
Rangga terburu-buru mengendarai mobilnya membelah keramaian kota dipagi ini.
Setelah pertemuannya dengan Melisa beberapa waktu lalu di tempat Gym. Mereka jadi sering bertemu untuk membicarakan bisnis.
Sama hal nya dengan hari kemarin, setelah mengantar adik sepupu nya yang bandel itu pulang dari salon, yang awalnya berniat untuk membeli hp dan malah membuat ulah disebuah salon, Rangga dan Melisa bertemu untuk membahas soal bisnis. Sampai dia lupa kalau dia sudah berjanji akan mengantarkan hp Febby yang baru kerumahnya.
Dan karena lelah setelah pertemuan nya dengan Melisa, dirinya langsung tertidur disore harinya sampai pagi.
Tentu kini cowok itu kalang labut dibuatnya, takut jika adik sepupu nya itu akan marah karena terlambat mengantarkan hp baru yang memang sudah ia beli.
Ia ingat, ketika terbangun dari tidur nya tadi dan masih setengah sadar ia berjalan menuju kamar mandi. Mungkin karena terlama tidur hingga membuat kepala nya sedikit berat.
Kedua bola matanya membulat sempurna disela-sela ritualnya menggosok gigi. "Mampus gue. Lupa hp nya Febby nggak gue anterin" cowok itu menepuk keningnya sendiri dengan telapak tangannya.
Dengan secepat kilat cowok itu segera menyelesaikan ritual mandinya. Yang awalnya dia masih merem melek seketika jadi sumringah. Bukan apa, takut jika gadis tomboy itu akan merajuk nanti, akan semakin sulit baginya untuk membujuk gadis itu.
Rangga melihat motor cewek tomboy itu masih terparkir manis di halaman rumahnya yang menandakan cewek itu masih berada dirumah saat ini.
Diraihnya paperbag berisi hp yang dia beli kemarin dan segera keluar dari mobilnya, ia sedikit berlari memasuki rumah itu yang pintu utamanya memang terbuka lebar.
"Ngapain lo lari-lari kayak dikejar satpam?? Habis maling lo?" Febby yang tengah menikmati sarapan nya bertanya dengan santai.
Rangga meletakkan paper bag berisi hp itu dimeja makan dekat dengan posisi gadis itu duduk. "Sory gue telat" ucapnya masih dengan mengatur napasnya yang terengah karena berlari dari halaman hingga ruang makan.
"Kemaren gue sibuk banget sampe lupa mau nganterin hpnya" cowok itu mulai duduk disebrang Febby.
"Ya ya. Gue tau lo emang sibuk. Kayak presiden yang ngemban tugas negara"
Rangga mengernyit bingung "Tumben lo nggak mencak-mencak kayak sapi mau beranak"
Cewek itu diam, asik mengunyah roti panggang buatan bi Inah.
Ekor mata cowok itu melihat sebuah hp tergeletak diatas meja " lah itu hp siapa?"
"Hihi (Febby meringis) hp gue"
"Oh gitu. Pantes aja diem. Gak banyak protes ternyata udah dapet yang baru" Rangga meraih paperbag yang dia bawa tadi "kalo gitu ini gue bawa balik aja deh. Lo udah ada yang baru ini. Lebih bagus lagi"
__ADS_1
Namun secepat kilat cewek itu merampas kembali paperbag nya dari tangan Rangga "Eits. Enak aja. Lo udah kasih ke gue, main ambil aja. Ini tuh mami yang beli. Gue aja gak tau, mami tiba-tiba ngasih ini"
"Nah iya udah, sini balikin aja punya gue. Itu lebih bagus noh" tunjuk Rangga dengan menggedikkan dagunya.
"Nggak pa-pa. Biar gue punya dua. Yang satu buat nelpon mami. Yang satunya lagi khusus buat nelpon lo. Biar gak rebutan kalo pas barengan nelponnya"
"Kayak orang pacaran aja lo. Beda pacar beda hp. Emang si mami mau telponan sama lo. Tinggal juga satu atap"
"Hehe ya nggak sih. Nggak pa-pa dah. Biar nggak sia-sia duit lo udah beli hpnya"
"Bayar tau. Bukan gratis"
"Minta aja sama mami"
"Lah bukannya kemarin lo yang ngajakin gue beli hp. Kenapa jadi minta sama mami sih"
"Kan ada lo. Jadi lo yang bayar. Kalo sekarang mau duitnya. Minta aja sama mami. Oke"
"Kempret lo emang"
Gadis itu hanya terkekeh geli dan kembali melanjutkan sarapannya
🌳
TAP... TAP... TAP
Terdengar suara langkah kaki mendekati mereka.
