung hatinya sejak malam pesta waktu itu.


Dia sudah tidak peduli dengan apapun yang menjadi penghalangnya. Dirinya sudah tidak ingin berbasa-basi.


Ya. Tekadnya sudah bulat. Dia akan menyatakan perasaan nya langsung kepada cewek tomboy itu.


Lagi-lagi Febby seolah ingin bersembunyi dari hadapan dunia.


Ingin rasanya ia kembali menjadi gadis yang tidak akan pernah ada cowok yang mendekatinya. Seperti saat pertama kali dirinya merubah penampilannya dari seorang gadis feminim menjadi seorang Febby yang setomboy saat ini. Kala itu___dunia seakan menghujatnya secara bersamaan.


Tidak ingin menunggu lama Febby segera meraih lengan Laras, sama seperti ketika Ryan menghampirinya saat mengajak Febby berkenalan.


"E_ ehh. Fe mau kemana sihh, bentar dong... " Laras sedikit terperanjat saat lengannya ditarik paksa oleh Febby.


Laras berjalan terseok-seok mengikuti langkah sahabatnya.


"Bentar Fe. Kita mau keman...." ucapannya terhenti ketika dia menyadari keberadaan Ryan yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk kantin.


Febby terus berjalan melewati Ryan dengan masih menarik lengan Laras, tanpa melirik keberadaan Ryan and friends sedikit pun.


"Duh Fe... pelan pelan dong jalannya" saking cepatnya cewek tomboy itu berjalan Laras yang notabenya lebih suka mengenakan wedges, hampir saja terjungkal saat harus mengimbangi langkah Febby dan juga wedgesnya secara bersamaan.


Febby diam, tidak ada sepatah jawaban pun dari bibir mungilnya.


"Ya elah Fe... Tega banget si elo sama gue. Nggak liat apa sendal gue tinggi gini. Entar kalo jatoh gimana coba?. Jadi bahan ketawaan penghuni kampus gue. Udah kayak suami istri yang lagi berantem pulak, pake main kabur-kaburan tiap kali ketemu" gerutu Laras mulai kesal.


Febby masih diam, dan tidak menjawab.


Tentu saja dia kesal. Sebab setiap kali sahabatnya kabur malah dirinya yang kena imbasnya. Seperti yang saat ini dirinya rasakan.

__ADS_1


Febby menghentikan langkahnya.


Itu, bukan karena ucapan yang baru saja Laras lontarkan, tetapi karena Febby merasa ada seseorang yang memegang lengan sebelah kanan Febby.


Otomatis Febby melepaskan cengkeraman pada lengan Laras dan berbalik melihat lengannya sendiri yang di pegang oleh seseorang... Setelah menatap lengannya sendiri yang digenggam oleh seseorang itu_ dalam satu gerakan kedua bola matanya menatap siapa gerangan sipemilik lengan kekar tersebut yang telah membuatnya berhenti berjalan.


Dirinya sedikit terperanjat, tidak menyangka sama sekali. Cewek tomboy itu berfikir cowok yang bernama Ryan itu tidak akan peduli dengan dirinya yang segera berlalu meninggalkan kantin. Namun nyatanya Ryan malah mengejarnya dan bahkan dengan berani menggenggam lengan Febby, sehingga membuatnya mahu tidak mahu harus berhenti melangkah.


Febby mencoba menepis genggaman cowok itu dari lengannya. Namun gagal, malah semakin erat Ryan menggenggam tangan Febby.


"Mau elo apa sih sebenernya. Ngikutin gue mulu?? minggir" lagi lagi Febby gagal menepis genggaman Ryan.


Kini justru Ryan menggapai kedua telapak tangan Febby dan memegangnya erat.


"Ihh apa apa_an sih" Febby sedikit terperanjat dan menghenyakkan tangannya sendiri agar terlepas dari genggaman cowok didepannya, dan berhasil.


Namun Ryan kembali meraih kedua tangan Febby dan menggenggamnya erat lalu berkata "Febby Angela dengerin aku ngmong" sebutan gue sudah Ryan ganti dengan aku, cowok itu bernapas sejenak lalu berkata "Aku-suka-sama kamu " yang tentu saja membuat Febby terkejut


Febby kembali menghenyakkan genggaman Ryan dan terlepas. "Hah. Gila apa nih cowok" batin Febby dirinya menyapukan pandangannya kesekililingnya. Seketika kedua mata Febby mendelik.


