
"Non sarapan nya!! "
Bi Inah menyodorkan sepiring nasi goreng sea food dihadapan Febby. Sesuai permintaannya pagi tadi. Biasanya gadis itu akan menyantap roti sebagai menu sarapan. Tetapi pagi tadi dirinya tiba-tiba rindu dengan nasi goreng kesukaannya itu. Padahal hampir setiap hari dia memakan nasi goreng seafood.
"Terima kasih Bik"
"Sama-sama non"
Pagi ini berjalan seperti biasa, Febby akan bersarapan tanpa adanya mami Siena yang menemaninya.
Dirinya kadang berfikir, entah apa yang sang mama cari selama ini dari bekerja sebegitu kerasnya.
Bahkan sampai berangkat pagi dan pulang malam. Ketika weekend pun mereka jarang bertemu.
Febby sudah lama tak mempedulikan hal tersebut. Namun entah mengapa akhir-akhir ini dirinya seperti kembali pada sosok gadis kecil yang merindukan kasih sayang serta belaian sang mama.
Kerinduannya itu menguak hingga dasar hatinya. Tanpa sadar Febby hanya mengaduk-aduk nasi goreng dihadapannya.
"Kenapa non? Kok nggak dimakan? Ndak enak ya, nasi goreng nya??"
"Enak kok Bik. Tiba-tiba Febby jadi kenyang. Kalo gitu aku berangkat dulu ya bik"
"Lho, non ndak sarapan dulu??"
Tanpa memperdulikan ucapan bik Inah yang terdengar khawatir Febby meraih tas dan juga ponselnya dan terus bergegas meninggalkan ruang makan.
Kali ini Febby terus berjalan menuju pintu gerbang rumahnya dan berencana pergi ke kampusnya tanpa si Merah, sepeda motor kesayangannya itu.
"Pagi non..."
"Pagi mang Udin. Boleh buka gerbangnya?"
"Boleh. Lah eneng Febby teh nggak bawa motor ke kampusnya??. eneng teh mau mang Udin anter?"
Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibir mang Udin ketika mendapati Nonanya hendak pergi tanpa sepeda motornya.
__ADS_1
"Nggak usah mang. Febby naik bis aja"
"Aduh neng Febby teh kunaon. Motor nya teh rusak apa gimana? Kok gak mau dianter juga. Eneng teh nggak pernah naik bis!! Kumaha nanti kalo Ibu bos nanyain?"
Febby menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan terakhir dari sang supir sekaligus penjaga rumahnya tersebut.
.... kumaha nanti kalo ibu bos nanyain...
Febby tersenyum getir mengingat betapa seolah tidak pedulinya sang mama kepadanya.
Ketika dirinya bangun saja ibunya itu sudah pergi bekerja dan saat malam tiba maminya akan pulang ketika dirinya sudah tertidur.
Memiliki butik sendiri tetapi seperti maminya itu bekerja untuk orang lain. Bekerja overtime, bertemu dengan nya pun jarang, berkomunikasi melalui ponselpun tidak sering. Dapat dihitung hanya berapa kali saja dalam satu minggu mereka ber-chit chat melalui ponsel. Bahkan terkadang hanya bila maminya dalam keadaan darurat saja menghubungi nya, saat membutuhkan sesuatu untuk diantar kebutiknya. Seperti ketika maminya meminta Febby mengantar dokumen bahan meeting dengan salah satu klien-nya ketika itu. (Saat mami Siena akan meeting dengan mamanya Ryan).
"Nggak bakalan mami nanyain Mang. Febby lagi pengen aja kok. Bosen naik motor terus"
"Tapi eneng teh beneran nggak mau Mamang anter?"
"Nggak usah Mang. Makasih"
Febby segera melangkah kembali menjauhi pelataran rumahnya setelah mang Udin membuka pintu gerbang untuk dirinya.
