
Suasana kampus seketika menjadi ricuh.
Banyak mahasiswa yang berlarian keluar dari ruangannya, ingin menyaksikan apa yang tengah terjadi dihalaman kampus.
Didalam perpustakaan, Rizal yang masih sibuk dengan tumpukan buku dihadapan nya pun sepertinya tergoda ingin mengetahui apa yang tengah terjadi sehingga membuat seluruh penghuni perpustakaan pun ikut berlarian keluar. Sehingga dirinya mahu tidak mahu harus ikut keluar, jika tidak ingin rasa penasaran menyelimuti hatinya.
Siapa yang tidak mengenal Ryan Handoko.
Sejak hari pertama masuk kampus inipun semua para gadis mengerumuninya. Si cowok tampan, seorang putra dari pengusaha kaya.
Tidak heran jika saat ini akan banyak gadis yang kecewa akan tindakannya.
Sekarang ini sebenarnya siapa yang gila.
Author atau Febby yang gila??
Ayo jawab??
Lihat saja ditengah halaman kampus.
Saat ini Febby masih saja mendekatkan wajah nya kewajah Larasati, sahabatnya.
Dari jarak setengah meter menjadi 30 cm, semakin dekat 10 cm, mendekat lagi 5 cm.
Hingga membuat banyak pasang mata yang menyaksikannya merasa geli dan mencibir gadis tomboy tersebut.
"Ihh geli gue. Ternyata bener ya. Gosipnya kalo mereka itu pasangan lesbian"
"Awalnya juga nggak percaya aku. Sekarang udah liat sendiri. Gilak apa mereka. Ciuman depan umum. Bayangin aja" (bergidik geli)
"Jauh jauh deh... kalo gue jadi temennya. Udah gue jauhin tuh cewek tomboy begitu. Malu maluin aja"
"Yang bego tuh si Ryan. Mau maunya nembak cewek yang jelas gak warasnya begitu"
Cibiran mereka menyeruak sampai indera pendengaran Ryan.
Wajah Febby semakin dekat dengan wajah Laras, sangat dekat 5 cm , Febby sudah memejamkan kedua matanya. Bukan untuk menikmati ciuman mereka namun untuk berusaha merapalkan do'a.
"Ya tuhan... ampuni Febby. Tolongin Febby... Febby khilaf... ampun... ampun. Febby tau ini dosa kan ya..." rutuknya dalam hati.
Sedangkan Laras semakin mendelik sempurna. Seakan bola matannya ingin keluar dari tempatnya.
dan akhirnya...
CUP
Febby berhasil mengecup bibir sahabatnya.
TET TOOOOOOT
__ADS_1
Bukan. Bukan.
Bukan begitu ceritanya.
Itu hanya hayalan kalian saja ya pemirsa. (Hahaha author tertawa jahat)
Febby sudah memejamkan matanya.
Wajahnya semakin dekat 5 cm dari wajah Laras. Satu kali gerakan saja bibir Febby dengan bibir Laras akan menyatu.
Namun sebelum itu terjadi, dalam satu gerakan seseorang telah membalikkan tubuh cewek tomboy itu.
Febby terhenyak dan terkejut sehingga ia membuka matanya yang tertutup.
Kedua bola matanya membulat, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya setelah mendengar bisikan di daun telinganya. "Aku yang bakalan bukti_in. Apa kamu bener bener suka sama cewek atau sama cowok".
Dan. Kedua bola matanya semakin membulat ketika sebuah benda kenyal dan basah menyentuh bibirnya. Tidak cukup hanya menyetuhnya. Cowok itu mengecupnya berkali-kali dan melumatnya lalu mengigit bibir bawahnya hingga Febby membuka mulutnya. Dan membuatnya semakin mudah mengabsen seluruh isinya.
Cowok itu menekan tengkuk Febby memperdalam ciumannya.
Tubuh Febby gemetar akibat degub jantungnya yang berdetak tak beraturan. Dia ingin rasanya mendorong cowok dihadapannya namun seperti nya tubuhnya enggan untuk bergerak.
Hingga cowok itu sendiri yang mengakhiri ciuman mereka. Lalu berkata "Aku tau kok. Kamu masih doyan cowok. Detak jantung kamu lebih jujur daripada bibir kamu yang dengan beraninya bilang kalo kamu nggak suka cowok " sembari menyentuh bibir Febby lalu mengecupnya lagi, namun singkat, sangat singkat.
