Si Nona Tomboy

Si Nona Tomboy
Episode 51 (cowok rese)


__ADS_3

PART 51


Rizal merasa pusing , entah sudah berapa banyak tumpuk buku


yang ia baca sedari pagi. Tugas semester memang selalu membuatnya menguras otak


agar dirinya tidak kehilangan bea siswa kuliahnya.


Akhirnya Rizal memutuskan untuk mengembalikan semua buku


yang ada diatas mejanya dan menyusunnya seperti semula pada ‘rak buku’


sebelumnya.


Bergegas ia mengemas dan meraih tas miliknya lalu berjalan


keluar dari ruang perpustakaan.


Ia merasa suasana taman belakang mungkin akan sedikit membuatnya


lebih rileks setelah berlama-lama bermain dengan ribuan tulisan yang ia baca


hari ini.


Dan benar saja, setelah menghirup asrinya udara ditaman


membuat nya lebih nyaman. Saat kedua bola matanya menyapu sekeliling taman ia


melihat sosok siluit yang ia kenal, dan cowok itu memutuskan untuk berjalan


kearah sosok tersebut.


Senyum kecil dibibir Rizal ketika ia memastikan siapa


pemilik siluit orang tersebut ,


Rizal menepuk kecil dipundak gadis itu.


“hei, sendirian aja “sapanya.


Febby mengukir senyum dibibirnya ketika mendapati siapa


gerangan yang telah mengganggu konsentrasinya membuat sketsa desain. “hei, Zal”


.


“boleh aku duduk?”


“oh, boleh kok. Duduk aja”


“lagi ngapain sih, duduk sendirian disini? Laras mana?”


Rizal mencoba mencari Laras dengan meneliti sekeliling mereka namun nihil.


“iya nih lagi bikin sketsa buat tugas semester, si Laras ke


kantin deh kayaknya.”


“loh, tumben kalian nggak barengan, lagi marahan ?” siapa


yang akan menyangka sahabat karib yang selalu bersama kapanpun ,kini justru


mereka terpisah.


“enggak kok. Suntuk aja , dari kemaren nggak ada inspirasi


sama sekali”


Rizal mendesah lelah seolah merasakan apa yang tengah Febby


alami. “susah banget ya?” Tanya cowok itu lagi.

__ADS_1


“enggak susah sih, cuma butuh putar otak aja buat dapetin


inspirasi , elo gimana? Udah siap buat ujian semesternya?”


“yaah ,gitu deh” desah cowok itu tanpa berterus terang jika


dirinya pun merasa kebosanan saat harus membaca tumpukkan materi ketika


diperpustakaan tadi.


Jelas saja Febby merasa susah untuk mendapatkan inspirasi dalam


tugasnya kali ini , gadis  itu merasa


terganggu dengan sikap Ryan Handoko si cowok tidak tahu malu itu, yang terus


saja mengganggu nya , terlebih cowok itu sudah berani mendatangi rumahnya ,dan


bahkan mammy Siena terbuka dengan cowok itu.


‘gara-gara si cowok


rese itu’ geram Febby dalam hati.


Rizal mengerutkan dahinya ketika menangkap ekspresi yang


tidak biasa ia lihat dari gadis pujaannya itu. “kenapa Fe? Ada masalah?”


Gadis itu seketika merubah ekspresi sebalnya menjadi guratan


senyum , Febby tidak ingin mengganggu suasana yang tercipta diantara mereka


berdua.


“nggak terasa yah. Bentar lagi libur semester” Tanya gadis


itu mencoba mencairkan suasana.


‘dan saat itu gue


bakalan lama nggak ketemu elo Fe’tambahnya namun dalam hati.


“oh iya , kamu lagi suntuk kan? Gimana kalo kita pergi ke


suatu tempat,siapa tahu kamu bakal dapet inspirasi disana”


Deg


Ada gelenyar aneh ketika gadis itu mendengar ajakan dari


Rizal ‘gue nggak salah denger kan?’batinnya.


Rizal mengusap tengkuknya ,merasa canggung sebab ia


menyadari dirinya sudah begitu berani ambil inisiatif dari biasanya . “emmh,


itu kalo kamu mau sih, kalo enggak yaaa nggak masalah. Atau mungkin kamu udah


ada janji sama seseorang?”


Febby mencoba menyadarkan dirinya, jika ia bukan lah sedang


bermimpi ,cowok disampingnya itu memang mengajaknya jalan. Mereka memang


mengenal satu sama lain sudah sejak SMA namun baru saja beberapa bulan lalu


cowok itu berani berbicara akrab dan bahkan menolong nya ketika sepeda motornya


bocor kala itu,lalu sekarang cowok itu berani mengajaknya jalan.


Lengang sejenak diantara mereka sebab gadis tomboy itu

__ADS_1


sedang berfikir apakah ia akan pergi dan menerima ajakan Rizal dan mungkin saja


mendapatkan inspirasi setelah otaknya fresh sejenak ,atau  dirinya akan menolaknya.


‘oh iya, gue kan dianter sama cowok rese itu dan nggak bawa


motor ‘ Febby teringat ia memang tidak membawa si merah ‘motor kesayangannya’


hari ini karena diantar oleh Ryan, sebelum cowok itu datang menjemputnya lebih


baik dia pergi terlebih dahulu dengan Rizal.


Entah mengapa ia lebih nyaman pergi bersama cowok


disampingnya itu dibandingkan dengan Ryan.


Melihat Febby terus saja diam, Rizal berfikir ‘mana mungkin


Febby mau jalan sama gue’ mungkin itu hanya hayalannya saja yang tidak akan


mungkin tercapai.


“kalo kamu udah ada janji sama seseo---“  ucapan cowok itu terpotong oleh Febby.


“ayuk”


Namun jauh dari perkiraan Rizal yang menyangka gadis itu


akan menolaknya ,justru Febby segera mengemas barang miliknya kedalam tas dan


berdiri.


Rizal yang masih tidak percaya ,masih terdiam dan menatap


dalam gadis tomboy itu.


“ayok jadi nggak?”


“ah ,sory  ,aku kira


kamu nggak mahu” cowok itu tersadar dan segera bangkit dari duduknya lalu


mengikuti Febby dari belakang.


“mahu kok, kebetulan gue nggak bawa motor nih, ntar sekalian


anter gue balik ya?” balas gadis itu sebagai alibi. Alasan itu memang benar


tapi alasan sebenarnya yang membuatnya menerima ajakan Rizal karena ia lebih


malas untuk bertemu dan diantar oleh Ryan. Jika ia tidak membawa motor bisa


saja dirinya memesan grab ataupun go car, tetapi dirinya tidak mahu jika Ryan


akan datang terlebih dulu menjemputnya, sekalian saja mumpung ada yang mahu


memberinya tumpangan.


“kamu tunggu di depan gerbang aja Fe, biar aku ambil motor


dulu” ucap Rizal ketika mereka sudah hampir sampai area parkir. Gadis itu hanya


tersenyum dan mengangguk tanda mengerti.


Cowok itupun bergegas mengambil sepeda motor miliknya, ia


merasa seperti mimpi. Bahkan seorang Febby yang dulu ia anggap mustahil untuk


ia dekati kini mereka bahkan semakin dekat .


 ***

__ADS_1


jangan lupa kasih vote, like dan komen terimakasih.


__ADS_2