Si Nona Tomboy

Si Nona Tomboy
Episode 50 (Ini Perintah)


__ADS_3

Part 50 / INI PERINTAH


“eh, eh, gue


denger kalau anaknya bos besar udah mulai kerja disini tahu”


Satu orang


menghampiri meja kantin dimana sudah berkumpul sekelompok gadis disana.


“oh, yang


katanya masih kuliah itu kan” salah satu dari mereka mulai menjawab.


“bener tuh


,gue udah lihat tadi pagi rame banget . uuhh gantengnya” gadis berponi ala kpop


itu mengekspresikan dengan gerakan imutnya.


“wah bakalan


betah gue kalo bosnya ganteng “ satu gadis mulai bergabung lagi dan menimbrung


begitu mengerti titik pembicaraan mereka.


“masa sih ?


kok gue nggak tahu beritanya sih?” satu gadis berkacamata bak gadis cupu mulai


menyahut.


“huuu, dasar


lu ,kudet. Makanya jangan mantengin komputer mulu, sesekali buka group chat


dong”


“dia kan


rajinnya kebangetan guys, nggak kayak kalian yang kerjanya cuma gossip mulu”


Begitulah riuh


suasana kantin ketika jam makan siang pun tiba, antusias para karyawati ketika


mendengar kedatangan Ryan Handoko di perusahaan itu pagi ini.


Berbeda

__ADS_1


dengan sang empunya, Ryan masih saja sibuk dengan setumpukkan file yang


diberikan oleh Burhanudin hingga membuatnya hampir saja mati karena bosan.


Belum ada satu haripun ia duduk dikursi berputar itu namun sudah dilanda


kebosanan apalagi jika ia harus bekerja seharian dan bahkan lembur ,pikirnya.


”brak” suara


bantingan dokumen diatas meja Ryan.


Belum juga


usai dengan rasa bosan pemuda tampan itu dengan setumpuk dokumen dihadapannya


,justru malah Burhanudin menambahnya lagi.


            Tentu saja membuat cowok itu melongo


, geram bukan main , yang dihadapannya saja belum habis setengahnya ,tetapi si ‘om’


maskulin alias asisten Daddy nya itu membawakannya lagi setumpuk berkas yang


harus dirinya pelajari .


“eh,om jelek


sembari membanting berkas yang tengah ia pegang, lelaki bertubuh tegap itu


hanya diam.


“elo pikir


otak gue komputer apa? Yang bisa baca semau nya sekaligus”dengusnya kesal.


“maaf tuan


muda ,ini perintah.” Burhan menjawab tegas dan menunduk lalu berlenggang pergi


meninggalkan ruangan milik Ryan.


Ryan mengusak rambutnya frustasi.


“ahh si


Daddy. Mana udah jam segini pula” desahnya ,semakin kesal saat ia melihat jam


yang melingkar dipergelangan tangannya .

__ADS_1


“gue kan


harus jemput bidadari gue”


Ryan memang


harus menjemput Febby dari kampusnya, mengingat bahwa dirinya lah yang menjemput


dan mengantar cewek pujaannya itu pagi tadi.


***


Sementara


ditaman belakang kampus Febby tengah fokus pada goresan pencilnya pada kertas


desain miliknya.


Dengan


teliti dia menyatukan goresan-goresan itu menjadi sebuah gambar busana yang


indah, sesekali ia memejamkan matanya sembari menghirup segarnya udara taman


guna me-refresh kembali pikirannya agar menghasilkan gambar yang sesuai dengan


yang ia inginkan.


Tiba-tiba


ada tepukan kecil dipundaknya ,membuat kedua matanya terbuka, dan sontak menoleh untuk mengetahui siapa yang tengah mengganggu konsentrasinya.


“ hei


,sendirian aja”


 ---


HAI AUTHOR BALIK LAGI NIH,


kangen ya??


maaf ya kelamaan hiatus.


yang masih setia dengan febby,minta dukungannya ya,jangan lupa like ,komen,klik love dan kasih vote buat novel ini.


yang mau kasih kritik dan saran boleh banget,atau kalo mau lebih deket sama author bisa gabung group chat ya...


kenapa aku lama gak update, karena aku harus berpikir lagi untuk tulisan selanjutnya biar story febby nggak garing karna kehabisan bahan. so buat yang mau kasih masukan aku bakal seneng banget,...

__ADS_1


salam author.


selamat berpuasa teman-teman.


__ADS_2