Semua pasang mata yang menyaksikan itu hanya melongo, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Kecewa?? pasti.
Rizal yang didepan perpustakaan pun sampai menjatuhkan buku yang tengah dipegangnya.
Laras menutup mulutnya yang menganga lebar dengan kedua tangannya.
Rasa senang dan haru datang bersamaan.
Senang karena dirinya terselamatkan dari bencana ciuman dari sahabatnya dan terharu, kini sahabatnya telah benar-benar kehilangan ciuman pertamanya. Dan itu dilakukan oleh Ryan.
Febby segera tersadar dan mendorong dada Ryan kuat kuat. Dia mengusap kasar bibirnya dengan kedua telapak tangannya secara bergantian.
"Dasar cowok gila" teriaknya.
Hanya itu yang dapat keluar dari mulutnya kemudian Febby berjalan mundur menjauhi cowok itu lalu ia berbalik badan dan berlari meninggalkan halaman kampus yang masih ramai dipenuhi mahasiswa kepo yang baru saja menjadi saksi.
Ryan bukan kesal mendengar Febby yang mengatai dirinya gila. Dia justru menyentuh bibirnya sendiri dengan ibu jarinya dan nampak seringaian dari bibirnya.
"Gue emang gila. Gila karena elo Fe" gumamnya lirih.
Febby membasuh wajahnya berkali-kali dan berkumur serta menggosok bibirnya dengan kasar, yang entah sudah yang ke berapa kalinya. Seolah dirinya menghapus jejak bibir Ryan yang telah mengambil paksa ciuman pertamanya.
Febby merutuki kebodohannya yang sempat terlena dan tidak mampu menolak cowok yang bernama Ryan tersebut.
Kini Febby mengangkat wajahnya dari washtafel lalu menatap pantulan dirinya didalam cermin.
__ADS_1
"Bego... bego... bego... bego..." Febby memukul kepala sendiri dengan kedua tangannya.
Sekarang. Bagaimana dirinya keluar dari dalam toilet dan kembali kedalam kelasnya.
Mahu dia taruh dimana wajahnya saat bertatap muka dengan yang lainnya. Bukankah seharusnya dirinya senang dengan kejadian tadi maka rumor mengenai dirinya yang lesbian akan segera berganti dengan gosip baru yang mengatakan bahwa dirinya masih normal dan sangat normal.
Tetapi entah mengapa seorang Febby yang awalnya tidak peduli dengan gosip apapun mengenai dirinya kini justru merasa malu. Sangat malu. Bahkan lebih malu rasanya dibandingkan dikatai seorang lesbian.
Rasanya ingin tenggelam saja kedalam lautan samudera yang dalam dan tak perlu lagi datang kekampus nya.
"Fe... Febby..."
Febby mendengar seseorang memanggilnya.
"Febby elo disini?? ''
Lagi.
"Gue disini Ras"
Ya. Suara itu milik sahabatnya.
Terdengar suara ketukan wedges pada lantai toilet yang terdengar nyaring, karena kebetulan tidak ada orang lain selain Febby disana.
"Fe... are you oke?" Laras menyentuh salah satu pundak Febby.
"No. Im not fine" Febby mulai meremas rambutnya dengan kedua tangannya, frustasi.
"Dasar cowok gila... first kiss gue Ras" Febby mengguncang kedua bahu Laras.
"Dia udah nyuci first kiss gue"
"Bagus dong" Laras menipali.
"Gilak ya elo. Kok malah bagus sih??"
"Iya bagus lah. Tandanya elo ada kemajuan. Jadi pernah ngerasain rasanya ciuman. Gimana?? enak kan?"
"Jahat elo emang Ras... elo sahabat gue bukan sih. Bukan nge_hibur gue malah makin bikin kesel"
Laras hanya mampu meringis menanggapi ucapan Febby...
Kini sahabatnya itu selangkah lebih maju dari sebelumnya.
Kisah Percintaan diantara mereka mungkin saja akan di 'mulai' dari saat ini.
🌳
Jangan lupa like dan koment. Thank you guys
__ADS_1
Salam penulis.