Ryan berjalan sembari bersiul kecil. Suasana hatinya sedang dalam keadaan baik saat ini. Dia sudah rapih dengan kaos berwarna navi dan celana jeans panjang.
Aroma parfum bertebaran dimana-mana.
"Kalian mau pada kemana? Bukannya hari ini kalian nggak ada jadwal kuliah?" Melisa mulai angkat suara.
Jelas saja dirinya heran. Pagi-pagi begini teman-teman Ryan sudah berbondong mendatangi mansionnya. Padahal dia sangat tahu jadwal kuliah keponakannya itu, dan hari ini memang tidak ada jadwal mata kuliah. Jadi untuk apa mereka kesini, bahkan Ryan pun sudah kece sepagi ini.
"Gini... tante..." Andre hendak menjawab namun Ryan menyikut lengannya "Panggil kakak jangan tante" tutur Ryan.
__ADS_1
"Gini kak. Kita mau..." sambung Andre namun terpotong lagi oleh Ryan "Mau ngerjain tugas kak. Sekarang mau ke perpus buat cari referensi" ucap Ryan pada Melisa, autie'nya.
"Tumben, lo jadi rajin gini" Melisa menepuk pundak Ryan.
"Iya dong. Biar cepet lulus" cowok itu mendorong teman-temannya agar melangkah "bye auntie. Eh kak" Ryan melambaikan tangan kepada Melisa. Kelu lidahnya untuk mengucap kata 'kakak', sedangkan kenyataannya memang cewek tangguh itu adalah aunty'nya.
"Gila. Galak bener sih aunty lo Ryan" celetuk Andre, mereka sudah berada didalam mobil saat ini. Andre yang mengemudi sedang Ryan dan Aziz duduk dibelakang.
"Sebenernya nggak galak kok orangnya. Baik, kalian aja yang belom kenal"
"Ya kali. Demi nemenin lo kekampus kita harus berhadapan sama singa betina begitu" Aziz mengutarakan pikirannya. Sedari tadi dia sudah gemetar ketika Melisa menatap tajam mereka berdua saat menunggu Ryan keluar dari kamarnya.
Ryan malah tertawa terbahak-bahak
"Malah ketawa sih lo" bibir Aziz mengerucut.
"Orangnya asik kok. Nggak galak kayak yang kalian bayangin. Gitu aja lo pada takut. Gimana kalo mertua kalian galak. Apa nggak kebirit-birit lo pas ngadep mertua lo itu"
Aziz hanya berdecak, kesal dirinya.
"Eh ngomong-ngomong soal mertua. Katanya kemaren lo abis nemui nyokapnya si Febby tuh. Gimana?"
"Baik kok orangnya. Beda banget ama anaknya, emaknya lemah lembut anaknya mah galak"
"Galak juga lo suka" balas Andre.
"Tau sendiri tuh, cinta kan buta bro" sahut Aziz. Ryan hanya menanggapi dengan tersenyum.
Bersyukur hari ini teman-teman nya mau diajak ke kampus meski mereka memang tidak ada jadwal kuliah hari ini. Soal mengerjakan tugas, itu hanya alasan saja agar Melisa tidak bertanya lebih jauh lagi. Niat sebenarnya mereka kekampus adalah untuk menemani Ryan bertemu gadis pujaannya.
"Jadi. Rencana lo selanjutnya apa bro. Kemarin aja lo ngajak kenalan ditolak mentah- mentah ama dia" Aziz bertanya.
"Jalanin aja dah. Gue juga bingung mesti gimana. Yang penting ketemu dia dulu deh"
Cowok itu juga bingung. Entah apa yang akan dia lakukan untuk menaklukan cewek tomboy itu. Dia belum pernah bertemu dengan orang semacam ini. Berbeda dengan mantan-mantannya dulu yang dengan mudah, sekali gerakan saja besoknya langsung jadian.
Tapi tidak dengan cewek satu ini. Dia sangat sulit untuk digapai meskipun dekat juga sulit untuk disentuh meski dia di depan mata.
__ADS_1
🌳
Hantu kali yeee😁