Ada pula yang sengaja keluar karena mendengar keributan dari mulut mahasiswa lainnya.


Febby melihat Larasati yang berada disampingnya pun ikut terkejut mendengar pengakuan Ryan kepada sahabatnya. "Secepat ini kah??" Batin Laras. Padahal Febby belum membuka sedikitpun celah dihatinya untuk cowok itu.


"Dengerin semuanya... kalian semua jadi saksi. Hari ini gue ngungkapin perasaan gue. Gue suka sama Febby" teriak Ryan dengan suara lantang.


Kini Ryan meraih kedua bahu Febby sehingga cewek tomboy yang masih terkejut dengan ucapan Ryan yang baru saja dilontarkan itu, menatap Ryan dengan bola matanya yang membesar.


Febby masih diam.


"Mereka semua jadi saksi Fe. Gue suka sama elo... gue mau elo jadi pacar gue"


"Kenapa?? Kenapa lo suka sama gue?"


"Karna itu elo" balasnya cepat. Dan terdengar ambigu.

__ADS_1


Febby jadi teringat video yang sempat Ryan kirim kepadanya. Video ketika dirinya menabrak Ryan di ballroom hotel pada pesta waktu itu. Apa mungkin Ryan menyukainya karena yang dia tahu adalah sosok Febby yang anggun dan feminim.


Febby menepis kedua tangannya Ryan dari bahunya.


Dia menggeleng kuat dan bicara dalam hatinya "Enggak. Dia nggak mungkin suka sama gue yang sekarang. Pasti dia suka Febby yang dipesta waktu itu" batinnya menolak kuat kuat apa yang dia dengar. Meskipun kini banyak pasang telinga yang menjadi saksi ucapan cowok itu.


Tetapi mereka baru saja mengenal. Apakah secepat itu??


Tidak hilang akal dia berkata.


"Elo salah... gue... gue nggak suka sama cowok. Emang elo nggak pernah denger kalo gue itu sukanya sama cewek" ucapnya sedikit terbata. Hatinya sedikit ragu dengan ucapnya sendiri. Semejak penampilan nya tomboy, memang banyak rumor yang tersebar dan mengatai dirinya seorang lesbian. Tetapi Febby tidak peduli dengan hal itu.


Ryan diam dengan kerutan didahinya mendengar jawaban Febby.


"Nggak percaya kalo gue sukanya sama cewek bukan sama cowok?" Lagi lagi Febby seolah menantang.


Ryan masih diam. Dia tahu Febby masih normal, dia hanya ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Febby selanjutnya untuk penjelasan akan ucapannya.


"Oke gue bakal buktiin. Gue itu sukanya sama cewek bukan sama cowok. Jadi elo nggak usah ngarep" kini Febby berbalik membelakangi Ryan yang masih diam. Febby mulai menghadap Laras, lalu menangkup wajah Laras dengan kedua tangannya, persis seperti orang yang hendak berciuman. (Coba sambil bayangin bacanya ya... biar paham).


Febby mengedipkan sebelah matanya seolah berkata 'bantuin gue Ras'... sang empunya hanya mendelik tajam tanda tidak setuju dengan ide Febby yang hendak menciumnya.


Febby memiringkan wajahnya posisi siap mencium sahabatnya. Dengan perlahan Febby mendekatkan wajahnya dengan wajah Laras. Semakin lama semakin dekat, semakin dekat...


Dan...


🌳


Febby: gila pasti ini penulisnya. Masa gue harus nyium sahabat gue sendiri. Mana cewek pulak. Kalo cowok ganteng sih gak apa apa. (Berkacak pinggang dan sedikit berteriak)


Laras: iya. yang bener aja thor... jijik gue. Masa ciuman sama cewek. Sini cium author aja...


Author: aku juga cewek lhoo (menjawab santai Tanpa rasa bersalah)


Ryan hanya cemberut. Diam Tanpa berkedip...

__ADS_1


See you next Episode... 😊


__ADS_2