Si Nona Tomboy

Si Nona Tomboy
HP HARGA BELASAN JUTA


__ADS_3

Febby tersenyum sumringah seiring langkah kakinya yang menuruni anak tangga.


Ingin rasanya dia segera memeluk kakak sepupu nya itu dan mengucapkan terimakasih atas Handphone yang berada ditangannya saat ini, hp keluaran terbaru yang dia tahu bahwa harganya bisa sampai belasan juta rupiah.


Manik hazelnya menyapu seluruh sudut ruangan yang ia lalui. Tapi senyuman nya seketika pudar saat yang dicarinya tidak ada.


Rangga tidak sedang berada dirumahnya saat ini.


Dahinya berkerut heran ketika manik nya menemukan sosok wanita dengan pakaian kasual serta rambut panjangnya yang terlihat di gelung keatas dan sebuah celemek yang melekat ditubuhnya, tengah sibuk dengan alat-alat dapur.


"Mami" pekiknya spontan. Febby menghentikan langkahnya sejenak. Heran gadis itu, sebab maminya selalu saja sibuk dan jarang sekali dirumah, apalagi pada jam-jam saat ini.


Wanita itu menoleh ke arah suara yang baru saja memanggilnya. "Hei sweety. Udah bangun?? Sini duduk, mami masakin nasi goreng sea food kesukaan kamu" ucapnya lembut, kini tatapannya beralih kepada bi Inah yang tengah berdiri disamping nya "bik tolong di siapin ya" tegasnya seraya menunjuk pada nasi goreng yang sudah siap dalam wajan, agar bik Inah menaruhnya dalam piring. Bik Inah mengangguk tanda mengerti.


Febby melangkah kan kakinya kembali menuju meja makan setelah mendengar titah maminya. "Mami tumben jam segini ada dirumah?" Tuturnya santai, Gadis itu mulai meng-unboxing kotak hp yang berada di kedua tangannya.


Wanita itu berjalan menghampiri anak semata wayang nya yang sudah duduk manis di kursi yang dia biasa duduki. "Mami pengen liat muka anak mami yang hari ini bolos kuliah" pandangan Mami Siena tertuju pada gadis itu "gimana?? Suka hp nya?"


Febby menghentikan kegiatan un-boxing nya. Tunggu, batin gadis itu. Cewek itu fokus pada kalimat yang terakhir yang maminya ucapkan "Jadi mami yang beli hp ini??" Kedua bola matanya menatap semakin heran pada maminya "bukan Rangga?" Imbuhnya namun hanya dalam hati.

__ADS_1


Wanita itu telihat tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban. Febby mengerjapkan mata nya beberapa kali menatap maminya berharap jawaban "bukan" dari sang mami. Bukan senang tapi dia malah terheran-heran dibuatnya.


"Mami yakin. Mami nggak salah kasih kan? Atau mami lupa beli buat temen mami gitu. Febby nggak sedang ulang tahun loh? Dan mami tau dari mana kalo hp Febby rusak" ucapan gadis tomboy itu beruntun, penuh curiga. Sebab pagi sebelum gadis itu keluar kamarnya, mami tercinta nya itu selalu sudah lebih dulu pergi bekerja.


Mami Siena diam, ia tampak berpikir atas pertanyaan anaknya.


"Bibik yang kasih tau mami, non. Tadi pagi pas bibik bersihin kamar mandi non Febby. Hpnya non berenang di wastafel" ungkap Bik Inah dengan logat jawanya seraya menaruh dua piring yang berisi nasi goreng seafood yang mami siena masak tadi.


Mami Siena bernapas lega 'untung saja' batinnya. Tadi memang bik Inah sempat mengatakan hal itu saat mereka masak bersama didapur.


"Kok gue nggak yakin yah kalo mami yang beli" batin cewek itu, dia terus saja menyangkal kalau ibunya yang membeli hp itu untuknya. Dia tahu betul maminya bukan tipe orang yang suka menghamburkan uang hanya untuk sebuah Handphone. Dan bahkan harganya sampai belasan juta. Itu hal yang tidak mungkin, sangkal gadis itu kuat-kuat.