Meskipun beberapa tahun terakhir dirinya selalu mengendarai motor sport nya. Bukan berarti dia lupa kalau didekat rumahnya ada sebuah halte yang akan memudahkannya untuk pergi kamana pun tanpa motornya itu.
Dulu ketika Febby masih duduk dibangku SMA pun tak jarang dia mengendarai bus bersama teman-teman nya.
Febby tersenyum miris. Lagi-lagi dirinya harus mengingat kisah SMA nya yang menyedihkan.
Jika dulu diri nya memiliki dua orang sahabat yang akan selalu berbagi kisah dengannya. Namun kini satu orang teman baiknya itu harus pergi dengan meninggalkan sejuta luka untuk nya.
Febby mulai memasuki bus yang berhenti setelah dirinya menunggu 10 menit dihalte yang dekat dengan rumahnya tersebut.
Saat itu penumpang bus tidak terlalu ramai. Mungkin karena saat ini hari sudah mulai siang, Febby melirik jam tangan di pergelangan tangan nya. Sudah menunjukkan pukul 09.15.
Perjalanan dari rumahnya menuju kampus dengan bus ini, kurang lebih memakan waktu 45 menit, berbeda jika Febby mengendarai sepeda motornya hanya 30 menit saja dia sudah sampai.
__ADS_1
Febby hanya diam menikmati perjalanannya menuju kampus dengan memasang earphone, mendengar kan musik dari hp nya sembari menatap luar dari balik jendela kaca bus tersebut.
Sesekali memperhatikan macetnya jalanan kota. Tanpa terasa Febby sudah sampai di halte dekat kampusnya.
Diapun turun dan berjalan memasuki area kampus.
"Ternyata asik juga naik bus. Nggak usah capek capek merhatiin jalan. Tinggal duduk nyantai, tau tau nyampe" batin Febby.
Ini memang pertama kalinya sejak beberapa tahun lalu, setelah Febby memutuskan untuk meminta motor sport kepada maminya, dia tidak lagi pernah menaiki kendaraan umum, termasuk bus.
Jika sedang malas, Febby akan menelepon Rangga untuk mengantarnya sampai tujuan, apalagi ketika musim hujan tiba, tanpa dimintapun kakak sepupu nya itu akan dengan sendirinya datang mengantar jemput Febby kekampusnya.
Febby terus berjalan menuju kelasnya tanpa melepaskan earphone yang masih menutupi telinga nya.
Sehingga fokusnya hanya pada lagu yang keluar dari earphone nya itu.
Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Febby dari belakang.
Dan....
Bersambung
🌳
Guys. Author balik lagi.
Buat kalian yang nanyain kanapa lama banget updatenya aku jawab ya.
Pertama. Aku ngetik story ini cuma modal pake hp doang. Dan auto pegel nih jari aku haha. Tapi aku bakal tetep nulis buat kalian walaupun dengan alat seadanya alias hp.
Kedua. Aku tuh ngerasa kalo tulisan aku masih ketara banget amatiran nya. Dan aku masih bingung dengan jalan ceritanya mau gimana kedepannya. Aku pengennya tuh, nanti mantan Febby aku munculin. Tapi masih bingung mau di masukin ke part yang mana soalnya ada Ryan dan juga Rizal yang bakal berebut Febby juga.
Ketiga. Aku Kemarin sempet bilang kalo aku terancam hiatus. Iyap... kok kayaknya kalian seneng ya kalo akunya hiatus. Karna cuma satu orang aja yang semangatin aku bilang ke aku biar jangan hiatus... karna gak ada yang penasaran ya aku juga gak mau cerita lah ya... detailnya kenapa aku hampir hiatus.
Ke empat. Aku butuh kritik dan saran kalian semua biar cerita aku lebih baik lagi. Jadi monggo ya. Buat yang mau komentar. Apapun itu. Aku bakalan terima dengan senang hati.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar di 👇... see you next episode.
Salam Author