
Part 50 / INI PERINTAH
“eh, eh, gue
denger kalau anaknya bos besar udah mulai kerja disini tahu”
Satu orang
menghampiri meja kantin dimana sudah berkumpul sekelompok gadis disana.
“oh, yang
katanya masih kuliah itu kan” salah satu dari mereka mulai menjawab.
“bener tuh
,gue udah lihat tadi pagi rame banget . uuhh gantengnya” gadis berponi ala kpop
itu mengekspresikan dengan gerakan imutnya.
“wah bakalan
betah gue kalo bosnya ganteng “ satu gadis mulai bergabung lagi dan menimbrung
begitu mengerti titik pembicaraan mereka.
“masa sih ?
kok gue nggak tahu beritanya sih?” satu gadis berkacamata bak gadis cupu mulai
menyahut.
“huuu, dasar
lu ,kudet. Makanya jangan mantengin komputer mulu, sesekali buka group chat
dong”
“dia kan
rajinnya kebangetan guys, nggak kayak kalian yang kerjanya cuma gossip mulu”
Begitulah riuh
suasana kantin ketika jam makan siang pun tiba, antusias para karyawati ketika
mendengar kedatangan Ryan Handoko di perusahaan itu pagi ini.
Berbeda
__ADS_1
dengan sang empunya, Ryan masih saja sibuk dengan setumpukkan file yang
diberikan oleh Burhanudin hingga membuatnya hampir saja mati karena bosan.
Belum ada satu haripun ia duduk dikursi berputar itu namun sudah dilanda
kebosanan apalagi jika ia harus bekerja seharian dan bahkan lembur ,pikirnya.
”brak” suara
bantingan dokumen diatas meja Ryan.
Belum juga
usai dengan rasa bosan pemuda tampan itu dengan setumpuk dokumen dihadapannya
,justru malah Burhanudin menambahnya lagi.
Tentu saja membuat cowok itu melongo
, geram bukan main , yang dihadapannya saja belum habis setengahnya ,tetapi si ‘om’
maskulin alias asisten Daddy nya itu membawakannya lagi setumpuk berkas yang
harus dirinya pelajari .
“eh,om jelek
sembari membanting berkas yang tengah ia pegang, lelaki bertubuh tegap itu
hanya diam.
“elo pikir
otak gue komputer apa? Yang bisa baca semau nya sekaligus”dengusnya kesal.
“maaf tuan
muda ,ini perintah.” Burhan menjawab tegas dan menunduk lalu berlenggang pergi
meninggalkan ruangan milik Ryan.
Ryan mengusak rambutnya frustasi.
“ahh si
Daddy. Mana udah jam segini pula” desahnya ,semakin kesal saat ia melihat jam
yang melingkar dipergelangan tangannya .
__ADS_1
“gue kan
harus jemput bidadari gue”
Ryan memang
harus menjemput Febby dari kampusnya, mengingat bahwa dirinya lah yang menjemput
dan mengantar cewek pujaannya itu pagi tadi.
***
Sementara
ditaman belakang kampus Febby tengah fokus pada goresan pencilnya pada kertas
desain miliknya.
Dengan
teliti dia menyatukan goresan-goresan itu menjadi sebuah gambar busana yang
indah, sesekali ia memejamkan matanya sembari menghirup segarnya udara taman
guna me-refresh kembali pikirannya agar menghasilkan gambar yang sesuai dengan
yang ia inginkan.
Tiba-tiba
ada tepukan kecil dipundaknya ,membuat kedua matanya terbuka, dan sontak menoleh untuk mengetahui siapa yang tengah mengganggu konsentrasinya.
“ hei
,sendirian aja”
---
HAI AUTHOR BALIK LAGI NIH,
kangen ya??
maaf ya kelamaan hiatus.
yang masih setia dengan febby,minta dukungannya ya,jangan lupa like ,komen,klik love dan kasih vote buat novel ini.
yang mau kasih kritik dan saran boleh banget,atau kalo mau lebih deket sama author bisa gabung group chat ya...
kenapa aku lama gak update, karena aku harus berpikir lagi untuk tulisan selanjutnya biar story febby nggak garing karna kehabisan bahan. so buat yang mau kasih masukan aku bakal seneng banget,...
__ADS_1
salam author.
selamat berpuasa teman-teman.