Pagi tadi Rangga memang berjanji akan mengantar hp nya sore ini. Tapi kenapa sekarang malah maminya yang memberinya benda itu lebih dulu. Dan yang ia tahu harganya sangat fantastis. Kalau Rangga yang membelinya mungkin dia akan percaya. Sebab kakak sepupu nya itu memang royal kepadanya. Ya meski pun ujung-ujung nya dia akan membayar kembali berapa uang yang cowok itu keluarkan dengan cara yang berbeda.


Mami Siena nampak terkejut dan menghentikan aktivitas mengunyahnya dan Febby menyadari itu. Tapi pada detik berikutnya tampak air muka Wanita itu kembali biasa. Kemudian menatap Febby dan tersenyum "tentu. Nggak apa-pa kan sekali-kali bikin anak mami seneng. Febby suka kan??"


Febby menggeleng menepis pikiran buruk yang terus melintas dalam benaknya. Mencoba percaya dengan apa yang maminya katakan. Benar juga, memang jarang sekali maminya itu memberikan sesuatu yang special untuknya. Entah saking sibuknya maminya itu atau saking pelitnya, entahlah. Tapi Febby tetap memaklumi, dia tahu selama hidupnya maminya itu bekerja keras membanting tulang seorang diri tanpa sosok seorang ayah hanya untuk menghidupi dirinya agar tidak kekurangan suatu apapun.


"Kenapa? Nggak suka yah sama hp nya?" Tanya mami lagi karena melihat anak gadisnya menggeleng kan kepala.

__ADS_1


"Suka kok mam, suka banget" dia mulai membuka dan melihat aplikasi pada hp barunya. Baru kali ini dia memegang hp yang harganya selangit, bahkan menjadi miliknya. Dia tidak bisa membayangkan jika Larasati, sahabatnya itu tahu, pasti dia akan berteriak histeris pada saat itu juga.


Bukan teriak karena heran dengan benda pipih dengan harga mahal itu. Sebab Laras tidak kalah glamour hidupnya dengan Febby dan selalu memakai benda-benda mahal jangankan hp, pakaian, mobil saja Laras selalu ingin yang terbaik. Tapi teriak karena heran, sebab Febby tidak pernah mahu saat Laras menawarkan untuk membeli hp dengan harga yang fantastis seperti yang saat ini dia miliki, meski dia mampu-mampu saja untuk membelinya.


Febby nampak berpikir sejenak. Bukankah tadi maminya berkata... ingin melihat wajah anaknya yang bolos kuliah. Dari mana maminya itu tahu kalau dirinya bolos kuliah hari ini.


"Mam"


"Hmmm"


"Darimana mami tau kalo Febby bolos Kuliah hari ini??"


Lagi-lagi wanita itu nampak berpikir dan justru malah membuat gadis tomboy dihadapan nya semakin menaruh curiga pada maminya.


"Mmmm dari... dari Rangga. Iya dari rangga" balasnya dengan gelagat aneh dan sedikit terbata.


Febby hanya mengangguk kecil. Tidak ingin maminya bersedih dan tersinggung. Dengan berat hati cewek tomboy itu berusaha percaya kepada maminya. Meski semua perkataan dan tingkah maminya terlihat aneh dan mencurigakan. Biarlah toh dia sudah untung hari ini. Kalau maminya yang membelikan hp itu tandanya dia tidak perlu bersusah payah mengumpulkan uang jajannya untuk membayar kembali harga hp yang dia tahu hingga mencapai belasan juta yang berada di genggaman nya saat ini.


Mami Siena mengukir senyum di bibirnya ketika mengingat kembali kedatangan seorang lelaki muda, yang menghampiri nya dibutik pagi tadi dan mengatakan bahwa lelaki tersebut adalah kekasih Febby, anaknya.

__ADS_1


__ADS_2