
Febby mencekal lengan Rizal yang hendak memasuki sebuah toko buku, otomatis membuat cowok itu menoleh ke arah Febby.
"Boleh gue ikut masuk?" Tanya Febby dengan raut wajah merayu.
Rizal tersenyum sebelum menjawab "Tentu"
Tanpa sadar Rizal menggandeng tangan Febby, menuntun cewek tomboy itu memasuki toko buku tersebut.
Mungkin karena Rizal terbiasa jika dirinya pergi bersama dengan Laras, Rizal pasti akan menggandeng ataupun merangkul cewek itu dengan refleks.
Ada gelenyar aneh ketika cowok tersebut menyadari, jikalau saat ini dirinya tengah menggandeng tangan Febby. Ya, tangan seorang cewek yang selama 7 tahun ini dia kagumi dari jauh.
Berbeda dengan Febby yang belum merasakan apapun.
Dengan canggung Rizal melepas tangan milik Febby dengan perlahan. Dan berjalan kearah rak buku yang hendak dia cari, dan meninggalkan Febby, agar cewek itu memilah buku yang dia mahu.
Setelah mendapati rak buku yang Rizal cari, dirinya tidak segera memilah buku yang akan ia beli. Namun Rizal berusaha menetralkan degub jantungnya yang berdetak semakin tidak karuan.
Di sentuhnya dada bagian kanannya yang terus berdetak kencang itu, sembari mengatur napasnya.
Dihembuskannya napasnya melalui mulut dan bernapas panjang melalui hidung. "Rileks Zal. Rileks...." gumamnya lirih, guna menenangkan detak jantung nya sendiri.
Setelah merasa tenang Rizal segera memilah buku yang akan dia gunakan sebagai referensi ujian semesternya kali ini, lalu ia mencari Febby terlebih dahulu sebelum membayar buku tersebut.
__ADS_1
"Kamu suka baca novel Fe?" Rizal mendapati Febby di salah satu deretan rak yang berisi novel.
Febby tersenyum lalu menjawab tanpa menoleh pada Rizal "Gue baru nyoba nih. Sebenernya nggak pernah baca novel malahan. Lebih suka nonton film hehe lebih seru" cewek itu masih memilah dan menimang novel mana yang akan dia beli, "Menurut elo bagusan yang mana?"
"Yang ini aja nih. Ini cerita nya tentang cewek yang di selingkuhin sama cowoknya terus trauma gitu" tunjuk cowok itu pada salah satu novel yang masih berada di rak buku.
Bukan menjawab, rauh wajah Febby berkerut dan bibirnya mengerucut. Dirinya seperti merasa terganggu dengan tema novel yang rekomendasikan oleh Rizal.
Saat Rizal menyadari raut wajah gadis itu berubah, Rizal mengusap tengkuknya, ia merasa bersalah "Wah gue salah ngmong nih" batin Rizal.
"Mmmm... terserah kamu aja sih. Sukanya yang mana!" putus Rizal akhirnya.
Rizal memang pernah membaca novel yang tadi dirinya rekomendasikan kepada Febby.
Tentu saja dirinya tahu, kapan Febby merubah penampilannya. Karena mereka selalu satu sekolahan sejak dari bangku SMP, dan sebab itu lah Rizal mulai mencari tahu bagaimana dan apa penyebabnya, dengan cara membaca buku atau novel yang berkaitan dengan hal tersebut. Meskipun dengan mudahnya dia dapat bertanya kepada Larasati, namun ia terlalu gengsi untuk itu.
"Oke deh. Gue beli yang ini aja"
"Ya-yakin Fe?" Rizal tidak percaya, novel pilihannya lah yang hendak Febby beli.
Febby hanya mengangguk, kemudian berjalan menuju kasir untuk membayar.
Cewek itu bertanya berapa harga novel itu kepada penjaga kasir tersebut, namun saat Febby hendak membayarnya, ia belum mendapati Rizal.
__ADS_1
Lalu ia menoleh pada posisi dimana terakhir mereka berdiri, dan Rizal masih berada disana tanpa ekspresi.
"Sebentar ya kak" pamit Febby kepada kasir tersebut. Kemudian Febby menghampiri cowok tampan itu yang diam mematung ditempatnya.
"Hei... elo Kenapa?! ayok. Udah sore nih" Febby mengayunkan telapak tangannya ke wajah Rizal, namun masih diam, tapi kini pandangan cowok itu tertuju pada Febby.
"Are you oke??" kini Febby menyentuh lengan cowok itu, sehingga Rizal terhenyak dari lamunannya.
"Ahh. Iya.-ayok" gumam Rizal masih setengah sadar lalu berjalan mendahului Febby dan segera membayar buku miliknya dan juga novel Febby, satu kali.
Dengan pandangan kosong Rizal terus berjalan keluar meninggalkan Febby.
"Sudah dibayar ya kak novelnya, sama kakak yang tadi" ucap penjaga kasir tersebut.
Febby mengucapkan terima kasih sebelum meninggalkan kasir tersebut kemudian menghampiri Rizal yang sudah menunggunya.
Febby merasa ada yang aneh dengan sikap Rizal, mengapa cowok itu bersikap aneh?? batin Febby bertanya-tanya.
Sesampainya di area parkir Febby melihat Rizal tersenyum kepadanya sembari memberikan helm, membuat cewek itu yang awalnya bertanya-tanya dalam hati pun ikut tersenyum.
"Mau makan dimana kita Fe?" tanya Rizal, setelah Febby menerima helm yang dia berikan. Kali ini cowok itu sudah sadar sepenuhnya.
Lalu.....
__ADS_1